Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
Poker Online Domino QQ

Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 8

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7
Part 8Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14

Cerita Dewasa Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 8

Cerita Dewasa Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 8

BAGIAN 8
TATAPAN MATA ITU..​

KRING.. KRING.. KRING..

Bunyi Hpku berdering dengan kerasnya didekat bantalku..

Kurang ajar.. kenapa sih selalu saja bunyi Hp yang membangunkan aku ketika pagi hari seperti ini..? lama – lama keluar juga makian dari mulutku ini.. brengseekkk..

KRING.. KRING.. KRING..

Akupun langsung mengangkat Hpku tanpa melihat siapa yang menelpon..

“Haloo..” ucapku sambil tengkurap dikasurku..

“ha.. halo ngger..” ucap suara wanita dengan suara terbata..

Siapa ya ini..? kok suaranya ga asing ditelingaku.. aku pun langsung melihat layar Hpku.. nomor ga dikenal.. walaupun tidak memakai kacamata, aku masih bisa membaca kalau jarak dekat seperti ini.. tapi kalau sudah agak jauh, tulisan seperti di Hp ini pasti agak kabur..

“siapa sih ini..?” ucapku sambil menempelkan Hpku ditelingaku lagi..

“mi.. mita..” ucap wanita itu dan suaranya masih terbata..

Mita..? aku pun langsung membalikkan tubuhku dan aku langsung duduk dan bersandar didinding kamarku.. kenapa dia telpon aku sepagi ini..? apa dia mau menjelaskan tentang kedatangannya dikosku dengan Purnama beberapa malam yang lalu..? terus tau darimana dia nomor telponku..?

“kenapa Mit..?” tanyaku singkat..

Lalu terdengar Mita menarik nafasnya dalam – dalam dan mengeluarkannya perlahan..

“aku mau menjelaskan tentang kedatanganku bersama mas Purnama beberapa malam yang lalu dikosanmu.. dan aku tau, kamu pasti menunggu penjelasanku..”: ucap Mita pelan..

“apa yang mau kamu jelaskan..? langsung aja ya.. ga usah basa – basi..” ucapku pelan namun tegas..

“oke.. aku cuma mau bilang sama kamu, ini ga seperti yang kamu pikirkan.. aku ga punya hubungan apa – apa dengan mas Purnama..” ucapnya dan dia sepertinya mengatakan dengan bibir yang bergetar..

“ga punya hubungan apa – apa, tapi mau diajak kekosan laki – laki lain.. hehe..” ucapku lalu tertawa dengan sinisnya..

“aku tau kamu pasti akan berkata seperti itu ngger.. tapi aku berani bersumpah.. kalau sampai saat ini, aku dan mas Purnama tidak ada hubungan apa – apa..”

“iya sampai saat ini.. ga tau nanti, besok atau lusa..” ucapku..

“ngger.. aku masih tetap pacar Gagah dan aku masih mencintainya.. tolong kamu percaya sama aku..” ucap Mita yang berusaha meyakinkanku..

“Mit.. sebenarnya aku ga ada urusan apapun denganmu atau dengan Purnama.. tapi karena Gagah masih pacarmu dan dia adekku.. aku hanya mengingatkanmu.. selesaikan masalahmu dengan Gagah tanpa campur tangan orang lain.. setelah itu terserah kamu mau jalan dengan siapa..” ucapku dengan tegas

“apa yang mau diselesaikan ngger.. ini hanya kesalah pahaman saja..” ucap Mita yang tidak kalah tegasnya..

“Oke.. kalau memang seperti itu.. aku mau kamu tegas.. kalau kamu masih mau tetap bersama adekku, jangan kasih harapan untuk pria lain.. tapi kalau kamu sudah bosan dengan adekku.. selesaikan lah dengan adekku..”

“ngger..” ucap Mita terpotong karena aku melanjytan lagi kata – kata ku..

“aku tidak mau menyampaikan ini dengan adekku Mit.. silahkan kamu sendiri yang sampaikan dan aku harap secepatnya.. aku gak mau adekku malah kecewa ketika tahu ini setelah berlarut – larut.. karena kalau dia taunya telat dan taunya dari orang lain, Gagah pasti akan kecewa sekali dan pasti akan menggila.. kalau sudah seperti itu, aku pasti lebih gila dari adekku..”

“ngger ini ga seperti yang kamu pikirkan.. aku berani bersumpah..”

“aku ga butuh sumpahmu Mit.. aku cuma mau kamu itu tegas.. itu aja..”

“apa yang harus aku tegasin ngger..? kamu mau aku menjauhi mas Purnama..? ga semudah itu, aku dan mas Purnama itu berteman saja.. dan kamu jangan sekali – kali melarangku untuk berteman dengan siapapun..”

“siapa yang melarangmu untuk berteman dengan siapa saja Mit..? aku itu cuma mau kamu mengerti batasanmu.. kamu sudah punya pacar, dan itu adekku..”

“ternyata kakak dan adek sama – sama keras kepala ya.. percuma aku menjelaskan..” ucap mita dengan sinisnya..

“terserah kamu mau bilang apa.. itulah aku dan adekku..” ucapku dan aku makin tegas mengatakannya..

“oke.. terimakasih karena kamu ga mau mendengarkan penjelasanku..” ucap mita lalu menutup Hpnya..

Gila nih cewe.. langsung main tutup aja.. terus pakai alasan tidak punya hubungan apa – apa lagi sama Purnama.. gila aja.. mana ada cewe yang mau diajak kekosan laki – laki lain, kalau tidak ada perasaan sedikitpun.. oke kalau sekarang belum jadian..? tapi nanti, besok, lusa atau entah kapan waktunya, gimana..?

Apa aku kasih tau Gagah aja ya..? janganlah.. aku takut dia nanti kecewa.. aku tau kalau adekku ini sudah kecewa, dia pasti akan menggila.. kasihan sekali adekku itu..

Okelah, mungkin nanti lagi aku akan pikirkan gimana kelanjutannya.. aku mau mandi dulu, setelah itu aku mau kekampus.. oh iya.. aku, Lia, Dylan dan Rogi telah diterima dikampus negeri.. hari ini kami harus kekampus untuk mengambil almamater, kaos dan buku – buku petunjuk perkulihan.. dan sekalian hari ini juga ada pengarahan untuk persiapan pengenalan dunia kampus atau istilahnya orientasi.. kegiatan itu akan berlangsung empat hari dikampus akhir minggu ini..

Dan setelah mandi dan berganti pakaian, akupun kekampus bersama Dylan.. aku tidak menjemput Lia kali ini, karena Lia kekampus bersama kakak sepupunya, mba Ela.. ya aku memanggilnya mba Ela.. kalau Lia memanggilnya kak Dana..

Dan setelah sampai diparkiran, aku dan Dylan berjalan kearah gedung pertemuan.. dan ketika aku sedang berjalan..

“ngger..” panggil seseorang dari arah sudut ruangan sebuah gedung..

Aku dan Dylan langsung melihat kearah orang yang memanggilku itu.. Purnama, kenapa dia ada disini..? diakan kuliah dikampus kuru..? terus kenapa juga dia memanggilku..? apa ini ada hubungannya dengan malam itu..?

“kenapa mas Purnama panggil kamu ngger..?” bisik Dylan kepadaku..

“mana ku tau..” jawabku singkat..

“terus gimana ini..?” ucap Dylan dengan paniknya..

“santai aja kenapa sih..? sekarang kamu duluan aja kegedung pertemuan, aku mau datangi dia dulu.. ntar aku nyusul kesana..” ucapku dan Dylan hanya berdiri mematung..

“Dylan..” panggilku ke Dylan..

“ngga ngger.. aku temanin kamu aja, apapun yang terjadi..” ucap Dylan..

“emang kenapasih kamu harus ikut..? sudahlah kamu kegedung pertemuan sekarang..” ucapku dengan tegasnya..

“tapi ngger..” ucap Dylan terpotong karena aku menatapnya dengan tajam..

“assuuu..” maki Dylan lalu berjalan meninggalkan aku..

Dan aku langsung berjalan kearah Purnama yang sedang menikmati rokoknya itu..

“kenapa mas..?” ucapku dengan santainya sambil menatap wajahnya..

“aku mau ngomong sama kamu..” ucapnya lalu menghisap rokoknya..

“ngomong aja.. emang dari tadi sampean ga ngomong..?” ucapku lalu melihat kearah yang lain.. dan dari kejauhan, aku melihat Bulan melihat kearahku dan Purnama.. aku lalu melihat kearah wajah Purnama lagi sambil membenarkan kaca mataku..

“ini masalah Mita..” ucap Purnama sambil membalas tatapanku..

Bah.. aku sudah menyangka dia ingin membahas masalah ini, tapi kenapa harus saat ini sih membahas masalah perempuan satu itu.. kenapa ga nanti malam aja..? bikin suasana hatiku ga enak aja nih orang..

“kenapa dengan Mita..?” tanyaku lalu aku mengambil permen lollipopku dan mengemutnya..

“kamu pacarnya..?” tanya Purnama singkat dan tegas..

“apa urusan sampean tanya gitu sama aku..?” ucapku sambil melepaskan permenku lalu mengemutnya lagi..

“ada.. karena aku mencintainya dan dia menolakku.. aku tau, ini pasti ada hubungannya dengan kamu, karena malam itu ada yang lain ketika kalian saling bertatapan..” ucap Purnama lalu menghisap rokoknya..

“ditolak kok tanya keaku..? harusnya mas tanya ke Mita, kenapa dia menolak sampean..” ucapku dengan santainya..

“hehe.. aku suka caramu berbicara ngger.. tegas dan ga takut sama sekali..” ucap Purnama..

“apa yang perlu ditakuti mas..? lagian aku itu paling malas kalau sudah bicara tentang perempuan.. bagiku, kalau perempuan itu ga mau, ya sudah.. ga perlu dipaksakan.. percuma menjalani suatu hubungan kalau dipaksakan.. apalagi kalau sudah mengemis..” ucapku yang sudah mulai bosan dengan percakapan ini..

“hehe.. bedakan berjuang dan mengemis ngger.. bagiku cinta itu perlu diperjuangkan, ga perlu jadi pengemis.. dan asal kamu tau aja, aku itu orangnya susah jatuh cinta, tapi.. sekali aku jatuh cinta.. aku akan memperjuangkannya apapun resikonya..” ucap Purnama lalu menatapku dengan tajamnya..

“terserah sampeanlah.. mau berjuang, mau mengemis atau mau apapun.. itu bukan urusanku.. yang penting jangan menggangguku atau orang terdekatku.. karena bukan hanya resiko aja yang siap kuhadapi.. tapi pembuat resiko itu sendiri yang akan aku selesaikan..” ucapku lalu aku mengemut permenku dan membalas tatapan tajam Purnama..

“mas..” panggil Bulan ke Purnama yang berdiri tidak jauh dibelakangku..

“hehe.. aku senang sekali hari ini.. ternyata, setelah ini.. aku memiliki lawan yang bisa mengimbangi aku.. aku sudah bosan dengan lawan – lawanku yang lemah itu.. dan semoga.. kamu ga mengecewakan aku, ketika waktu itu datang.. dan itu hanya kamu dan aku..” ucapnya lalu menghisap rokoknya dalam – dalam lalu mengeluarkan asapnya perlahan kewajahku.. setelah itu Purnama berjalan melewati aku.. pundaknya pun dengan sengaja menyenggol pundakku..

DUUUGGHHHH

Sabar ngger.. sabaarrr.. kamu mahasiwa baru dikampus ini.. jangan buat masalah ya.. tenang.. seperti biasalah tenangnya bagaimana.. waktu untukmu dan Purnama pasti akan tiba, ga perlu diburu waktu itu.. karena pasti akan tiba dengan sendirinya..

Aku lalu membalikkan tubuhku dan melihat Purnama berjalan dengan santainya menuju adekknya Bulan yang menatapku terus dari tadi..

“aku akan selalu siap untuk waktu itu mas..” ucapku kepada Purnama..

Dan Purnama hanya mengangkat jempol kanannya keudara, tanpa menoleh kearahku sambil terus berjalan.. lalu setelah didekat Bulan.. dia merangkul adeknya itu lalu berjalan meninggalkan aku..

Akupun langsung berjalan kearah gedung pertemuan.. kurang ajar nih Purnama.. semoga aja, ini bukan pertanda semua kegiatanku hari ini berlangsung dengan menjengkelkan.. aku ingin menikmati setiap detik hariku dikampus ini sebagai mahasiswa.. dan aku ingin menikmatinya dengan kesenangan dan kebahagiaan.. tapi ga tau kalau diluar sana.. aku pasti akan menikmati hidupku juga dan dengan cara apapun.. mau dengan kepalan tanganku ini dan dengan darahpun, aku pasti akan siap.. karena ketika aku sudah melangkahkan kakiku keluar dari rumahku sana, itu berarti aku sudah siap dengan segala apapun yang ada dihadapanku..

Aku keluar rumah seorang diri, dan itu berarti aku harus menghadapi segala halanganku seorang diri juga.. aku adalah Matahari, Gerhana Matahari Sandi.. Dan Matahari itu satu.. dia bersinar dengan kesendiriannya, apapun yang terjadi.. Ayahku memberikan aku nama Matahari, berarti beliau menginginkan aku agar menjadi seperti Matahari.. aku akan membuktikannya.. dan aku tidak akan mengecewakan Ayahku.. suatu saat, aku akan bersinar seperti Matahari..

“ngger..” panggil Dylan di dekat gedung pertemuan.. akupun langsung menoleh kearahnya.. dan disana, ada juga Lia dan Rogi yang terlihat sedikit cemas melihatku..

Aku lalu berjalan kearah mereka bertiga sambil membuang batang permenku.. dan setelah dekat dengan mereka..

“Teteettt… Teteettt…” teriakku dengan semangatnya..

“ga lucu..” jawab mereka bertiga dengan kompaknya..

“hehehehe..” dan aku langsung tertawa sambil menggaruk kepalaku..

“darimana sih mas..? kok lama banget..” ucap Lia dengan wajah yang cemberut..


AnggeLia Putri Aldo​

“aku ga kemana – mana kok ya’.. aku dihatimu aja dari tadi..” ucapku yang mencoba mencairkan suasana..

“asssuuu..” maki Rogi dan Dylan kepadaku..

“gak lucu.. disini kebingungan kok malah masnya bercanda..” ucap Lia yang masih tetap cemberut..

“kenapa bingung sih ya’..? aku loh dari kamar mandi barusan..” ucapku mencoba menenangkan Lia..

“dari kamar mandi atau mau berantem..?” ucap Lia sambil melirikku dengan tajamnya..

Akupun langsung melihat kearah Dylan.. gila nih anak, dia ngomong apa disini tadi..? kok jadi begini suasananya..?

“yang mau berantem siapa ya..’?” tanyaku ke Lia lalu melihat Dylan lagi dan dia langsung salah tingkah..

“kamulah.. katanya Dylan kamu mau berantem sama premannya kampus kuru yang bernama Purnama.. iyakan..?” ucap Rogi menyahut..

“sok tau kalian ini ah..” ucapku lalu aku memandang ke arah yang lain..

“kok jadi mas yang marah sih..?” ucap Lia lalu melotot kearahku..

“yang marah siapa ya’..?” ucapku dan aku memelankan suaraku..

“udah ah.. percuma ngomong sama orang yang dikhawatirin, tapi yang dikhawatirin malah ga ngerasa..” ucap Lia lalu pergi meninggalkan kami bertiga..

Duhhh.. kenapa Lia pakai acara ngambek sih..? beneran jadi menjengkelkan suasana hariku saat ini.. kurang ajar..

“kenapa kamu cerita sama Lia lan..?” tanyaku ke Dylan..

“gimana ga cerita kalau Lia nanya sambil melotot..” ucap Dylan membela diri..

“tapi kan bisa cari alasan lain..” ucapku yang agak ga enak dengan Dylan.. aku jadi malu sama teman – temanku ini, masalah pribadiku jadi konsumsi mereka..

“aku kan polos, jujur dan apa adanya..” ucap Dylan lalu tersenyum..

“assuuu..” makiku dan Rogi..

“jancookkk.. bisa memaki sekarang kamu ngger..?” tanya Dylan..

“iya cookkk..” ucap gori yang langsung melihat kearahku..

“ya gara – gara kalian lah.. berhari – hari aku dicekoki makian aja.. kurang ajar..” ucapku dan sekarang suasana sudah mulai agak enak..

“assuuu.. terus gimana Lia itu..?” tanya gori kepadaku..

“entar aku yang ngomong sama dia..” ucapku dengan santainya..

“iya lah kamu yang ngomong.. kamu yang buat dia seperti itu kok..” ucap Dylan..

“sudahlah ga usah dibahas.. kita kedalam yok.. dah mau mulai itu acaranya..” ajakku kepada kedua temanku itu..

Kami bertiga pun masuk kedalam gedung pertemuan.. dan didalam gedung ini telah berkumpul ribuan mahasiswa baru fakultas teknik yang siap untuk mendapatkan pengarahan..

Kami bertiga pun duduk dibagian tengah ruangan, sedangkan lia terlihat dibagian depan bersama mahasiswi baru lainnya..

Dan setelah pengarahan selesai.. kami pun keluar ruangan untuk melihat pembagian kelompok, serta mencatat tugas dan perbekalan yang akan kita bawa pada saat orientasi pengenalan kamus besok.. aku, Dylan dan Rogi masih terus bersama.. sedangkan Lia masih menjauh dan berkumpul dengan teman – teman barunya yang perempuan..

Kami berempat rupanya tidak ada yang satu kelompok dalam kegiatan orientasi besok.. kami terpisah dikelompok – kelompok lain.. akupun akhirnya bergabung dengan teman – teman kelompokku.. dan setelah pengarahan dari bina damping kami, kelompokku pun mencatat tugas dan perbekalan yang akan kita bawa esok hari..

Dan ketika aku sedang mencatat tugas, tidak jauh dari aku berdiri.. duduk seorang wanita dan sedang bermain dengan Hpnya..


????????​

Aduh de.. cantik bener sih wanita itu.. apa dia mahasiswi baru juga..? atau dia mahasiswi senior..? ga tau deh.. yang jelas dia sangat cantik sekali.. dan ketika aku menatapnya, dia sempat melirikku sebentar lalu menunduk lagi dan melanjutkan bermain Hpnya.. waw.. lirikannya bro.. sebentar tapi dalam.. hehehehe..

“woi.. mata tuh..” kata Rogi mengejutkanku..

“iya.. tampang aja culun.. giliran lihat wanita cantik langsung hilang culunnya.. tampang aslimu ternyata mesum..” ucap Dylan menyahut..

“namanya juga laki – laki normal.. jadi wajarlah..” ucapku dengan cueknya..

“emang aku ga normal gitu maksudmu..?” ucap Dylan..

“ga tau..” ucapku singkat..

“aku juga normal ngger.. bukan kamu aja..” ucap Rogi..

“kalau gitu kita lihat sama – sama aja gimana..? hehehehe..” ucapku lalu tertawa..

“aku juga boleh ikut lihat..?” ucap Lia dibelakang dengan sinisnya..

Duhhh.. kenapa juga Lia muncul ya..? diakan tadi marah dan menjauh..? tapi kenapa sekarang malah muncul disaat – saat seperti ini..?

“kapokmu kapan..?” ucap Dylan dan Rogi barengan kepadaku..

Ini aku boleh memaki gak ya..? sudah gatel rasanya mulutku ini, ingin mengeluarkan kata – kata mutiara yang terpendam dari dalam lubuk hatiku yang terdalam ini..

Hiuuffftttttt.. huuuuu..

Akupun langsung membalikkan tubuhku dan menatap wajah cantik Lia yang makin cemberut..

“kenapa lihatin aku..? kan sudah ada yang cantik didepan sana..” ucap Lia sambil melipat kedua tangannya didada dan terlihat dari pandangannya, dia sangat cemburu sekali.. dan dia memanggilku ngger.. bukan mas lagi..

Hahahahahaha.. assuuu..

“mataku memang suka melihat yang cantik – cantik ya’.. tapi tenang aja.. hatiku ga seperti itu kok.. hatiku hanya untuk kamu..” ucapku lalu tersenyum..

“assuuuu..” maki Dylan dan Rogi bersama…

“aku..???” ucap Lia yang masih marah dan matanya langsung melotot..

“iya kamu.. kamu yang sering khawatirin aku..” ucapku lagi..

“jiancookkk..” maki Dylan dan Rogi lagi..

“dasar.. pujangga biadab..” ucap Lia lalu membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan kami..

Pujangga biadab..? maksudnya apa nih..? kok Lia begini sih..? Uuhhh.. tahan ngger.. tahan.. jangan memaki lagi ya.. sekali – kali aja kalau mau memaki.. sekarang senyum dong.. senyum dikit aja..

“dasar.. pujangga biadab..” ucap Dylan dan Rogi mengikuti gaya Lia lalu mereka berduapun pergi juga meninggalkan aku..

Bajingaaaann.. kenapa juga mereka berdua itu ikut – ikutan mengolok aku sih..? kurang ajar memang mereka berdua itu.. aku itu salah apa..? emang salah gitu kalau aku menatap wanita cantik selain Lia..? apa gunanya mata ini kalau bukan untuk melihat keindahan ciptaanNya..? kalau mau protes atau marah, silahkan sama Penciptanya dong.. berani..? coba aja, kalau ngga matamu dipindahkan ke lubang hidungmu, terus lubang hidungmu dipindahkan kemata.. jadi ga perlu lagi cari kaca mata, tapi kaca hidung.. assuuu..

Akupun hanya menarik nafasku dalam – dalam lalu mengeluarkan perlahan sambil menggelengkan kepalaku.. setelah itu, aku pun membalikkan tubuhku lagi dan melihat kearah wanita cantik berhijab duduk tadi..

Loh.. kemana perginya wanita itu..? kok ga ada disitu lagi..? akupun langsung melihat kekanan dan kekiri.. dan memang ternyata dia tidak ada disekitarku.. gila, kenapa juga aku harus mikirin wanita itu..? harusnya kan aku mikirin Lia yang ngambek sama aku..

“oke ngger.. sekarang waktunya tenangin diri dulu sejenak.. Lia marah dan cemburu itu berarti dia sayang sama kamu.. memang sih belum ada ikatan diantara kalian.. dan itu sudah sangat baik.. jangan dulu dimiliki, tapi buat dulu dia nyaman ketika ada didekatmu.. karena kalau dia sudah nyaman, dia pasti akan menjadi milikmu..”

“lebih baik mana..? memiliki tapi tidak nyaman.. atau, sudah nyaman dan pasti akan dimiliki..”

Aku pun hanya bisa menasehati diriku sendiri.. sebenarnya sih bukan menasehati, tapi menghibur diri.. hahahaha.. assuuu.. (tuhkan mulai terbiasa memaki aku.. persetanlah..)

Pov Badai..

Bangsattt.. tugas macam apa ini..? gila.. belum lagi rambutku disuruh gundul.. ini mau orientasi kampus, apa mau jadikan kami sebagai tahanan..? aku itu terakhir gundul waktu masuk sel ketika itu.. bajingann.. terus kata teman – teman kelompokku, orientasi mahasiswa baru dikampus teknik kita ini, masih kental dengan kekerasan.. beneran gitu..? dijaman seperti ini masih ada kekerasannya..? wah bisa kuajak duel itu panitia kalau sampai mereka berani menyentuh salah satu bagian tubuhku ini..

Oh iya, tapi satu yang bikin aku senang dan bersabar dengan orientasi yang kelihatannya membangsatkan ini.. sosok seorang wanita yang menjadi bina damping kelompokku.. seorang wanita yang cantik dan manis.. kalau bukan karena sosok wanita itu, mungkin aku ga akan mau mengikuti kegiatan orientasi yang rencananya dimulai esok hari itu.. hehehehe..

Dan berkat dia juga, aku akan memotong rambutku menjadi gundul plontos.. aku ingin menjadi sosok mahasiswa yang penurut dihadapannya.. siapa tau, nanti setelah orientasi ini selesai.. aku bisa dekat dengan wanita itu..

Gilaaa.. kok gampang banget sih aku tertarik dengan wanita..? terus gimana dengan wanita setengah baya berhijab yang aku traktir dikantin waktu itu..? terus bagaimana juga dengan Devi..? biasa aja kali.. ga usah terlalu dipikir.. dijalani aja.. kalau bisa sekali tiga aku berhubungan dengan wanita.. kan enak tuh.. kalau perlu ditambah lagi wanitanya.. hahahahaha… bajingaaannn..

Dan dia yang menjadi bina dampingku itu bernama..

Gimana cantikkan dia..? hehehehe.. senyumnya itu lah yang bikin ga nguatin.. bijiku terasa seperti diremas – remas ketika melihat senyum itu.. linu banget rasanya..

“Dilan..” panggil Kenzie kepadaku…

“iya kanda..” ucapku sambil mengangguk..

“anjing.. biasa aja kenapasih..?” gerutu Kenzi..

“loh kan panggilannya harus seperti itu kanda.. setiap maba memanggil seniornya dengan sebutan kanda.. apalagi kanda kan panitia keamanan..” ucapku lalu tersenyum kepada Kenzie..

“kan besok juga baru mulai acara orientasinya.. sekarang biasa aja.. bangsat..” ucap Kenzie lalu membakar rokoknya dan menghisapnya..

“bagi rokok dong.. rokokku habis..” ucapku..

“mana boleh maba rokokkan.. mau dilibas panitia kamu..?” ucap Kenzie lalu melotot kearahku..

“mulutmu itu kalau ngomong yang bener kenapa sih zie.. tadi katanya besok baru dimulai acara orientasinya, kok sekarang dilarang rokokannya..” ucapku dan Kenzie langsung menggelengkan kepalanya.

“kita rokokkan dibelakang gedung aja.. ga enak kalau dilihat disini..” ucap sahabatku itu..

“gitu dong kanda.. hehehehe..” ucapku lalu tersenyum..

“anjing..” maki Kenzie lalu berjalan kearah belakang gedung dan aku mengikutinya..

Dan ketika aku dan Kenzie berjalan kearah belakang gedung, kami berpapasan dengan yunda Clara.. dan diapun langsung tersenyum kearahku..

Anjinggg.. aku pun hanya bisa membalas senyumannya.. dan ketika dia sudah berlalu, aku langsung meraba batangku yang perlahan mulai bangun ini..

“woi Dilan.. bangsat ini.. jangan kamu incar ya dia itu..” ucap Kenzie sambil menarikku berjalan kearah belakang gudang..

“kenapa zie..? dia sudah punya anjing penjaga kah..?” tanyaku sambil berjalan..

“matamu itu.. dia itu bunganya di jurusan teknik industry dan dia wanita baik – baik..” ucap Kenzie..

“emang aku bukan pria baik – baik..?” ucapku..

“baik – baik mulutmu itu.. pasti Clara itu cuma buat pemuas selangkanganmu aja kan..?” ucap Kenzie..

“taik kamu itu zie.. coba jangan berpikiran jelek aja sama aku..” ucapku dan kami pun sampai dibelakang gedung..

“ga usah pakai pikiran jelek.. lihat tatapanmu barusan aja sudah kelihatan kok.. dasar preman selangkangan kamu itu..” ucap Kenzie sambil menyerahkan bungkusan rokoknya kepadaku..

“anjing kamu zie.. untung kamu dulu pernah mengisi hatiku.. kalau enggak, sudah kuinjak batang lehermu sekarang..” ucapku lalu tersenyum dan membakar sebatang rokok pemberian Kenzie….

“anjing kamu Badai.. sejak kapan kamu jadi hom – hom..? jijik aku.. bangsat.. iiiiii..” ucap Kenzie sambil menggidikan tubuhnya..

“hahahaha..” akupun langsung tertawa dan kulanjutin dengan menghisap rokokku..

“tapi kamu ga serius kan tentang Clara..?” Tanya Kenzie lagi..

Dan aku tidak menjawabnya.. aku hanya tersenyum lalu kembali menikmati rokokku ini.. dan Kenzie sudah tau arti dari senyumanku ini..

“bangsatt kamu Badai.. kalau kamu sampai mendekatinya, musuhmu pasti banyak.. sebagian panitia keamanan aja sudah mengincar Clara.. belum lagi senior yang lain..” ucap Kenzie dengan seriusnya…

“persetan dengan mereka semua zie.. aku sudah terlanjur suka dengan senyuman ‘Milea’ itu..” ucapku dengan santainya..

“anjing.. sudah kamu sebut ‘Milea’ aja Clara.. terus gimana dengan Devi..? bangsat memang kamu itu..” ucap Kenzie lalu memakiku lagi..

“devi ya devi.. ‘Milea’ ya clara.. hehehehe..” ucapku lalu tertawa..

“kamu memang bener – benar preman selangkangan Badai.. terlalu bangsat kamu itu..” ucap Kenzie lalu menghisap rokoknya..

“hehehehe.. sudah ah.. bahas yang lain aja..” ucapku dan aku juga langsung menghisap rokokku..

“oh iya.. aku tadi itu cuma mau nyampaikan pesan dari mas Panji..” dan kembali Kenzie terlihat serius..

“apa itu..?” tanyaku..

“ikuti semua proses orientasi ini dengan baik.. ga usah berbuat macam – macam.. apalagi melawan panitia..” ucap Kenzie sambil menatapku..

“hehe.. kita lihat aja nanti..” ucapku lalu aku menghisap rokokku..

“Badai.. mungkin aku belum cerita sama kamu tentang kondisi kampus kita yang sekarang ya..” ucap Kenzie dan aku hanya menatap wajah Kenzie saja…

“hiuufffttt.. huuuu..:” Kenzie menarik nafasnya dalam – dalam lalu memulai bercerita..

“kampus kita ini sedang dalam kondisi tegang, setelah mas Panji ditumbangkan Purnama anak kampus kuru pada waktu itu..”

“para bajingan kampus teknik kita yang tidak kos dipondok merah, mulai bergerak untuk menggoyang pengaruh pondok merah.. mereka ingin menguasai kampus ini.. dan kekuatan mereka lumayan besar..”

“mereka menganggap dengan kekalahan mas Panji, pondok merah sudah tidak punya taji lagi.. dan momen orientasi ini akan mereka manfaatkan.. mereka berencana untuk menunjukkan kekuatan mereka kepada mahasiswa baru.. sehingga semua mahasiswa baru akan patuh kepada mereka.. selanjutnya mereka bersama mahasiswa baru, menjadikan pondok merah sebagai target mereka setelah orientasi ini selesai..”

“sebagian panitia orientasi inipun, telah menjadi bagian dari mereka..” ucap Kenzie menutup cerita yang membangsatkan ini..

“terus apa hubungannya dengan aku ga boleh melawan..? kalau para panitia itu kelewatan memperlakukan aku.. kuselesaikan orang itu, ga perduli siapa mereka..” ucapku lalu aku menghisap rokokku..

“itu yang ga diinginkan mas Panji.. mas Panji menginginkan kita tenang sambil melakukan pergerakan bawah tanah, tanpa perlu merusak acara orientasi ini..”

“kami sudah memegang beberapa nama preman yang berpengaruh dan ingin ‘memberontak’ itu.. kami akan menyelesaikan satu persatu dengan cara pondok merah.. kalau yang berpengaruh sudah bisa kita bantai, para curut – curut lainnya pasti akan bubar dengan sendirinya..”

“itulah kenapa mas Panji berpesan supaya kamu ga buat kekacauan.. kalau sampai kamu melakukannya… ‘pemberontakan’ itu kan pecah pada saat orientasi dan bisa dipastikan, acara orientasi tahun ini akan gagal total..” ucap Kenzie lalu membuang puntung rokoknya..

“apa pesan ini untuk semua maba..?” tanyaku..

“ngga.. hanya untuk kamu..” jawab Kenzie..

“kenapa..?” tanyaku lagi..

“karena kamu mahasiswa baru dan tinggal dipondok merah.. mereka pasti sudah membaca itu.. jadi mereka akan sebisa mungkin untuk memprovokasi kamu supaya kamu melawan.. dan bisa dipastikan, kalau kamu melawan.. semua teman – teman dari pondok merah akan berdiri dibelakangmu dan.. buuummmmm.. perang akan pecah..”

“dan yang menjadi kambing hitam, tentu saja pondok merah.. karena membela maba yang disetting oleh mereka untuk melawan panitia.. pahamkan..?” ucap Kenzie sambil menatapku..

“anjingg.. ribet banget ya urusannnya..?” ucapku..

“ga ribet kalau kamu bisa mengendalikan dirimu..” kata Kenzie dengan santainya..

“kamu kenal aku banget kan zie..? aku tidak akan bergerak kalau aku tidak diberlakukan secara kelewatan.. tapi kalau sampai kelewatan, aku akan menyelesaikan dengan caraku sendiri.. dan aku pastikan.. aku akan menyelesaikan secara sunyi, senyap dan tepat.. dan aku menjamin orang itu tidak akan bersuara lagi, kalaupun masih hidup.. orang itu tidak akan mengeluarkan keringat dingin ketika melihat aku, tapi darah yang akan keluar dari hidungnya..” ucapku lalu membalikkan tubuhku dan berjalan meninggalkan Kenzie yang terdiam mendengar ucapanku..

Bangsaattt.. kampus teknik yang melegenda seperti ini, ternyata mempunyai permasalahan yang siap untuk meledak sewaktu – waktu..? gilaaa.. dan bom itu justru ada dikos yang aku tinggali sekarang ini.. bajingaaannn..

Apa aku takut setelah mendengar semua ini..? hahahaha.. bangsat.. aku ini Badai, aku itu tidak pernah takut dengan siapapun yang mau membuat masalah denganku.. kalau sampai ada yang berani membuat masalah denganku, bukan mereka yang mencari aku.. tapi aku yang akan mencari mereka dan aku luluh lantakan mereka.. aku akan buat mereka menyesal pernah menghirup udara didunia ini.. anjinggg..

Akupun pergi meninggalkan kampus.. para mahasiswa baru pun sudah meninggalkan kampus ini untuk mempersiapkan segala keperluan untuk orientasi esok hari.. aku lalu menuju sebuah warung yang tidak jauh dari kampus.. aku ingin minum kopi.. kepalaku pusing banget kalau ga minum kopi seharian..

Dan ketika sampai diwarung, aku lalu memesan segelas kopi dan membeli sebungkus rokok.. dan setelah pesananku datang.. aku menikmati pahitnya kopi tanpa gula ini, dengan ditemani sebatang rokok yang kuhisap..

“bagaimana nyo..? sudah mulai ada masalah yang akan dihadapi..?” ucap sesorang laki – laki yang tiba – tiba datang dan langsung duduk dihadapanku.. dia berbicara seolah – olah sangat mengenal diriku..

Dan laki – laki yang usianya kira – kira seperti ayahku ini, langsung menatapku sambil menghisap rokoknya.. siapa orang ini..? kenapa dia memanggilku nyo..? apa dia salah orang..? terus bagaimana dia tau kalau ada masalah yang siap menghadangku..?

“anda siapa om..? kita pernah kenal sebelumnya..?” ucapku sambil menatapnya lalu aku menghisap rokokku..

“cara bicaramu, cara menatapmu dan pendeknya cara berpikirmu ketika menghadapi suatu masalah.. sama seperti sinyo ketika muda dulu..” ucapnya dengan tatapan yang dingin..

“sinyo..? siapa sinyo itu..? dan om juga belum menjawab pertanyaanku tadi.. siapa om ini..?” ucapku sambil membalas tatapannya..

“ga penting siapa aku.. aku cuma mau ngomong.. kalau kamu ingin menghabisi orang – orang yang berani mengusik pondok merah.. cari kepalanya dan bantai.. itu akan membuat pelajaran bagi yang lain.. dan pasti setelah itu, pondok merah akan menemukan kejayaannya dikampus teknik kita ini lagi..” ucap orang itu lalu menghisap rokokknya..

“kenapa mesti aku yang menyelesaikannya..? kan ada mas Panji, dedengkot pondok merah..” ucapku dengan santainya..

“karena kamu salah salah satu serpihan sejarah pondok merah..” ucap orang itu lalu berdiri..

“serpihan..? maksudnya..?” tanyaku sambil mendangakkan kepalaku menatap orang tua yang berdiri dihadapanku ini..

“kamu akan mengetahuinya nanti..” ucapnya lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan aku..

“kalau aku memang bagian dari serpihan sejarah pondok merah, kenapa hanya kejayaan dikampus teknik kita aja yang harus kucapai.. kenapa ga sekalian dikota ini atau bahkan diprovinsi ini..” tanyaku ketika orang itu telah berjalan sampai didepan pintu..

“itu bukan tugasmu nyo.. ada matahari yang akan melakukannya..” ucap orang itu sambil menolehku sejenak lalu berjalan lagi meninggalkan aku dengan sejuta pertanyaan..

Matahari..? siapa Matahari itu..? apa dia kos dipondok merah..?

Terus siapa itu sinyo..? kenapa harus disamakan dengan aku..? ayahku dulu tidak kuliah dikota ini, apalagi kos dipondok merah.. terus kenapa bisa aku sama seperti sinyo sih..?

Satu lagi.. aku itu serpihan pondok merah.. bangsattt.. apalagi ini..? aku tau pondok merah aja, ketika datang kekota ini.. kok bisa dibilang aku ini serpihan pondok merah..

Anjinggg.. aku kuliah dikota ini untuk menimba ilmu untuk gelar sarjana teknik, atau gelar detective canon..? bajingaannn.. banyak banget sih misterinya..? bangsatt.. bangsaattt.. (canon..??? emang aku kamera dslr..? atau printer..? atau mesin fotocopy..? anjing.. kok tambah ga jelas ya aku..? hahahaha..)

Keesokan harinya.. hari pertama orientasi dikampus teknik kita..

Bangsaattt.. aku telat bangun lagi.. bagaimana aku ga telat, kemarin itu banyak yang aku lakukan untuk persiapan ospek hari ini.. mulai dari ketukang cukur, membuat papan nama yang membangsatkan ini, memodifikasi kantong plastik besar supaya bisa digunakan dipunggung, mengerjakan makalah yang sama sekali belum pernah aku buat, terus belum lagi menyiapkan makanan yang akan aku bawa pagi ini.. bajingaannn..

Aku membuat nasi goreng untuk sarapanku di kampus nanti, karena memang itu sudah ditentukan oleh panitia.. dan aku sengaja membuatnya jam setengah empat subuh sebelum aku tidur.. karena kalau aku membuatnya setelah bangun, aku takut waktunya ga nutut.. nasi goreng mawut badai.. hahahaha.. karena rasa, bentuk dan aromanya sangat awut – awutan sekali.. assuuu..

Dan bener sajakan..? aku bangunnya jam setengah enam.. padahal waktu untuk berkumpul dikampus, ditentukan jam lima pagi.. bangsattt.. bangsaatt..

Akupun langsung mengganti pakaianku dan aku langsung menggunakan semua perlengkapan orientasi tanpa mandi sama sekali.. dan setelah semua selesai, akupun langsung keluar kamar dan menuju kampus..

Dan dipagi buta ini, suasana jalan digang sangat sepi sekali.. didepan gang sana, terlihat beberapa panitia sedang berkumpul.. tidak terlihat satupun mahasiswa baru yang berlalu lalang.. anjing.. pasti semua sudah berkumpul didalam kamus ini..

Dan dengan berjalan santai aku keluar gang menuju gerbang kampus.. sudah telat juga mau diapain..? mau buru – buru..? sama aja lah.. pasti ujung – ujungnya kena hukuman juga.. bajingaannn..

Dan ketika aku sudah didepan gang.. pandangan semua panitia yang ada digerbang langsung tertuju padaku.. dan dengan santainya lagi, aku berjalan kearah gerbang kampus..

“Toleee…” teriak salah satu panitia dari arah samping.. (tole untuk panggilan maba yang laki – laki, nduk untuk maba yang perempuan.. sedangkan panggilan untuk panitia.. kanda untuk yang laki – laki dan yunda untuk yang perempuan..)

Akupun langsung melihat kearah suara itu dan..

BUHHGGGGG..

Perutku terkena injakan yang sangat keras sampai aku termundur beberapa langkah.. akupun langsung menunduk sambil memegang perutku.. anjing.. perutku belum terisi makanan, malah dapat sarapan injakan lagi.. bangsaattt..

Akupun langsung menegakkan tubuhku dan mengangkat wajahku..

“kenapa kamu terlambat..” ucap Kenzie sambil mengangkat kerah kemeja putihku..

Bajingaannn.. ternyata Kenzie toh yang injak perutku tadi.. untung kamu temanku zie.. kalau orang lain, sudah kubuat roboh saat ini juga..

“ketiduran aku kanda..” ucapku dengan santainya.. lalu Kenzi melepaskan pegangan kerah kemejaku dan..

BUHHGGGGG..

Sebuah pukulan kepalan tangan kanan Kenzie mendarat diperutku lagi.. bajingan Kenzie ini.. mana pukulannya kuat banget lagi.. anjinggg..

“buka pintu gerbangnya.. biar kuhukum didalam anak ini..” ucap Kenzie kepada panitia yang menjaga gerbang.. dan para panitia itupun langsung membukakan pintu gerbang..

“kamu ikut aku..” ucap Kenzie dengan kerasnya kepadaku lalu berjalan masuk kedalam area kampus.. akupun mengikuti Kenzie dibelakangnya..

“anjing..” gumamku pelan sambil mengelus perutku ketika berjalan dan tidak ada panitia selain Kenzie yang berjalan didepanku..

Kenzie pun langsung menghentikan langkahnya.. dia langsung berbalik dan menatapku..

“kamu mau panitia lain yang hukum kamu..?” ucap Kenzie dengan emosinya dan aku hanya menatapnya saja sambil terus mengelus perutku..

“aku yang ga terima kalau kamu sampai dihukum sama panitia yang lain.. mending aku sendiri yang pukul kamu..” ucap Kenzie dengan bibir yang bergetar lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan lagi..

Bangsaattt.. enak kamu mukul aku zie.. dan kamu pasti tau, aku ga mungkin membalas pukulanmu.. coba yang lain, pasti lain ceritanya.. anjing.. anjing..

Dan setelah sampai dilapangan utama, aku langsung baris bersama beberapa mahasiswa baru yang mungkin telat atau dia melakukan kesalahan.. sedangkan, mahasiswa baru yang datang tepat waktu.. lagi melakukan gladi untuk upacara pembukaan orientasi..

Semua mahasiswa yang ada dibarisanku ini, mendapat berbagai macam hukuman.. mulai push up, jumping jack, bernyanyi sampai ada juga yang dipukul.. hanya aku saja yang tidak disentuh, karena ada Kenzie berdiri didekatku..

Dan setelah acara gladi selesai.. kami yang ada dibarisan lain ini pun, disuruh bergabung dengan kelompok kami masing – masing..

Dan ketika aku sampai di dekat barisan kelompokku.. seorang wanita cantik berdiri sambil melipatkan kedua tangannya didada.. yunda Clara..

“kenapa kamu terlambat..?” tanya yunda Clara dengan tegasnya..

“maaf yunda, saya kesiangan..” ucapku sambil menatap wajah cantiknya..

Uhhhh.. sakit diperutku pun langsung hilang seketika.. wajahnya yang manis dan menyejukkan itu langsung mendamaikan hatiku..

“enak banget jawabmu.. asal kamu tau ya.. kalau kamu terlambat, aku juga yang kena imbasnya.. karena aku bina dampingmu..” ucapnya yang terlihat marah itu..

“maaf yunda.. maaf kalau kesalahan saya ini malah menyusahkan orang lain.. setelah ini, saya akan lebih berhati – hati.. dan saya akan mengikuti semua kegiatan ini, sesuai aturan yang berlaku dikegiatan ini..” ucapku sambil terus menatap mata wanita cantik ini..

Karena aku terus menatap matanya, yunda Clara langsung mengalihkan pandangannya kearah yang lain sambil menurunkan tangannya dari lipatan didada..

Yunda.. waktu kedua orang tuamu membuatmu itu memakai gaya apasih..? kenapa hasilnya bisa cantik seperti ini..? bajingaannnn..

“masuk kedalam kelompok sana..” ucapnya sambil melirikku.. dan kata – kata yunda Clara pun tidak sekeras tadi..

“terimakasih yunda.. dan mohon maaf sekali lagi..” ucapku sambil menganggukan kepalaku..

Setelah itu aku langsung berjalan kearah kelompokku.. akupun melewati yunda Clara yang berdiri membelakangi kelompokku..

“aku harap kamu ga mengulanginya lagi..” ucapnya ketika aku berjalan dan tepat berada disampingnya.. dan dia berbicara tadi tanpa menoleh kearahku.. aku lalu menghentikan langkahku dan menoleh kearahnya yang berdiri sangat dekat denganku.. aroma tubuhnya yang wangi pun langsung tercium di hidungku.. dan wajahnya yang cantik itu sangat dekat dan terlihat dari samping..

“aku laki – laki.. apa yang aku katakan, itu yang akan aku lakukan.. dan satu hal yang perlu kamu ketahui..” ucapku dan sengaja aku menghentikan ucapanku.. ‘Mileaku’ ini pun langsung menoleh kearah wajahku.. aku sudah tidak memakai kata – kata saya untuk diriku, dan aku juga menyebut ‘mileaku’ ini dengan sebutan kamu bukan yunda lagi..

Kami bertatapan lagi dan ini saaaangat dekat sekali.. dan didalam tatapannya pun, tidak terlihat kemarahan sama sekali.. bola matanya yang indah itupun aku tatap sangat dalam sekali..

Bajingaaannn.. cantik sekali sih kamu itu yunda.. tatapan matamu pun terlihat seksi sekali.. anjinggg..

“kalau sampai terjadi apa – apa denganmu sedikit saja, dan itu karena kesalahanku.. aku tidak akan memaafkan diriku.. aku akan mencari orang yang berani melimpahkan masalahku kepadamu dan aku akan menyelesaikan orang itu saat itu juga..” ucapku sambil terus menatap matanya..

Dan setelah itu aku menatap lurus kedepan, lalu berjalan lagi kearah kelompokku..

#cuukkk.. tatapan matamu itu seperti mata anak panah yang dibawa oleh dewa cupid.. lalu anak panah itu ditarik dan dilepaskan kearah dadaku.. lalu menancap tepat dijantung hatiku.. anjiiinngggg..

(Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 7)Sebelumnya | Selanjutnya(Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 9)

Banyak Film lain di Banyak Film Indoxxi

Banyak Game lain di Banyak Game