Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
LAPAKDEWA LAPAKPOKER

Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 16

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7
Part 8Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 17

Cerita Dewasa Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 16

Cerita Dewasa Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 16

LELAH BANGET..
Mata merah dan mata hitam.. gilaaa.. mahluk apa yang memasuki orang – orang yang ada dipondok merah kemarin itu..? kok mengerikan sekali ya..? Badai dengan mata merahnya.. Mas Panji, Haris dan Faris dengan mata hitamnya.. belum lagi dengan Lia dan Bulan, mereka berdua juga memiliki mata hitam seperti itu.. ada apa dengan mereka semua..?

Dan terus terang, dengan semuanya kecuali Haris dan Faris.. aku memiliki ikatan batin yang sangat kuat.. apa aku juga memiliki mata merah atau mata hitam..? kalau iya, dari mana aku mendapatkannya..? lagian aku juga belum pernah merasakan emosi yang sangat luar biasa, sampai mataku harus berwarna seperti itu..

Kemarin memang sangat menegangkan suasananya.. aku yang niat awalnya hanya ingin jalan – jalan kepondok merah, harus melihat perkelahian yang sangat mengerikan seumur hidupku.. Badai dan Faris saling menyerang dengan kekuatan mereka yang sangat luar biasa.. darah seperti tidak berharga diruangan itu.. wajah mereka berdua dipenuhi dengan luka dan darah yang menetes kemana – mana.. belum lagi aura mistis yang sangat terasa ketika perkelahian itu berlangsung..

Secara fisik yang bertarung memang Badai dan Faris.. tapi melalui mata batinku, aku merasa dua sosok mahluk yang sangat menyeramkan yang sedang bertarung.. gilaa..

Dan yang membuat aku makin gila dan masih bingung untuk mencernanya.. kenapa aku nekat menghentikan aksi Badai yang masih tidak puas ketika sudah menginjak wajah Faris dan ketika Haris ingin melawan Badai.. belum lagi ketika Mas Panji yang emosi juga, ketika menghentikan Haris yang akan ikut campur dengan duel itu dan menghentikan Badai yang menginjak kepala Faris.. kenapa aku punya kenekatan seperti itu..?

Yang jelas aku seperti mempunyai dorongan untuk menghentikan semua pertarungan kemarin.. dan entah kenapa, ketika aku yang berbicara.. semua orang langsung terdiam, dan suasana langsung hening seketika.. tidak ada yang membantahku satupun, termasuk Mas Panji.. kenapa bisa seperti itu ya..? emang aku itu punya kekuatan apa..? dan aku memiliki mata yang berwarna apa, sehingga didengar oleh mereka yang sedang dirasuki oleh mahluk – mahluk yang menyeramkan itu.. apa aku juga dirasuki oleh suatu mahluk..? mahluk yang seperti apa yang merasukiku..? gilaa.. ini gilaaaa..

Aku harus mencari tau kemana tentang ini semua..? ini semua misterius, sama seperti kehidupan masa lalu Ayah dan Bunda.. dan ketika aku ingin mencari tau, pasti selalu tertutupi oleh hal – hal yang ga bisa aku ungkapkan dengan kata – kata..

Apa semua ini memiliki benang merah yang saling berkaitan..? kehidupan masa lalu Ayah, Bunda atau bahkan leluhurku, sampai dengan mereka semua yang memiliki mata merah dan mata hitam dikota ini..? apa mata merah dan mata hitam itu ada saling keterkaitannya..? kalau dari satu daerah aja ga mungkin.. karena Badai dari propinsi seberang, Lia dari pulau seberang, Mas panji, Haris dan Faris dari pulau ini.. sedangkan Bulan katanya dari ibukota khayangan.. tapi kenapa mereka semua memiliki mata seperti itu..? dan pasti pada saat emosi saja, mata – mata itu keluar dari mereka.. gilaaa.. bajingaannn.. ini seperti benang kusut yang harus aku uraikan satu persatu..

Dan satu yang menjadi tanda tanya yang paling besar dikepalaku.. kenapa aku harus ada dilingkaran ini dan kenapa aku mempunyai keinginan yang kuat untuk mengurai benang – benang kusut itu, dan menemukan ujung keujung dari benang kusut itu.. gilaaaaa..

“angger.. kehidupan ini ga selurus dan ga semulus yang angger bayangkan.. banyak jalan yang terjal yang harus dihadapi, untuk mencapai puncak kehidupan yang sesungguhnya.. apalagi dengan sesuatu yang angger miliki, pasti ada aja yang pengen mencoba angger..”

Kata – kata Mayang Gadis ketika aku selesai ditatto dan bertemu dengannya disungai waktu itu, langsung mendengung dikepalaku..

Apa ini salah satu jalan terjal yang akan aku lewati dan apa ini ‘sesuatu’ yang aku miliki, sampai aku bisa didengar oleh mereka ketika emosi dipondok merah kemarin..?

Atau mungkin juga ini semua akan bermuara kepada kehidupan masa lalu Ayah dan leluhurku..? dan ini akan membuka semua rasa penasaran yang ada dikepalaku..? gilaaa.. aku ga mampu lagi berpikir.. kepalaku sakit dan pusing ketika memikirkan ini semua.. ada sesuatu hal yang memaksaku untuk berhenti berpikir, ketika pertanyaan – pertanyaan ini datang dikepalaku.. contohnya, seperti saat ini.. pasti kepalaku langsung terasa sakit sekali.. guendeng ancene’og..

Dan sekarang, aku hanya bisa memegang kepalaku dan mengurutnya pelan.. kenapa rasa sakit ini selalu datang ketika aku memikirkan hal ini sih..? gila.. sakitnya itu luar biasa sekali rasanya.. aku lalu kekamar mandi dan membuka semua pakaianku.. setelah itu aku mengguyur seluruh kepalaku yang mulai panas ini.. karena seluruh tubuhku gerah, akhirnya akupun mandi sekalian..

Dan setelah selesai mandi, aku melilitkan handuk di pinggangku.. lalu dengan bertelanjang dada, aku berdiri didepan kaca didekat kasurku.. kaca yang besar dan seukuran dengan tubuhku ini..

Dan pandanganku langsung tertuju pada tattoo didadaku.. tattoo rajawali, tattoo khas keluarga jati yang ada diseluruh dadaku ini.. gilaaa.. tattoo ini benar – benar sangat luar biasa.. aroma mistis, sangar, dan garang ketika aku melihat tattoo ini didadaku.. selain itu juga, aku merasa lebih percaya diri, berani, jantan, gagah dan perkasa ketika melihat tattoo ini terlukis dadaku..

Tapi tetap saja.. aku selalu menyembunyikan tattoo ini dari semua orang yang mengenalku, kecuali keluargaku.. karena tattoo ini bukan untuk dipamerkan, tapi hanya untuk menjadi identitas keluarga besar jati..

Tapi apa benar ini hanya sebuah identitas keluarga besarku saja..? atau ada hal yang lain..? atau ada hubungannya dengan semua yang aku jalani saat ini..? cukup.. cukup sudah.. aku ga mampu lagi berpikir.. aku hanya berharap, misteri ini akan terbuka satu persatu.. cepat atau lambat..

TOK.. TOK.. TOK..

Pintu kamarku diketok dan aku langsung menuju lemariku untuk mengambil pakaianku..

“ngger..” panggil Mas Aska dari luar kamarku..

“iya Mas.. aku masih pakai baju..” ucapku sambil mengenakan pakaianku..

“iya.. jangan lama – lama.. ada yang cari..” ucap Mas Aska lagi..

“siapa mas..?” tanyaku..

“lihat aja sendiri..” kata Mas Aska dan terdengar kalau dia sedang melangkah dan duduk di ruang tengah..

Dan setelah aku mengenakan pakaianku, aku pun langsung membuka pintu kamarku.. dan diruang tengah, semua penghuni kosan ini sedang berkumpul dan seperti biasa.. mereka bermain game yang entah apa namanya.. karena aku bukan pencinta game seperti mereka, jadi aku ga tau apa yang mereka mainkan.. hehehe..

Loh tadi katanya ada yang cari aku, mana orangnya nih..? aku pun berjalan mendekati teman – temanku yang menunduk dan asyik memainkan Hpnya..

“Mas.. siapa yang cari aku..?” tanyaku..

“diluar..” jawab Mas Aska singkat sambil terus bermain game diHpnya..

“Mas Aska.. jangan cepat – cepat kenapa sih..? tunggu..” ucap Mas Julian..

“awas dibelakangmu itu.. sudah lambat ga hati – hati lagi..” ucap Mas Uzi kepada Mas Julian..

“mati aku.. mati.. anjiiinngggg…” ucap Mas Julian dengan geregetannya..

“mati sudah sana Mas..” sahut Dylan..

“cuukkkk..” maki Mas Julian..

Ini main game apasih..? kenapa ada bunuh – bunuhan segala..? kelihatannya otak teman – temanku ini sudah kecanduan dengan game yang ada di Hp mereka.. emang apa enaknya sih duduk dan memandang Hp berjam – jam seperti itu..? dan kalau aku perhatikan, mereka bukan hanya lupa waktu.. tapi juga lupa makan, lupa tidur, lupa kuliah, sampai mungkin juga lupa ingatan.. hehehe.. gila..

“ada game tentang coli bareng ga sih..?” tanyaku dengan santainya lalu aku mengeluarkan permen lolipopku dan mengemutnya..

Semua temanku yang masih main game pun langsung melihat kearahku..

“JIANCOOOKKKK..” maki mereka semua kepadaku dan aku hanya tersenyum sambil mengemut permenku..

“hehehe.. jangan marah gitu.. perhatikan tuh Hpnya..” ucapku sambil memegang batang permenku.. dan teman – temanku langsung menunduk lagi sambil melihat Hpnya..

“bajingaaaaaann.. mati aku cook..” ucap Mas Aska..

“aku juga..”

“assuuu..”

“jiampuuttt..” satu persatu teman – temanku pun memaki lalu meletakkan Hp mereka dimeja dan langsung melihatku..

“kamu keluar aja sana ngger.. bikin ga konsen aja..” ucap Mas Zidan kepadaku..

“iya.. keluar aja sana kamu..” sahut Dylan yang ikut mengusirku..

“tamumu nunggu tuh..” ucap Mas Aska dan aku hanya tersenyum lalu membalikkan tubuhku dan berjalan kearah pintu kos..

Dan setelah sampai dipintu kosan, aku membalikkan tubuhku dan melihat teman – temanku yang akan memulai permainan mereka lagi..

“tapi ada baiknya juga sih kalian main game ini.. kalian cuman saling bunuh – bunuhan dengan lawan kalian di Hp.. coba kalau beneran ada game yang isinya coli bareng.. kalian akan menjadi psikopat yang sadis, dengan membunuh calon – calon keturunan kalian sendiri dengan tangan kalian.. hehehe..” ucapku lalu aku mengemut permenku lagi..

“BAJINGAAANNNN..!!!” teriak teman – temanku kepadaku dan aku langsung keluar dan menutup pintu kosan.. kalau sampai aku telat keluar kosan, mungkin aku akan dilempar Hp mereka satu persatu.. eittsss.. ga mungkin kalau dilempar pakai Hp.. sayang banget pastinya.. pasti mereka melemparku pakai sesuatu yang lain.. seperti meja, kursi, atau bahkan mereka akan mengangkat Dylan dan melemparkannya ke aku.. hahahahaha.. gila..

“jahat banget sih kamu itu kak..” ucap seorang wanita dengan suara yang sangat merdu sekali disamping teras didepan kosanku..

Kaila Zahra

Kaila..? kenapa dia kesini..? bukannya tumben loh ya.. kalau tumben itu, dia pernah kesini atau jarang – jarang kesini.. tapi ini dia ga pernah sama sekali kesini dan kami belum begitu akrab.. kalau begitu apa ya namanya..? mungkin aku bisa menyebutnya ‘aneh’.. iya ‘aneh’ banget dia main kekosanku.. terus nyari aku lagi..

Dan ‘anehnya’ lagi, dia manggil aku kak.. sejak kapan aku jadi pembina pramukanya..? atau sejak kapan aku jadi seniornya..? kami juga ga punya hubungan darah sebagai adik dan kakak.. kuliah kami satu angkatan, berarti kan usinya kurang lebih aja.. ‘aneh’ wanita satu ini.. kemarin – kemarin dia manggil aku ngger gitu aja kok.. wahhh.. sudah lah.. terserah dia mau manggil aku apa.. panggil sayang juga aku terima kok.. hehehehe.. guendeng ancene og..

“kok kakak ngelihatin Kalia gitu sih..?” tanya Kaila sambil menatap mataku.. aku pun kaget dengan pertanyaan Kaila.. memang aku dari tadi memandang matanya yang indah itu terus menerus kok.. hehehehe..

“aneh aja..” jawabku singkat..

“aneh..?” ucap Kaila sambil mengerutkan kedua alisnya, dan itu makin membuat imut wajah Kaila..

“iya aneh.. kenapa kok Kaila main kekosanku dan mencari aku..? terus kenapa juga manggil aku dengan sebutan kakak..?” tanyaku ke Kaila..

“mana dulu ini yang Kaila jawab..?” tanya balik Kaila lalu tersenyum..

“mana aja yang penting Kaila senang..” ucapku lalu aku mengemut permenku lagi..

“berarti Kaila ga usah jawab ya kak..” ucap Kaila lalu tersenyum lagi..

“kok gitu..?” tanyaku..

“soalnya.. ketemu Kakak aja, Kaila sudah senang..” ucap Kaila lalu tertunduk malu..

Astagaaaaa.. ini maksudnya apa sih..? kok aneh banget gitu jawabnya..? apa itu ada hubungannya dengan dua pertanyaanku tadi..? atau Kaila ini hanya ingin membuat aku kegeeran dengan jawabannya itu..? terus aku harus cari kemana tentang jawaban pertanyaanku tadi..? wahhhh.. beneran ‘aneh’ wanita satu ini..

“Kaila.. tinggal jawab kenapa datang kesini dan mencari aku, sama kenapa manggil aku kak.. gitu aja kok ribet banget sih..?” tanyaku..

“ga penting itu kak..” jawab Kaila dengan santainya..

“penting bagiku..” ucapku..

“wah.. berarti Kaila penting banget bagi kakak ya..?” ucap Kaila lalu tersenyum dan kali ini senyumnya sangat bahagia sekali terlihat..

Ya amppuunnnnn.. cukup sudah kepalaku pusing dengan kejadian kemarin dikosan pondok merah.. jangan ditambah lagi dengan wanita ‘aneh’ satu ini.. bisa – bisa aku melepas semua pakaianku sampai telanjang bulat, terus aku lari keliling kosan ini sambil teriak.. aku gila.. aku gila.. guendeng ancene og..

“hihihihi.. kakak tambah manis deh kalau bingung gitu..” ucap Kaila lalu tersenyum dan dia membalikkan tubuhnya lalu berjalan meninggalkan aku didepan kosanku..

Haa..? terus maksudnya apa ini..? cuman gitu aja..?

“aaargghhhhhh..” ucapku yang geregetan sambil mengacak – ngacak rambutku dengan kedua tanganku dengan gemasnya.. lalu aku membenarkan posisi kaca mataku..

“Kaila.. mau kemana..?” tanyaku ke Kaila yang sudah berjalan sampai dipagar kosanku..

“mau balik..” jawabnya sambil melihat kearahku lalu tersenyum lagi dengan tanpa dosanya..

Apa..? beneran cuman gitu aja..? buka baju nih.. buka baju beneran nih aku.. bajingaannn…

“kok gitu aja sih..?” tanyaku sambil berjalan mendekati Kaila..

“emang kakak maunya gimana..?” ucap Kaila dengan entengnya..

Ha..? dan aku hanya mampu diam sambil mataku terbuka lebar dan mulutku menganganga.. Kira – kira kalau kalian yang ada diposisiku sekarang ini bagaimana..? marah..? bingung..? bengong..? atau langsung buka celana kalian, terus coli didepannya Kaila gitu..? biar sekalian wes gilanya.. hahahahaha.. guendeng ancene og..

“huuuuuu..” dan aku langsung menundukkan kepalaku sejenak, lalu aku mengangkat wajahku lagi dan melihat wajah Kaila yang hanya tersenyum manis saja..

Oke ngger.. cukup kamu bingung dan bengong.. masa hadapin yang beginian aja, kamu harus sampai memutar otakmu sih.. santai bro.. santai.. kalau ada wanita cantik yang datang kekosanmu dan mencari kamu, itu berarti ada yang diinginkan dari kamu.. bukannya merasa kegantengan loh ya, bukan.. tapi pasti dia ada rasa denganmu.. entah rasa apa itu.. dan harusnya dia tau kan kalau kamu itu sudah pacaran dengan Lia.. jadi buat apa kamu yang bingung..? sekarang waktunya, kamu yang buat dia bingung.. oke..

“kakak kok aneh gitu sih..? kakak kenapa..?” tanya Kaila..

“aku lapar..” jawabku singkat lalu aku membuang batang permenku.. setelah itu, aku berjalan dan melewati Kaila..

“kakak ga ngajak Kaila makan..?” tanya Kaila ketika aku sudah berjalan tidak jauh darinya..

“kalau mau ikut ayok..” ucapku sambil menghentikan langkahku dan menatapnya..

“traktir ya..” ucapnya lalu tersenyum dengan manisnya..

“tergantung..” ucapku singkat..

“tergantung apa..?” tanya Kaila dengan wajah yang agak bingung..

“tergantung Kaila makannya apa..” ucapku dengan santainya..

“makannya Kaila ga banyak kali kak.. ga mahal juga loh..” ucap Kaila..

“tapi susah nyarinya..” ucapku sambil melihat kearah yang lain..

“maksudnya gimana sih..?” tanya Kaila dan dia terlihat makin bingung..

“kamu itu kan datang ga dijemput, pulang ga diantar..” ucapku sambil meliriknya..

“maksud kakak itu, Kaila..” ucapnya terpotong dengan mata yang melotot..

“iya aku bingung mau cari kemenyan dimana pagi menjelang siang begini..” ucapku lalu melihat kearah yang lain lagi..

“kakak kira Kaila itu jailangkung..?” ucapnya dengan mata yang melotot dan ekspresi yang ngegemisin banget..

Dan aku tidak menjawabnya.. aku hanya mengangkat kedua kedua bahuku dan telapak tanganku bersamaan..

“jahaaaattt..” ucap Kaila sambil berjalan mendekati aku lalu memukul bahuku pelan..

“sebel.. sebel.. jahaaaaattt..” ucap Kaila dengan wajah yang imut dan ngegemesin banget..

Duhhhh.. ini kalau aku belum punya pacar, sudah kutembak Kaila sekarang juga.. gilaaa.. ekspresi wajahnya yang imut ini, bener – bener membuat bahagia yang memandangnya.. guendeng ancene og..

“udah deh.. ga usah lebay..” ucapku yang menutupi rasa grogiku karena dipukul dengan sangat manja oleh Kaila ini..

“habis kakak gitu sih.. masa Kaila disamain sama jailangkung.. memang ada jailangkung secantik Kaila..?” ucap Kaila yang sekarang mulai menyanjung dirinya sendiri..

“ya mana aku tau.. aku bukan jailangkung..” ucapku dengan cueknya..

“iihhhhh.. kakak ini beneran nyebelin banget ya..” ucap Kaila dan sekarang dia terlihat jengkel sekali.. tapi walaupun seperti itu, wajahnya makin terlihat cantik dan manis..

“ada ya jailangkung itu ngambekan.. harusnya kan yang diganggu sama jailangkung yang ngambek..” ucapku lalu berbalik dan berjalan meninggalkan Kaila yang lagi ngambek itu..

“ihhhhhh.. jahat..” ucapnya dan terdengar dia menghentakan kakinya keaspal dengan agak keras..

Hehehehe.. memang enak dibuat jengkel..? untung aku ga sampai seperti itu jengkelnya.. kalau aku sampai seperti itu, bukan kakiku yang aku hentakkan keaspal, tapi hatiku.. eeaaaaaa.. hahahahaha… bajingaannn…

“jadi ditraktir ga ini..?” ucapku sambil menghentikan langkahku dan melihat kearah Kaila yang masih jengkel itu..

“ga mau..” ucap Kaila meraju dan masih berdiri ditempat..

“ya udah.. tunggu aja disitu.. entar aku bungkusin kemenyannya.. hehe..” ucapku lalu tertawa..

“jahaaaaattt..” ucap Kaila lalu berjalan kearahku dan mencoba mencibuit perutku..

“udah.. udah.. udah..” ucapku sambil menghindari cubitannya dan tanpa sengaja, tanganku memegang telapak tangannya.. dan itu menghentikan gerakannya yang mencoba mencubitku.. kami lalu terdiam beberapa saat dibawah sinar mentari yang mulai menyengat ini.. tangan kami pun tetap saling menggenggam dengan mata saling berpandangan..

Tatapan Kaila begitu mendalam kearah mataku, dia seperti mengirimkan gelombang – gelombang cinta lewat tatapannya itu.. sinyal cinta begitu kuat dari tatapan matanya itu.. gila.. gila.. dan gilanya lagi.. sinyal itu aku tangkap dan aku pancarkan keseluruh tubuhku, sehingga aku seperti mendapatkan energy yang baru didalam tubuhku..

Aduh de.. kenapa bisa pas sih momennya..? gilaa.. gila… ini kalau aku biarkan terus.. tatapan mata Kaila bisa membangkitkan segalanya yang ada didalam tubuhku.. ini harus dihentikan.. cukup sudah kegilaanku ini.. cukup..

“ternyata seperti ini ya memegang tangan jailangkung itu..” ucapku memecahkan suasana yang tegang diantara kami berdua ini..

“kakak..” ucap Kaila lalu melepaskan pegangan tangannya dan dia langsung membalikan tubuhnya..

Dan ketika dia akan melangkahkan kakinya.. aku lalu memegang pergelangan tangannya, lalu menariknya pelan sampai Kaila menghadapku lagi.. astagaaaa.. kenapa juga aku melakukan ini..? ini bukan menghentikan kegilaan, tapi justru makin memperparah kegilaanku..

“sudah cukup dramanya.. aku lapar..” ucapku dengan santainya sambil menatap matanya.. Kaila hanya terdiam sambil membalas tatapanku.. setelah itu aku berjalan sambil terus menggenggam pergelangan tangannya.. dan Kaila tidak menolak atau melepaskan pegangan tanganku itu.. tuhkannn.. gila beneran aku..

Kami berdua berjalan dibawah terik mentari yang makin lama makin terasa panas ini.. keringat bukan hanya mengalir didadaku, keningku, punggungku atau leherku.. tapi keringat juga mengalir diselangkanganku sampai rambut diantara selangkanganku juga basah.. gila.. gimana ga basah.. aku sekarang bukan lagi menggenggam pergelangan tangan Kaila, tapi aku sekarang menggenggam telapak tangannya dan dia membalasnya dengan erat genggamanku itu.. gila ga..?

Aku itu sudah punya Lia sebagai pacarku dan Bulan juga sudah mengisi sisi yang lain dari hatiku.. sekarang ditambah dengan Kaila siimut ini.. apa ga gila aku..? ini kalau ketiga wanita ini berkumpul dan berdiri dihadapanku, waw.. mungkin itu saja yang bisa aku ucapkan.. terus mau gimana lagi..? mau minta cium Lia atau Bulan..? atau minta digenggam seperti ini sama Kaila..? gila aja.. mungkin bibirku ini bisa djadikan lalapan sama Lia dan Bulan.. terus telapak tanganku ini, bisa dijadikan sop sama Kaila.. guendeng ancene og..

Kami berdua pun terus berjalan dan berhenti di warung makan yang tidak jauh dari kosanku.. dan setelah masuk kedalam warung makan, akupun melepaskan genggaman tanganku ditangan Kaila.. lalu dengan tertunduk malu, Kaila duduk dihadapanku..

“mau makan apa..?” tanyaku dan aku masih berdiri dihadapan Kaila..

“terserah kakak aja..” ucap Kaila sambil melihat kearahku sebentar lalu menunduk malu lagi..

“jangan terserah, entar kalau kucarikan kemenyan baru tau neh..” ucapku untuk mencairkan suasana yang aku sendiri bingung menghadapinya..

“udah deh.. ga usah mulai lagi..” ucap Kaila sambil melirikku..

“ya terus mau makan apa..?” tanyaku lagi..

“Kaila pesan sendiri aja..” ucap Kaila lalu berdiri..

“kakak mau dipesanin atau mau pesan sendiri..?” tanya Kaila kepadaku..

“pesanin sekalian deh.. nasi campur ya..” ucapku lalu aku duduk..

“lauknya..?”

“bandeng aja ya..” jawabku..

“oke..” ucap Kaila lalu berjalan kearah meja ibu warung dan memesan makanan untuk kami berdua..

Bukannya aku ga sopan meminta Kaila memesan makananku sekalian.. aku itu orangnya ga repot.. seandainya dia memesan kan aku selain nasi campur dan lauknya bukan bandeng, pasti aku akan memakannya.. tapi kalau dia yang aku pesankan, iya kalau dimakan..? kalau engga..? kan lebih baik dia aja yang pesan sendiri..

Dan tidak lama kemudian, Kaila datang dan duduk lagi dihadapanku.. dan sekarang wajah Kaila sudah ga ngambek seperti tadi.. sekarang wajahnya sudah mulai tersenyum manis lagi..

“Kaila dari mana tadi..?” tanyaku..

“dari tempat temannya Kaila, di blok paling ujung kos kakak..” ucapnya dengan santai..

“terus..?” tanyaku lagi..

“karena Kaila lewat kosan kakak, ya sekalian singgah aja.. siapa tau diajakin makan.. hihihihi..” ucapnya lalu tersenyum dengan manisnya..

“tau dari mana kalau aku kos di gedung putih..?” tanyaku..

“dari Angelia..” jawabnya singkat..

“ooo..” ucapku sambil mengaggukan kepala..

Lalu makanan kami pun akhirnya datang dan tersaji dihadapan kami.. sepiring nasi campur dengan lauk bandeng, dan sepiring nasi putih.. loh.. Kaila makan nasi aja nih..? ga salah..?

“kalau makannya cuman ini, setiap hari aku juga mau traktir Kaila..” ucapku..

“ga gitu juga kali kak.. biasanya pakai lauk sama sayur.. tapi berhubung Kaila bawa ini..” ucapnya sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam tasnya..

“apa itu..?” tanyaku lagi..

Kotak kecil itupun dibuka, dan didalamnya ada makanan yang terbungkus plastik berwarna bening..

“manday..” jawabnya sambil tersenyum dan membuka plastic berwarna bening itu.. dan air liurku pun langsung mau menetes melihat lezatnya makanan itu..

“kakak mau..?” tanya Kaila..

“maulah.. kalau ditempatku ini namanya kulit cempedak..” ucapku sambil menahan air liur yang akan menetes dibibirku..

“loh kakak tau juga makanan ini..?” ucap Kaila lalu mengambil sepotong manday dan mencampurnya kedalam nasinya..

“bukan tau aja.. tapi aku bisa masaknya..” jawabku lalu mengambil manday yang sudah ada sambel bawang putihnya itu..

Dan Kaila pun mulai memakan makannya itu..

“hemmm.. gimana cara masaknya kak..?” tanya Kaila setelah dia menelan makanannya..

Akupun mengunyah lembutnya kulit cempedak didalam mulutku ini lalu menelannya..

“sebelum diolah, kulit cempedak dibersihkan, terus diawetkan terlebih dahulu menggunakan air yang dicampur garam.. terus ditutup rapat di dalam toples.. habis itu, didiamkan dalam waktu yang cukup lama.. semakin lama kulit cempedak direndam seperti itu, rasanya akan semakin istimewa..” ucapku menjelaskan ke Kaila..

“wiihhhh.. terus kakak sukanya manday di masak apa..?”

“digoreng biasa aja.. terus dipenyet pakai sambel bawang putih seperti ini..” ucapku sambil mengambil sepotong kulit cempedak dikotak makanan Kaila itu lagi..

“terus kalau aku itu sukanya yang agak basah dan ga terlalu kering..” ucapku lagi..

“iya kak.. rasanya lebih enak dari pada daging..” ucap Kaila..

“ini juga daging loh.. daging cempedak..” ucapku lalu menikmati lagi makanan ini.. dan kami berduapun melanjutkan makanan kami..

Gurih dan lembutnya kulit cempedak ini pun terasa nikmat, apalagi memakai sambel bawang putih.. waw.. terus ditambah, makannya bareng si imut Kaila.. waw.. waw.. waw.. ga bisa diungkapkan dengan kata – kata nikmatnya..

Dan setelah makanan kami habis.. kami sama – sama berdiam diri sambil menikmati es teh pesanan kami.. dan kami pun sempat saling berpandangan.. huuuuuu..

Setelah makan kulit cempedak, hatiku semakin meledak – ledak.. bajingaannn..

“terus habis ini, Kaila mau kemana..?” tanyaku..

“balik kekosan kak..” jawab Kaila..

“naik apa..?”

“naik angkot lah kak..”

“kuantar aja ya..”

“kalau ga ngerepotin ya ga apa – apa..”

“ngerepotin apasih..?” ucapku lalu aku berdiri..

“mau kemana kak..?”

“mau ambil mexiku lah..”

“ga usah deh kalau gitu.. mending Kaila langsung balik aja..”

“loh kenapa ga mau naik mexiku..?”

“ituloh angkotnya, tinggal naik aja.. dari pada jalan lagi kekosan kakak..” ucap Kaila sambil menunjuk angkot yang sedang menunggu penumpang..

“ayo sudah..” ucapku dan aku pun langsung kearah meja kasir dan membayar makanan kami..

Setelah itu, kami berdua langsung menuju angkot yang tidak jauh dari warung tempat makan kami tadi.. dan didalam angkot, kami berdua duduk berdampingan dan sangat dekat sekali..

Dan didalam angkot ini, penumpangnya hanya aku dan Kaila aja.. wihh.. terasa angkot ini milik berdua.. hahahaha..

“kosan Kaila dimana sih..?” tanyaku…

“di kos alexis..” jawab kaila singkat..

Apa..? alexis..? ga salah dengar nih aku..? gilaaaa.. itukan kosan Bulan dan Kak Dana.. duhhh.. kenapa kebetulan ini kok membuat dadaku sesak ya..? aduhhhh..

“kenapa diam kak..?” tanya Kaila..

“ga apa – apa..” jawabku lalu aku mengeluarkan permen lolipopku dan membukanya lalu mengemutnya..

“kakak takut ketahuan Mba Bulan atau ketahuan Kak Dana ya..?” tanya Kaila dan itu langsung membuatku melihat kearah wajahnya..

“maksudnya..?” tanyaku..

“kakak takut ketahuan Mba Bulan kalau ngantarin Kaila kan..? sama Kakak juga takut ketahuan sama Kak Dana, terus nanti Kak Dana cerita ke Angelia.. iya kan..? hihihihi..” ucap Kaila lalu tertawa..

Kaila tau apa tentang aku dan Bulan..? oke kalau tentang Lia, mungkin dia tau tentang hubunganku dengan Lia dan mungkin Lia sendiri yang cerita ke Kaila.. tapi masalah Bulan..? tau dari mana dia..? atau jangan – jangan, dia yang melihatku malam – malam itu, ketika aku mengantarkan Bulan dan kami berdua berciuman..? astagaaaa..

Terus kenapa dia ga ngomong dari tadi, kalau satu kosan dengan Bulan dan Kak Dana..? kenapa dia mengiyakan aja ketika aku menawarkan mengantarkan dia pulang kekosannya..? apa dia sengaja menjebakku..? tapi apa untungnya buat dia..? duuuhhh..

“Kakak ini sebenarnya pacarnya siapa sih..? Mba Bulan atau Angelia..?” tanya Kaila dengan santainya..

Ha..? ga salah nih pertanyaan Kaila..? Pertanyaan macam ini..? terus kenapa tanyanya pakai cemburu gitu sih..? biasa aja kali.. walaupun Kaila bertanya dengan santai.. tapi gerakan bibirnya yang agak bergetar dan tatapan mata yang seirama dengan ucapannya itu.. mengisyaratkan kalau dia lagi cemburu..

“santai aja dong tanyanya..” ucapku mengalihkan pembicaraan.. dan sengaja aku mengalihkan pembicaraan, karena aku bingung harus menjawab apa.. masa iya aku ngomong, aku pacaran sama Lia dan aku cinta dengan Bulan.. gitu..? guendeng ancene og..

“maksudnya apa nih..? kakak kira Kaila cemburu….?” Ucap Kaila dengan mata yang melotot..

Tuhkan.. aku loh ga ngomong sama dia, kalau dia itu cemburu.. tapi kenapa dia ngerasa sendiri..? dan pertanyaan itu, berbanding terbalik dengan mimic diwajahnya.. kalau menurut ilmu fisika, tekanan berbanding lurus dengan gaya.. wajahnya seperti tertekan karena cemburu, tapi gaya bicaranya.. seolah menolak kenyataan itu.. hahahaha..

“yang bilang Kaila cemburu siapa..?” tanyaku dengan santainya dan sekarang aku sudah diatas angin lagi..

“tadi kan kakak bilang begitu..” ucap Kaila dan dia masih melotot..

“akukan bilang.. ‘santai aja dong tanyanya..’ bukannya bilang Kaila cemburu..”

“tapi perkataan kakak kan mengarah kesana..”

“siapa yang ngarahin..?”

“tauh ah..” ucapnya lalu melihat kerah yang lain dengan wajah yang terlihat marah, sebel, cemburu dan cinta…

“loh kok malah marah sih..?”

“habis tinggal jawab gitu aja, kok pakai ribet banget sih..” ucapnya yang kesal dan aku hanya melebarkan kedua mataku sambil terus menatapnya..

“jadi ini ceritanya balas dendam ya..?” ucapnya lagi sambil melebarkan kedua matanya..

“balas dendam apa..?” tanyaku..

“pembicaraan kita waktu didepan kosan kakak tadilah..” ucap Kaila..

“yaelah Kaila.. Kaila.. ga baik balas dendam itu.. oh iya, berarti tadi Kaila sengaja ga jawab pertanyaanku, tentang kenapa datang kekosanku dan kenapa cari aku.. terus kenapa manggil aku kak.. Kaila sengaja kan..?” dan sekarang aku makin menguasai keadaan ini..

“loh kok sekarang kakak yang balik tanya gitu sih..? iiiihhhhhh..” ucap Kaila lalu melihat kearah yang lain..

“jangan ngambek gitu ah..” ucapku dengan santainya..

“tau..” ucapnya lalu melipatkan kedua tangannya didada dan menggelembungkan kedua pipinya..

Astaagaaaa Kailaaa… ekpresimu kok gitu amat sih..? jadi kepengen pegang pipimu, terus aku tarik, terus aku kulum bibirmu yang imut itu.. hehehehe.. kok jadi ketagihan ngulum begini sih aku..?

Dan perjalanan kami pun akhirnya mendekati jalan masuk kos alexis..

“kiri pak..” ucap Kaila ketika sudah sampai didepan jalan masuk kosannya..

Dan ketika angkot berhenti, aku lalu turun duluan dan membayar nya..

“jadi Kaila setiap hari naik angkot..?” tanyaku..

“iya.. tapi Kaila juga sering tidur dikontrakannnya Tante Dwi.. tantenya Kaila..” jawab Kaila dan sekarang sudah mulai agak santai berbicaranya..

“emang dimana kontrakannya..?” tanyaku..

“diperumahan dijalan bendungan kak..” jawab Kaila..

“loh itukan dekat sama kampus negeri, kenapa Kaila ga tinggal disana aja..?” tanyaku lalu kami berdua menyebrangi jalan dan memasuki jalan kearah kosan alexis..

“iya memang dekat sama kampus nergeri.. tapi kan harus lewatin kampus teknik kita..” jawab Kaila..

“emang kenapa kalau lewat kampus teknik kita..?”

“cowok – cowok yang nongrong dididepan kampus teknik kita, sering gangguin Kaila kalau Kaila jalan sendiri..”

“eleh.. paling juga cuman disiulin..” ucapku dengan santainya..

“ya tetep aja Kaila takut.. apalagi mereka sering mabuk – mabukan gitu..”

“mereka itu baik – baik Kaila.. banyak kok temanku disana..”

“baik tapi serem..”

“serem..? emang mereka hantu..” ucapku..

“gak gitu juga kali.. hiihihi..” ucap Kaila dan sekarang dia mulai tertawa..

Dan ketika aku dan Kaila lagi jalan, sebuah mobil berwarna merah melintas dari arah berlawanan.. dan kalau aku lihat, dikursi depan Purnama sedang menyetir dan disebelahnya ada Bulan yang melihat kearahku..

Duhhhh.. tatapan Bulan terlihat terkejut ketika aku berjalan beriringan dengan Kaila.. kok jadi salah tingkah gini sih aku..?

“tuh dilihatin mba Bulan..” ucap Kaila dengan nada yang berubah lagi..

Lahhh.. Kaila cemburu.. busyeettt deh…

“biasa aja..” ucapku sambil terus berjalan..

Dan Kaila hanya melirikku sebentar lalu melihat kearah depan lagi.. dan ga berapa lama, kami pun sampai dikosan alexis..

“masuk dulu kak..” ajak Kaila..

“masuk kemana..?” tanyaku..

“keruang tamu lah..” jawab Kaila..

“ga usah.. aku langsung balik aja ya..”

“kok langsung balik..?”

“iya.. aku masih ada tugas kuliah..”

“tau gitu tadi ga usah diantar kalau cuman sampai disini..” ucap Kaila dan dia terlihat agak kecewa..

“ini kan sebagai ucapan terimakasihku, karena Kaila sudah kasih manday tadi….” ucapku berbohong.. iya, aku memang berbohong.. aku memang sengaja mengantar Kaila walaupun dia tidak memberikan aku makanan tadi.. gila aja wanita seperti Kaila berjalan sendirian.. masa tega banget sih aku..? entar dulu, tega atau karena Kaila itu imut..? ahhhh.. sudahlah..

“jadi cuman itu alasan kakak antar Kaila..?” tanya Kaila dan wajahnya makin terlihat kecewa..

“sudahlah.. itu ga penting..” jawabku..

“penting bagi Kaila..” ucap Kaila dengan tegasnya..

“wah.. berarti aku penting banget ya bagi Kaila..?” ucapku sambil tersenyum lalu aku membalikkan tubuhku dan pergi meninggalkan Kaila yang melotot mendengar jawabanku itu..

Dan aku pun membalas dengan telak perkataan Kaila didepan kosanku tadi.. hahahaha..

“jahaaattt..” gerutu Kaila yang terdengar pelan…

Dan aku tidak menghiraukan perkataan Kaila tadi.. aku terus berjalan sambil mengeluarkan permenku dan mengemutnya..

Dan ketika aku berjalan, sebuah mobil berhenti didekatku.. duhhhh.. kenapa mobil ini berhenti..? inikan mobilnya kak Dana.. kenapa juga mobil ini berhenti disampingku..

Perlahan kaca mobil bagian kiripun terturun.. wajah cantik Kak Dana pun langsung terlihat dan Kak Dana langsung tersenyum manis kepadaku..

“hai ngger.. mau kemana..?” tanya Kak Dana langsung tersenyum lagi kepadaku..

“hai kak.. mau balik..” ucapku lalu membalas senyumannya..

Angela Ardana

“ohh.. naik ngger.. aku juga sekalian mau kekampus..” ucap Kak Dana dengan lembutnya

“makasih Kak.. aku naik angkot aja..” ucapku menolak ajakan Kak Dana.. dan sengaja aku menolak ajakan Kak Dana.. gila aja kalau aku terima ajakannya, bisa dikorek habis aku dimobil nanti..

“beneran gak mau naik..?” ucap Kak Dana lalu mengambil hpnya dan mau menghubungi seseorang..

“oh iya ngger.. Angel tau gak ya kalau kamu antar Kaila..?” ucap Kak Dana sambil melihat Hpnya lalu melihatku sambil tersenyum menggoda..

“iya kak.. aku naik..” ucapku lalu aku membuka pintu mobilnya dengan cepat dan duduk disebelah Kak Dana..

Aaaarrgghhh.. akhirnya naik juga aku kemobil ini.. gilaa.. gilaa.. ancamannya mengerikan sekali.. bajingaannn..

“hihihihihi..” Kak Dana pun langsung tertawa dan menjalankan mobilnya dengan pelan..

Hiufftttt.. huuuu.. aneh banget sih Kak Dana ini..? kenapa dia malah ketawa..? aku kira dia mau marah dan melaporkan ke Lia karena aku mengantarkan Kaila tadi..

Santai ngger.. santai.. jangan gugup.. biasa aja kalau menghadapi wanita seperti ini.. jangan terlalu panik ya..

“kenapa kamu selingkuhin Angel ngger..?” tanya Kak Dana sambil melihat kearahku sebentar lalu melihat kearah kedepan lagi..

“yang selingkuh siapa Kak..? aku kan cuman ngantarin Kaila aja..” jawabku lalu aku mengemut permenku lagi..

“jadi cuman ngantar aja..? kenapa ga kamu cium Kaila, seperti kamu cium Bulan malam itu..?” ucap Kak Dana yang langsung membuat jantungku berhenti berdetak sesaat..

Gilaaaa.. jadi malam itu yang melihat aku dan Bulan berciuman Kak Dana..? bukannya Kaila ya..? duuhhhh.. mati aku.. matiii…

“oh.. jadi Kak Dana lihat ya malam itu..” ucapku dan kubuat sesantai mungkin.. ya itu aja yang bisa aku lakukan saat ini.. terus aku harus gimana kalau ga santai..? aku harus berlutut dan memohon maaf dengan Kak Dana tentang kejadian malam itu..? terus aku memohon supaya dia ga cerita dengan Lia gitu..? gila aja..

“hihihi.. gila.. masih bisa santai aja ya kamu menjawabnya..” ucap Kak Dana sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum dengan manisnya.. dan ucapannya terdengar santai sekali..

Astagaaaa.. kenapa ada wanita ‘aneh’ lagi hari ini..? apa ga cukup Kaila aja yang ‘aneh’..? kalau memang Kak Dana tau kalau aku ciuman dengan Bulan malam itu dan sekarang aku mengantarkan Kaila, harusnya Kak Dana marah dong.. tapi ini ga sama sekali, Kak Dana malah senyum seperti ini.. gilaaaa..

“terus aku harus gimana menjawabnya Kak..? lagian, Bulan melakukan itu mungkin hanya sebagai ucapan terimakasih, karena aku mengantarkannya malam – malam dengan kondisi hujan deras..” ucapku dan lagi – lagi aku buat sesantai mungkin..

“ucapan terimakasih pakai ciuman dibibir..? luar biasa sekali ya.. terus yang dicium malah membalas dan menikmatinya..” ucap Kak Dana sambil melihat kearahku dengan tatapan yang.. uuuhhhhhh.. kok gitu banget sih kamu Kak..?

Dan aku hanya membalas tatapan Kak Dana sambil mengemut permenku..

“oh iya, kucing kok dikasih ikan.. pasti dimakan lah.. hihihihihi..” dan Kak Dana kembali tertawa.. dan tertawanya itu menggoda sekali loh..

“makasih sudah panggil aku kucing..” ucapku lalu melihat kearah depan..

“ihhh.. ngambek dianya.. hihihihihi..” ucap Kak Dana meledekku..

“yang ngambek siapa kak..?” tanyaku sambil melihat kearah Kak Dana..

“biasa aja kali lihatnya ngger.. masa aku mau kamu makan juga..? aku bukan ikan loh.. hihihihi..” ucap Kak Dana dan terus meledekku..

Duhhh.. ga lama, kucium juga nih Kak Dana.. gaya bicara dan tertawanya itu loh.. menggoda banget..

“kalau ketawa terus.. kumakan loh ya..” ucapku bercanda ke Kak Dana..

“iiiiii.. keluar deh aslinya.. dasar kucing garong..” ucap Kak Dana sambil memiringkan tubuhnya kearah kanan sedikit..

“baru tau kalau aku kucing garong..?” ucapku sambil meliriknya..

“iya kucing garong cupu.. hihihihihihi..” ucap Kak Dana sambil terus mengejekku dan terus tertawa..

“biar cupu gini, sudah dua bibir cewe yang aku kulum.. mau Kak Dana jadi yang ketiga..?” ucapku dan aku sudah sangat cuek sekali.. terserahlah dia mau mandang aku bagaimana, lagian dari tadi dia tertawa menggoda gitu..

“wiihhhhh.. berani goda sepupunya pacar sendiri ya..? entar kalau diladenin, baru tau rasa kamu..” ucap Kak Dana dan langsung membuatku terdiam..

Waaaahhhh.. gila nih Kak Dana.. aku kira dia marah aku goda seperti itu, ternyata.. ini diluar perkiraanku.. guendeng ancene og..

Aku pun langsung membenarkan kaca mataku dengan tangan kanan, sedangkan tangan kiri membuka kaca pintu mobil untuk membuang batang permenku kejalan..

“buang sampah sembarangan.. dasar cupu nih..” ucap Kak Dana langsung mengomel..

“habis mau buang kemana Kak..?” tanyaku..

“itu kan ada kotak sampah..” ucap Kak Dana sambil menunjuk bagian tengah mobilnya..

“ya maaf..” ucapku singkat..

“dasar cupu..” ucapnya mengomel lalu terdiam beberapa saat.. aku pun juga diam dan ga berbibacara lagi..

“terus gimana..?” tanya Kak Dana..

“gimana apanya..?” tanyaku..

“kamu itu pacaran sama Angel atau pacaran sama Bulan..?” tanya Kak Dana..

Duhhh.. hari ini sudah dua orang yang bertanya tentang hubunganku dengan Lia dan Bulan.. kalau tadi aku bisa ngeles dari Kaila, sekarang aku bingung menjawabnya..

“menurut Kak Dana..?” karena aku bingung menjawabnya, akupun membalikkan pertanyaanku ke Kak Dana..

“hihihihi.. gila gila.. kamu memang gila ngger.. kamu ga takut bermain api..?” ucap Kak Dana sambil menggelengkan kepalanya..

“aku juga ga pengen diposisi ini Kak.. tapi mau gimana lagi..?” ucapku dengan entengnya..

“ga pengen diposisi ini, tapi main sosor bibir anak orang seenaknya.. terus sekarang Kaila lagi yang diincar..” ucap Kak Dana dan kali ini dia agak serius berbicaranya..

“yang main sosor seenaknya itu siapa Kak..? kan kak Dana lihat sendiri malam itu gimana..? terus siapa juga yang incar Kaila..?” tanyaku dan Kak Dana hanya melirikku aja..

“Angger.. Angger..” ucap Kak Dana sambil membelokkan setir mobilnya kearah kiri.. dan ini jalan menuju kosanku..

Dan setelah sampai didepan kosanku, mobil ini pun langsung berhenti.. aku pun tidak turun dari mobil Kak Dana.. aku masih penasaran dengan sikap Kak Dana ini.. dia mengetahui semuanya tentang aku dan Bulan, tapi dia gak marah sama sekali.. maksudnya apa coba..?

“boleh aku tanya kak..?” tanyaku tapi tidak melihat kearah wajah kak Dana..

“kamu mau tanya kenapa aku gak marah, ketika tau kamu mencium Bulan malam itu dan aku ga melaporkan ke Angel kan..? terus hari ini kamu mengantarkan Kaila dan aku juga ga melaporkan ke Angel kan..? jawabannya simple..” ucap Kak Dana lalu diam dan menatapku.. aku pun langsung menatap Kak Dana dan menunggu lanjutan perkataannya..

“aku penasaran sama kamu ngger.. cowo secupu kamu, sudah bisa buat sepupuku Lia jatuh hati kekamu.. dan kamu juga bisa membuat runtuh hatinya Bulan, yang terkenal dingin itu.. belum lagi kamu sudah dekat dengan Kaila yang terkenal alim itu.. gilaaa.. dan mereka semua itu cantik – cantik loh.. luar biasa sekali..” ucap Kak Dana sambil terus menatapku..

“terus kalau Kak Dana penasaran, Kakak mau ngapain..?” tanyaku sambil terus menatapnya..

Kak Dana tidak menjawab pertanyaanku.. dia hanya mendekatkan wajahnya kearahku dengan sangat pelan.. lohhh.. Kak Dana mau apa ini..? dia mau cium aku..? wah ga bener ini.. ga benerrr..

Dan setelah wajahnya dekat dengan wajahku, Kak Dana menghentikan gerakannya sambil menatap mataku..

“gak tau..” jawabnya pelan dengan bibir yang bergetar..

Gilaaaa.. jawaban apa ini..? bangsaattt.. (ga apa – apa kan kalau aku memaki..?) soalnya bukan ini jawaban yang aku mau.. waahhhh.. buka baju nih.. buka baju nih aku.. bajingaannn..

Dan setelah mengatakan itu.. Kak Dana langsung memundurkan wajahnya, lalu menatap lurus kedepan lagi..

“turun gih.. kalau lama – lama didalam mobil, entar dikira orang – orang kita ngapain lagi..” ucap Kak Dana dan aku langsung menundukkan kepalaku sebentar lalu membuka pintu mobil Kak Dana.. lalu setelah aku turun..

“makasih kak..” ucapku sambil melihat kearah Kak Dana dan kak Dana hanya diam saja sambil tetap menatap kedepan..

Akupun langsung menutup pintu mobil Kak Dana.. dan setelah itu, Kak Dana langsung menjalankan mobilnya..

Gila gila.. kenapa hari ini aku seperti ini sih..?

Dan dengan berjalan gontai, akupun langsung masuk kedalam kosanku.. dan diruang tengah kosanku, duduk seorang wanita sendirian sambil menghisap rokoknya dengan santai.. teman – temanku pun tidak terlihat disini, entah kemana semua mereka..

Dan akupun langsung masuk lalu mendekati wanita itu..

“tunggu siapa lan..?” tanyaku dan dia adalah Bulan..

Kenapa dia sendirian disini..? tadi diakan berdua Purnama..

Bulan Mahardini Darmawan

Bulan tidak menjawab pertanyaanku, dia hanya menatapku dengan tatapannya yang tajam..

Bajinggaannn.. kenapa hari ini aku selalu berurusan dengan masalah wanita sih..? guendeng ancene og..

Aku lalu menarik nafasku dalam – dalam dan mengeluarkannya perlahan.. ini aku langsung masuk kekamarku atau aku duduk dihadapan Bulan ya..? kalau aku masuk kedalam kamar, ga sopan banget dong aku.. tapi kalau aku duduk dihadapan Bulan, mau ngapain..? mau minta ciumannya lagi..? woooo.. kurang ajar..

Tapi kenapa dia menatapku tajam dan ga menjawab pertanyaanku ya..? sudahlah.. aku masuk aja kekamar aja dulu, baru nanti aku keluar lagi.. stok permenku habis.. aku mau ambil permenku dulu..

Akupun melangkahkan kakiku menuju kamarku..

“enak ya.. perginya ngantarin Kaila, pulangnya diantarin Dana.. terus masuk kamar, telpon telponan sama Lia..” ucap Bulan dan aku langsung menghentikan langkahku.. ya ampuunnn.. kenapa Bulan ngomong begini sih..?

Wahai sang semesta.. kenapa kamu mempermainkan perasaanku hari ini..? salahku apa..? kenapa aku harus menanggung beratnya, berhadapan dengan wanita – wanita yang sangat luar biasa hari ini..? kenapa..? hatiku sangat kacau kali ini.. untung hatiku cuman satu.. kalau ada lima..? bisa meletus salah satunya sekarang juga.. gila.. gila..

Aku pun langsung menenangkan pikiranku sejenak, lalu aku membalikkan tubuhku dan menatap wajah Bulan yang terlihat sangat dingin sekali..

“kamu ngomong apasih lan..?” tanyaku dan Bulan hanya melirikku sebentar lalu melihat kearah yang lain.. setelah itu dia menghisap rokoknya dalam – dalam dan mengeluarkannya perlahan.. gila nih cewe.. sebenarnya, aku itu paling benci lihat perempuan merokok.. tapi apa hakku untuk melarangnya..? lagian dengan kondisi seperti saat ini, ga mungkin aku melarangnya merokok.. bisa – bisa, bara rokok itu dilemparkannya kearahku.. bajingaannn..

“lan..” panggilku dan Bulan tetap melihat kearah yang lain..

Akupun langsung berjalan kearahnya dan duduk dihadapannya.. setelah itu aku pun menatap wajah Bulan yang masih tidak melihat kearahku.. dia tetap asyik menikmati rokoknya itu.. dan itu makin membuat aku tidak tahan melihatnya..

“matikan rokokmu..” ucapku pelan dan tegas.. dan Bulan langsung menatapku.. terserah lah dia mau marah denganku atau mau membuang bara rokoknya kearahku.. itu lebih baik, dari pada aku harus melihatnya rokokan seperti ini..

“kenapa aku harus matikan rokokku..? kamu takut aku sakit terus aku mati karena rokok ini..?” tanyanya sambil menatapku.. dan aku hanya diam sambil menatapnya saja..

“lebih baik aku mati karena rokok ini, dari pada aku mati tersiksa karena..” ucapnya lagi dan terhenti..

PROK.. PROK.. PROK..

Seseorang yang baru datang dari arah pintu kosanku sambil bertepuk tangan.. aku dan Bulan pun langsung melihat kearah pintu itu..

“luar biasa ya.. ketika dua orang saling mencintai dan duduk berhadapan, tapi tidak bisa bersatu karena terhalang cinta yang lain.. cinta kalian itu keren loh.. apalagi kalau dibuatkan film.. hahahahaha..” ucap orang itu dan dia adalah Upik..

“kamu itu ngomong apa sih pik..?” ucap Bulan dengan nada yang agak tinggi..

“santai lan.. santai.. kok marah sih.. hehehehehe..” ucap Upik sambil melihat kearah Bulan lalu melirikku.. sedangkan aku terus menatap Upik..

“kenapa kamu lihat aku gitu cupu..? upsss… biarpun kamu cupu, tapi kamu penjahat kelamin.. hahahahahaha..” ucap Upik dan itu langsung membuat kupingku panas..

Tapi walaupun aku emosi, aku tetap menenangkan diriku.. aku hanya tersenyum mendengar ejekannya..

“ga usah banyak omong kamu pik..” ucap Bulan dengan sangat jutek..

“loh.. kamu lagi cemburu sama si Cupu, tapi marahnya keaku.. gimana sih lan..?” tanya Upik dengan santainya..

“Upik..” ucap Bulan lalu berdiri dengan emosinya..

“Bulan..” ucap Purnama yang baru datang bersama Mas Uzi.. dan Mas Uzi sedang menenteng beberapa botol minuman didalam plastik besar..

Bulan pun langsung terdiam ketika kakaknya datang.. dia langsung duduk dan kembali menghisap rokoknya lalu mematikan puntungnya diasbak yang ada dihadapanku..

Purnama, Mas uzi dan Upik langsung berjalan dan duduk bergabung dengan kami.. Purnama duduk disebelah Bulan lalu mengelus rambut adeknya itu, sedangkan Mas Uzi duduk disebelahku.. lalu Upik duduk didekat Purnama..

Purnama sempat melihatku dengan tatapannya yang dingin, setelah itu melihat kearah yang lain.. sedangkan Mas Uzi hanya tersenyum kepadaku..

“aku masuk kekamar dulu ya..” ucapku lalu aku berdiri..

“mau kemana cupu..? minumlah sama kami.. masa beraninya mainin cewek aja sih kamu itu..” ucap Upik sambil mengeluarkan sebotol minuman dan membukanya..

“sudahlah pik.. dia ga minum..” ucap Mas Uzi lalu berdiri dan berjalan kekamarnya..

Aku tetap tersenyum mendengar ejekan Upik kepadaku.. aku tau dia ingin memancing emosiku.. tapi buat apa aku terpancing kalau cuman mendengar ucapan manusia satu ini.. itu cuman membuang energiku aja..

“kelihatannya, aku mencium aroma kedengkian diruangan ini..” ucap seseorang yang baru datang dipintu kosanku..

Badai.. ngapain dia kesini..? gila nih anak.. tapi wajahnya kok cepat banget sih sembuhnya..? kemarin kan wajahnya penuh luka dan bonyok – bonyok.. walaupun masih terlihat luka, tapi sudah mengering.. dan wajahnya juga ga banyak lebamnya, seperti orang yang baru berkelahi.. pakai obat apa dia..? gilaaaaa..

Purnama pun langsung melihat kearah pintu dan dia saling menatap dengan Badai.. tatapan mereka berdua sangat dalam.. dan mereka berdua seperti sedang menyembunyikan sesuatu dibalik tatapannya itu..

“waw.. salah satu penghuni pondok merah datang kesini..? ada apa ya ini..? hehehe..” ucap Upik lalu tersenyum dengan sinisnya.. Badaipun langsung melihat kearah Upik..

“apa urusanmu..?” ucap Badai lalu mengeluarkan rokoknya dan membakarnya.. setelah itu Badai berjalan santai kearahku sambil menghisap rokoknya..

“wajahmu sudah bonyok begitu, masih aja belagu..” ucap Upik dengan sombongnya..

“anjing.. biarpun wajahku begini, aku bisa robohkan kamu dengan sekali pukulanku..” ucap Badai dengan santainya lalu berdiri didekatku..

“kamu mau duel sama aku..? masih berani anak pondok merah menantang anak black house..?” ucap Upik sambil berdiri..

“bangsatt.. jadi kamu anak black house..? apa dia Purnama yang duel sama Mas Panji..?” ucap Badai ke Upik lalu melirik kearah Purnama..

“kenapa..? kamu mau balas dendam..?” tanya Purnama lalu membakar rokoknya dengan santai..

“sebenarnya iya.. tapi waktunya belum tepat, aku mau balas dendamnya di markasmu sendiri..” ucap Badai dengan santainya..

“ga usah banyak omong.. sekarang aja..” ucap Upik dan Badai langsung melihat kearah Upik..

“jangan bikin ribut dikosanku..” ucapku sambil merangkul pundak Badai lalu menariknya berjalan kearah mexiku..

“apasih kamu itu ngger.. pakai rangkul segala.. kayak kita ini pasangan hom – hom aja..” gerutu Badai..

“sudahlah.. kita pergi aja..” ucapku sambil tetap merangkul leher Badai.. ini kalau sampai aku lepaskan rangkulanku.. bisa melayang pukulan Badai kearah hidung Upik sicongkak itu..

“pengecut..” ucap Upik yang langsung berdiri dan lalu berjalan menghalangi jalan kami..

“Pik..” ucap Purnama yang masih duduk dengan santainya.. sementara Mas uzi yang baru datang dari kamarnya, hanya terdiam sambil memegang gelas ditangan kanannya..

Upik langsung melihat kearah Purnama dan Purnama memberinya kode untuk duduk lagi.. Upik pun berjalan kearah Purnama lalu duduk dengan tidak iklasnya..

“ingat ya.. kamu pasti merasakan tinjuku ini..” ucap Badai sambil mengepalkan tangan kirinya kearah Upik..

“dan kamu.. aku ga sabar mau duel sama kamu.. tunggu kedatanganku dikosanmu ya..” ucap Badai kearah Purnama.. dan Purnama tetap tenang sambil menghisap rokoknya..

“sudahlah..” ucapku sambil menarik Badai kearah mexiku..

Lalu aku naik kemexiku bersama Badai yang duduk dibelakangku.. aku menyalakan mexiku dan meninggalkan kosan dengan diiringi tatapan tajam Upik dan tatapan Bulan yang masih terlihat dingin kearahku.. sedangkan Purnama masih terlihat enjoy…

Aku sengaja mengajak Badai untuk keluar kosanku.. aku ga mau ada keributan dikosanku.. kasihan teman – teman penghuni gedung putih… mereka gak tau apa – apa dengan permasalah pondok merah dan black house.. dan kalau aku ga membawa pergi Badai, bukan ga mungkin gesekan akan terjadi dikosanku.. apalagi Upik selalu memprovokasi seperti itu..

#cuukkk.. apa setelah ini akan ada pertempuran antara pondok merah dan black house..? apa aku akan melibatkan diri dengan pertempuran ini..? atau aku akan mencegahnya..? gilaaaaa.. sekarang aku lagi ga bisa berpikir jernih.. aku sudah terlalu jenuh dengan pikiranku seharian ini.. aku lelah pakai banget.. bajingannnn..