Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
Poker Online Domino QQ

Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 11

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7
Part 8Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14

Cerita Dewasa Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 11

Cerita Dewasa Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 11

KESETIAAN ITU MAHAL​

AnggeLia Putri Aldo​

Pov angger

Aku menarik nafasku dalam – dalam, setelah itu mengeluarkannya perlahan…

Hiuufffftttt.. huuuuuuu..

Lalu aku pun mendekati Lia yang terlihat begitu emosinya menatapku.. tatapan matanya yang menghitam itu disertai dengan nafas yang terdengar berat dan menyeramkan..

Dan setelah berdiri tepat dihadapannya.. aku menatap kedalam matanya yang menghitam itu.. marah, cemburu, benci dan sayang menyatu dalam tajamnya tatapan mata lia itu.. dan aku hanya diam sambil terus menatap matanya..

“huuu.. huuuu.. huuuuu..” suaranya nafasnya seperti singa yang sedang mengincar mangsanya..

Gilaa… mengerikan juga kalau Lia marah.. tapi walaupun seperti itu, aku tidak takut sedikitpun.. memang tadi aku sempat merinding waktu pertama kali aku ditatap seperti itu.. tapi setelah menenangkan diri sejenak, sekarang aku sudah tenang menghadapinya..

“kalau kamu ingin melampiaskan kemarahanmu kepadaku, silahkan ya’… aku akan menerimanya..” ucapku sambil terus menatap matanya..

Wajah Lia pun terlihat makin emosi dan kulit wajahnya yang putih itupun terlihat memerah..

“kamu boleh melakukan apapun ya’… berteriak, memaki atau bahkan memukulku, akan aku terima semuanya.. tapi jangan diam dan menatapku seperti itu.. itu justru menyakiti aku lebih dari apapun ya’.. tatapan matamu itu seperti merobek – robek hatiku.. dan diammu itu seperti menikam jantungku..” ucapku dengan bibir yang bergetar..

Liapun tetap diam dengan kemarahannya.. aku lalu menunduk sejenak lalu mengangkat wajahku dan menatap matanya lagi..

“ternyata aku ini memang bodoh ya.. disaat seperti ini aku justru mengajukan permintaan, bukannya menenangkanmu..” ucapku sambil terus menatap matanya..

Dan tiba – tiba Lia maju dan mendorongku sampai aku tersandar didinding.. lalu..

“AAAARRGGGGGHHHHHH..” Lia berteriak diwajahku dengan kedua tangannya mencengkram kemejaku sangat kuat sekali..

Dan aku tetap tenang sambil terus menatap kedalam matanya yang dalam… lalu, dengan tetap mencengkram kemejaku.. perlahan kening Liapun di sandarkan didadaku..

Lia.. sepertinya dia sedang melawan gejolak emosi yang ada didalam tubuhnya.. walaupun matanya menghitam dan emosi seperti itu.. aku merasa, hati terdalamnya seolah ingin meredakan emosinya yang menggila itu..

Dan kedua tanganku pun langsung merangkul tubuh Lia dan aku langsung memeluknya.. aku elus perlahan punggungnya lalu naik kerambut indahnya.. lalu aku belai rambutnya dengan sangat lembut.. perlahan suara nafasnya yang berat itu mulai terdengar agak tenang.. dan perlahan punggung Lia pun bergetar.. huffttttt..

“ya’..” ucapku sambil membelai rambutnya..

“jahat kamu ngger.. jahaaaaatttt.. hikssssss.. hiksssss…” ucap Lia dan diapun mulai menangis dipelukanku.. dan pelukan kami pun masih terhalang kedua tangannya yang masih mencengkram kemejaku..

“ini ga seperti yang ada dipikiranmu ya’.. aku ga punya perasaan apa – apa sama Bulan.. aku hanya melerai perkelahiannya..” ucapku sambil mengelus punggung Lia dengan lembutnya..

“apa..? kamu memeluk dia dengan mesranya dan dia mengecup bibirmu, kamu bilang ga ada punya perasaan apa – apa..?” ucapnya sambil mengangkat wajahnya dan menatapku lagi.. terlihat tatapan matanya yang hitam tadi, sudah mulai memudar.. tetapi air matanya terus mengalir..

Kemudian Lia memundurkan tubuhnya dan pelukanku terlepas dari punggungnya..

“apasih sebenarnya yang kamu mau dari aku itu ngger..?.. apa..? kamu hanya mau menyakiti aku kah..?” ucap Lia lagi dan air matanya terus mengalir..

“aku tau kita belum ada ikatan apapun selain sahabat.. tapi kamu taukan kalau aku ini sayang sama kamu..? kamu taukan itu ngger..? hiksss.. hiksss..”

“dan apa arti perhatianmu selama ini kepadaku..? apa arti arti kata – kata indahmu yang sering kamu ucapkan selama ini kepadaku..? apa..? atau ini memang sifatmu yang suka mendekati wanita dan setelah mendapatkan hatinya, kamu tinggalkan..? begitukah..?” ucap Lia yang masih emosi dan bibirnya bergetar ketika mengucapkan itu..

“atau kamu ingin aku seperti dia yang mengecup bibirmu, supaya kamu mengerti kalau aku memang benar – benar sayang sama kamu..?” ucap Lia sambil menatap mataku..

Aku pun hanya terdiam mendengar perkataan Lia tadi.. kata – kata Lia ini seperti belati yang sangat tajam dan langsung merobek – robek jantungku.. kami pun saling diam beberapa saat.. dan tiba – tiba Lia melangkahkan kakinya merapat kearahku lalu dia merangkul leherku dan..

CUUPPP.. CUUPPP.. CUUPPP.. MUAACCCHHHH..

Lia langsung mengulum bibirku dengan emosinya.. bibir bawahku dikulum dan dihisapnya.. gilaaaaa.. lia sampai melakukan hal ini dengan aku..?

Dan aku hanya tetap diam tanpa membalas pelukan dan kuluman bibirnya.. bukan aku tidak mau membalas kuluman bibirnya ini dan bukannya aku ga mau memeluk wanita yang kucintai ini.. aku memang sengaja diam karena Lia melakukannya dengan emosi.. dan aku tidak mau memanfaatkan emosinya ini.. harus kuakui, memang ini kuluman pertama dibibirku oleh seorang wanita.. dan ini dilakukan oleh wanita yang aku cintai..

Harusnya aku senang dan bahagia dengan semua ini.. tapi.. bukan kebahagiaan yang aku dapatkan.. aku justru merasa hatiku makin seperti diiris oleh tindakan Lia ini.. dan memang bukan cara seperti ini yang aku harapkan.. aku ingin ciuman bibir kami dilakukan dengan sama – sama sadar dan sama – sama digerakkan oleh hati, bukannya emosi..

Dan setelah bebarapa saat Lia mengulum bibirku.. Lia langsung melepaskannya dan menunduk beberapa saat lalu memandangku.. matanya tidak menghitam lagi.. tapi terlihat kesedihan yang sangat luar biasa dimatanya..

“kamu tega ngger.. kamu tega sama aku.. hiksss.. hiksss.. ” ucapnya lalu dia membalikkan tubuhnya dan ketika akan melangkahkan kakinya, aku lalu memegang tangan kirinya dan menariknya pelan sampai dia menghadapku lagi..

“jangan pernah pergi dengan kondisi seperti ini ya’.. kita selesaikan masalah ini sampai selesai, apapun hasilnya..” ucapku sambil memegang tangan kirinya dan wajah kami saling bertatapan..

“kamu mau apa lagi dari aku ngger..? belum cukupkah kamu menyakiti hatiku..?” ucap Lia..

“maaf kalau aku telah menyakiti hatimu dan maaf kalau aku telah membuatmu bersedih.. tapi aku tegaskan sekali lagi ya’.. aku tidak pernah membuka hatiku untuk orang lain.. hati ini hanya milik wanita yang ada dihadapanku ini..” ucapku sambil menatap dalam mata Lia lagi..

“cukup ngger.. cukup.. manis kata – katamu ga sesuai dengan tingkahmu yang memuakkan ini..” ucap Lia dengan bibibir yang bergetar..

“mungkin ini akhir segalanya ngger.. bukannya aku tidak mau memperjuangkan cintaku ke kamu dan bukannya aku menyerah.. tapi aku terlalu lelah dengan semua ini.. ketika aku masih mempertahankan cintaku dan menantimu.. tapi pada akhirnya bukan aku yang ada dipelukanmu..” ucap Lia sambil menatapku dengan tatapan sayunya.. lalu Lia menunduk dan dia langsung membalikkan tubuhnya..

“oh iya.. maaf.. seharusnya aku ga boleh seperti ini dengan kamu.. karena aku bukan siapa – siapamu ngger.. maaf sekali lagi..” ucap Lia tanpa menoleh kearahku dan dia langsung pergi meninggalkan air mata dihati.. dan kali ini aku tidak sanggup untuk mencegahnya pergi.. emosi di diri Lia dan perkataannya tadi, membuat hatiku terguncang dengan hebatnya…

Astagaaaa.. kok jadi begini sih..? kenapa jadi kacau semua..? niat awalku tadi kan cuma memisah perkelahian Bulan dan laki – laki itu.. dan aku juga ga ada kepikiran kalau sampai akhirnya aku dan Bulan akan berpelukan apalagi sampai Bulan mengecup bibirku.. itu semua ga ada terlintas sedikitpun dipikiranku.. dan aku juga ga tau maksud dari Bulan itu apa tadi.. gilaaa..

Memang salahku gitu kalau Bulan memelukku dan dia juga mengecup bibirku..? kalau iya, dimana letak kesalahanku..?

Dan malam inipun, aku mendapatkan kecupan pertama dibibirku dan mendapatkan kuluman pertama dibibirku.. dua – dua nya meninggalkan bekas yang luar biasa dihatiku.. kecupan dari Bulan meninggalkan banyak sekali pertanyaan.. sedangkan kuluman Lia, meninggalkan banyak sekali goresan – goresan luka dihati.. jiancookkk.. (akhirnya aku menggunakan makian dari pulau ini juga.. gila..)

Terus apa yang harus aku lakukan setelah ini..? apa aku harus jadian sama Bulan..? atau aku mengejar cinta Lia karena dia cinta pertamaku..? kenapa justru ketika Lia pergi, aku malah kebingungan seperti ini.. kenapasih aku harus ada diposisi seperti ini malam ini..? aahhhhhhh..

Bundaaaa.. tolong Angger ini Bunda.. Angger sedang kebingungan.. apa yang Angger lakukan setelah ini Bunda..? kenapa Angger ga bisa berpikir jernih dengan masalah yang namanya cinta Bunda..? apa ini memang turunan dari Ayah..? apa Ayah juga seperti ini waktu mudanya..? apa Ayah pernah mengalami masalah percintaan setelah mendapatlkan kecupan dan kuluman bibir seperti ini..? ah ga mungkinlah.. Ayah kan cintanya sama Bunda aja.. ga mungkin Ayah mengalami masalah, seberat seperti apa yang aku alami saat ini..

Wahai sang pencipta.. kenapa ketika usiaku bertambah seperti ini, semakin banyak masalah yang harus dihadapi..? aku kira pada saat mau memulai kuliah, aku hanya akan mempersiapkan mentalku untuk menghadapi jadwal kuliah dan tugas yang konon katanya super padat.. dan ini belum juga menghadapi segala rutinitas perkuliahan, aku harus menghadapi dua wanita yang mempunyai tatapan seperti singa.. gila.. gila..

Oke.. sekarang cukup.. cukuplah.. waktunya berkonsentrasi dulu dengan acara malam keakraban.. setelah malam ini, baru aku akan memikirkan gimana kelanjutannya masalah percintaan ini.. semoga setelah ini, pikiranku lebih tenang dan lebih jernih dalam mengambil keputusan..

Akupun melangkahkan kakiku menuju lapangan untuk bergabung dengan teman – temanku, karena upacara penutupan orientasi segera dimulai..

Dan ketika beberapa langkah kakiku berjalan.. tidak jauh dari hadapanku, seorang mahasiswa baru yang memakai hijab, berjalan sambil menundukkan kepalanya.. dia berjalan dengan terburu – buru dan ketika sampai dihadapanku, kami berdua sama – sama terhenti.. kami diam beberapa saat tanpa saling memandang, dia terus menunduk dan aku menatap ubun – ubun kepalanya yang tertutup hijab itu.. kami tidak bisa saling melangkah karena saling terhalang.. aku lalu menggeserkan tubuhku kekiri, untuk memberinya jalan.. tapi dia juga kearah kiri.. akhirnya aku geser kekanan, dan dia pun kekanan juga.. gila..

Kenapa sih wanita ini..? makanya kalau jalan hadap kedepan dong.. jangan menunduk seperti ini.. dan gerakan itu terulang beberapa kali.. akhirnya aku diam dan tidak menggerakan tubuhku.. terserah dialah mau jalan lewat kanan atau lewat kiriku.. dan anehnya, dia juga ikut diam dan mematung.. busyettt.. nih cewe ga tau apa kalau aku lagi pusing.. kuterkam juga ga lama dia ini..

Aku lalu memiringkan tubuhku kekanan dan memberikannya jalan..

“makasih ya ngger..” ucapnya sambil terus menunduk..

Apa..? dia manggil namaku ngger..? dia ini siapa ya..? aku lalu menundukkan kepalaku sedikit untuk melihat wajahnya yang menunduk.. sambil mengintip wajahnya, aku membenarkan posisi kacamataku..

Kaila Zahra​

“Kaila..?” ucapku dan dia langsung mengangkat wajahnya lalu tersenyum kepadaku..

“kok tau namaku…?” tanyaku..

“kok angger tau namaku Kaila..?” ucapnya..

“ditanya kok malah tanya balik sih..?” tanyaku lagi..

“hihihihi.. kamu itu kalau bingung gini tambah ganteng deh..” ucapnya lalu berjalan melewati dan meninggalkan aku yang terbengong dengan ucapannya..

Ha..? apa ini maksudnya..? apa dia cuma mau buat aku ke ge eran aja..? adduhhh.. dah.. dah.. cukup.. dua wanita aja bikin aku pusing, mau tambah Kaila lagi.. mau mati berdiri aku dikota ini..

Aku pun menghadap kedepan lagi dan ketika aku akan melangkah lagi..

“ngger..” panggil Kaila dan aku langsung menoleh kearah Kaila dibelakangku..

Dan kalian tau dia ngomong apa setelah memanggilku tadi..? ga ada.. dia cuma tersenyum dengan manisnya lalu berbalik dan berjalan lagi..

Hiuuffftttt.. hhuuuu..

Ini apa sih maksudnya..? apa aku mau dijadikan penjahat wanita..? gila aja.. sudah kubilang, aku ini ga ada pengalaman dalam percintaan.. masa dengan ga ada pengalaman seperti ini, langsung sekali tiga aku dapatnya.. busyeettt.. ge er betul aku ya..? sama Lia aja berantakan, mau ditambah sama Bulan dan Kaila.. sehat ngger..? makan permen lollipop dulu deh.. biar ga gila..

Lagian.. baru dikecup sama Bulan aja sudah ga jelas pikiranku.. terus.. baru disenyumin sama Kaila, sudah gila aku.. assuuu.. (tuh kan.. memaki lagi aku..)

Akupun melangkahkan kaki ku lagi menuju kelapangan dan bergabung dengan teman – teman kelompokku..

“gimana ngger..? mau tampil apa nanti..?” tanya bina dampingku yang bernama Bang David..

“belum tau Bang..” ucapku sambil membetulkan posisi kaca mataku lagi..

“kalau gitu, kamu nyanyi aja sudah..” kata Bang David sambil tersenyum..

“suaraku jelek bang dan aku ga bisa memainkan alat musik..” ucapku..

“udah ga apa – apa.. yang penting kamu maju aja.. bawa ini ya..” ucap Bang David sambil menyodorkan sebuah botol air mineral yang kosong kepadaku..

“buat apa ini Bang..?” tanyaku..

“anggap aja dilampu merah.. hehehehe..” kata Bang David lalu tertawa..

“hahahaha..” semua teman kelompokku pun tertawa mendengar ucapan Bang David..

“emang aku pengamen Bang..?” tanyaku sambil mengerutkan kedua alisku..

“ngger.. semua penyanyi yang tampil itu namanya ngamen.. cuman beda tempat aja.. ada yang dipanggung, jalan, café atau lampu merah..” ucap Bang David sambil menyerahkan botol kosong itu lagi kepadaku..

“tapi Bang..” ucapku terpotong karena Bang David langsung memegang tanganku dan memaksaku untuk memegang botol itu.. setelah itu Bang David langsung pergi meninggalkan aku..

Gila.. terus apa lagi ini..? kenapa hari ini kok menjengkelkan sekali sih..? terus aku harus gimana sekarang..? masa iya aku nyanyi sambil memukulkan botol mineral kosong ini ketanganku..? wah ga bener ini..

Lalu sambil membawa botol mineral kosong dari Bang david, aku duduk diantara teman – temanku yang sedang mempersiapkan tarian dari timur yang akan mereka bawakan untuk malam ini.. dan ketika aku duduk, aku memukulkan botol kosong ini ketelapak tangan kiriku.pelan sambil menyanyikan sebuah lagu.. wahh.. beneran jadi pengamen aku ini..

Waktu malam keakraban pun tiba.. setelah upacara penutupan, kami semua duduk didepan sebuah panggung yang besar untuk menikmati malam keakraban.. dan setelah dibuka oleh panitia bagian acara.. satu persatu kelompok maahasiswa baru pun menampilkan pertunjukan mereka..

Dan ketika aku sedang melihat penampilan kelompok lain.. aku melihat dari arah samping panggung, ada satu orang tua berdiri dan tersenyum kepadaku.. loh.. loh.. ngapain itu pakde jago disitu..? iya orang tua itu pakde jago.. kenapa dia ada dikampus ini..? apa dia dosen dikampus ini..? wahhh.. dosen apa..? dosen bahasa kasar..? pakde jagokan suka mengumpat dengan kata – kata kasar dan jorok..

Pakde jago lalu melambaikan tangannya kepadaku.. akupun hanya menggelengkan kepalaku dan tetap duduk ditempatku.. pakde jago pun mengkode menunjuk dirinya lalu menunjuk kearahku.. waduhh.. pakde jago mau datangin aku..? walah.. malah ribet kalau gini.. akupun akhirnya berdiri dan ijin kepada Bang David untuk kebelakang..

“mau kemana ngger..?” tanya Bang David..

“kebelakang sebentar Bang..” ucapku..

“kamu mau lari ya..? entar lagi penampilan teman – temanmu loh.. habis itu kamu yang tampil..” ucap Bang David..

“iya bang aku tau.. sebentar aja kok.. nanti aku balik terus aku ngamen didepan..” ucapku..

“ya udah.. awas kalau ga balik..” ucap Bang David..

“siap Bang..” ucapku dan aku langsung berjalan kearah pakde jago..

Dan ketika aku mendatanginya.. pakde jago justru berjalan kearah sisi lain lapangan yang agak sepi.. aku pun berjalan mengikutinya dari kejauhan..

“kenapa sih pakde..?” ucapku ketika aku sudah didekat pakde jago..

“ga apa – apa.. emang ga boleh ya aku kesini..?” ucap pakde jago dengan santainya..

“ya ga apa – apa.. terserah pakde lah.. mau kesini, mau kekamar mandi, mau kehutan, mau kelaut.. itu urusan pakde..” ucapku dengan sewotnya..

“hahahaha.. orang kalau ditinggalin sama wanita yang dicintainya itu’ kok sensitive banget ya..?” ucap pakde jago setelah tertawa..

“pakde datang cuman mau ngolok angger aja nih..?” tanyaku.

“hahahaha.. enggalah ngger.. aku cuman mau kasih kamu semangat aja..” ucap pakde jago lalu tersenyum..

“semangat apa..?” tanyaku..

“semangat supaya kamu kuat coli sendiri.. karena kelihatannya, kamu belum bisa cari wanita yang bisa coliin kamu.. hahahahahaha..” ucap pakde jago lalu tertawa dengan senangnya..

“kurang ajar..” makiku lalu aku berbalik dan ketika aku akan meninggalkan pakde jago..

“woi ngger..mau kemana kamu..?” panggil pakde jago kepadaku dan aku tidak menghiraukannya.. aku terus berjalan meninggalkan pakde jago dengan hati yang dongkol.. gila gila.. ngapain juga aku datangin pakde jago tadi ya..? malah nambahin susahku aja dia itu..

Akupun berjalan kearah teman – temanku lagi.. lalu aku duduk lagi diantara teman – temanku..

“kenapa kamu berubah sih ngger..?” ucap seseorang yang duduk disebelahku dan ketika aku menoleh kearah sampingku.. pakde jago duduk dengan santainya..

Gila ini orang.. kok sudah ada disini aja sih..? kenapa juga kok ngikutin aku terus..? apa dia belum cukup menghinaku..?

Dan sekarang aku pun hanya bisa duduk dan aku ga bisa pergi lagi.. percuam menghindari mahluk satu ini.. dia pasti akan mengejarku sampai dia puas.. iya kalau didekati dilapangan aja atau didalam ruangan.. kalau didekati didalam kamar mandi..? apa ga tambah susah aku..?

“berubah apa sih pakde..? lagian ngapain pakde ngikutin aku terus..?” tanyaku..

“aku itu kasihan aja sama kamu ngger.. kamu ga seperti dulu.. yang selalu acuh dan santai kepada setiap wanita yang ada disekitarmu, walaupun mereka menatap atau yang lebih gila nembak kamu.. eh.. sekarang kok malah bingungan seperti ini sama wanita yang namanya Lia..” ucap pakde jago dan kali ini pakde jago berbicara dengan seriusnya..

“pakde bisa bedakan ga.. ketika aku tidak mempunyai hati dengan wanita – wanita itu lalu aku acuh dengan mereka, dengan aku yang menaruh hati dengan Lia..?” ucapku dan kali ini aku melayani ucapan pakde jago dengan serius juga..

“engga.. aku ga bisa bedakan..” ucap pakde jago dengan santainya..

“susah bicara sama orang yang ga punya perasaan.” gerutuku..

“iya memang aku ga punya perasaan.. tapi setahuku, tanpa perasaan pun kamu masih bisa hidup sampai saat ini..” ucap pakde jago dengan entengnya..

“hidup tanpa perasaan percuma pakde.. hampa..” ucapku..

“tapi bisa hidup kan..” ucap pakde jago..

“tapi hampa kan..?” ucapku mengotot..

“tapi bisa colikan..” ucap pakde jago dan aku hanya menggelengkan kepalaku saja.. ada ya mahluk yang seperti ini..

“hahahahaha..” pakde jago pun tertawa melihat ekspresiku..

“kalau cuman mau ngolok dan menghinaku, sepertinya pakde jago sudah mendapatkannya.. sekarang lebih baik pakde pergi sana..” ucapku dengan kesalnya..

“dengar ya ngger.. aku tau kamu cinta mati dengan Lia.. tapi bukan seperti ini caranya.. kamu sudah menjelaskan semuanya dan kalau memang dia mencintaimu dengan sepenuh hatinya, harusnya dia mendengarkan semua penjelasanmu.. bukan meninggalkan kamu..”

“berarti dia ga cinta aku dong..? itu maksud pakde..?” tanyaku..

“aku ga ngomong gitu ya.. kamu sendiri yang ngomong.. hehehe..” ucap pakde jago lalu tersenyum..

“tapi itukan maksudnya pakde tadi..”

“aku itu ga ahli masalah cinta ngger.. yang aku tau, gimana supaya aku bisa enak – enak aja sama wanita itu.. hahahaha..” ucap pakde jago lalu tertawa..

“gila ini pakde.. bisa ya berpikir kayak gitu..” ucapku dan kembali aku menggelengkan kepalaku..

“hahahaha..” pakde jago tertawa lagi dan aku hanya meliriknya saja.. pakde jago pun langsung terdiam..

“ngger.. hidup ini ga melulu tentang seorang wanita kamu cintai, masih banyak hal yang bisa kamu lakukan selain itu..” ucap pakde jago..

“aku bukan seperti pakde jago yang menganggap mudah masalah perasaan dan hidup tanpa hati.. aku itu kalau sudah cinta dengan wanita, tidak akan pindah kelain hati..” ucapku..

“hahahaha.. kalau kamu cinta dengan satu wanita dan wanita itu adalah Lia, kenapa kamu diam ketika Bulan memeluk dan mengecupmu..? dan kenapa kamu selalu berdebar – debar ketika ditatap Kaila..? ha..” ucap pakde jago dan langsung membuat ku terdiam..

“kamu menikmati itu semua kan..? sudah lah.. jangan kamu ingkari isi hatimu itu..” ucap pakde jago lagi..

“jangan berbicara masalah isi hatiku, kalau pakde jago ga mempunyai perasaan..”

“aku memang ga punya perasaan, tapi bukan berarti aku punya hati..” ucap pakde jago dengan santainya..

“ooo.. punya hati juga..? kirain cuman punya ‘peliharaan’ untuk menikmati yang enak – enak aja..” ucapku dengan sinisnya..

“ngger.. aku kasih tau ya.. ada kalanya kita harus memakai hati, ada kalanya kita harus memakai perasaan, ada kalanya kita memakai memakai ‘peliharaan’..” ucap pakde jago dengan entengnya..

“susah kalau bicara pakai nafsu ini.. ya begini hasilnya..” ucapku sambil melirik pakde jago..

“terus maumu apa..? mau terjerumus dengan cintamu yang teroambing – ambing dengan Lia..? kamu ga sadar ada hati lain yang siap menggantikan Lia yang hanya emosian seperti itu..?”

“hidup ini terlalu singkat untuk kita meratapi satu cinta yang belum tentu bisa diperjuangkan..” ucap pakde jago..

“siapa bilang belum tentu bisa diperjuangkan..?angger loh masih bisa memperjuangkan dan akan terus berjuang..” ucapku..

“yakin kamu bisa memperjuangkannya..? ga sayang nih sama Bulan atau Kaila yang menggoda untuk diperjuangkan..” ucap pakde jago sambil memainkan kedua alis matanya..

“pakde ini sebenarnya mau apa sih..? menggoda aku supaya berpaling kehati yang lain atau mengujiku supaya tetap dengan pendirianku..?” tanyaku..

“hahahaha.. pintar juga kamu ngger..” ucap pakde jago yang membuatku makin bingung dengan arah pembicaraan kami..

Mahluk satu ini maunya apasih..? tadi bilang ga punya perasaan, terus katanya masih punya hati.. setelah itu bicara tentang wanita lain, habis itu bicara masalah perjuangan cintaku.. intinya apasih..? bingung aku..

“intinya itu, cintai sewajarnya dan benci seperlunya..” ucap pakde jago yang seolah bisa menjawab membaca pkiranku..

“kalau itu sih aku tau pakde, kata – kata itu sering keluar disebuah cerita.. jangan diucapkan lagi disini.. basi..” ucapku

“iya memang basi.. tapi kan setidaknya bisa kamu jadikan pertimbangan, sebelum kamu benar – benar menambatkan hatimu pada seorang wanita..”

“pilihanku kan sudah pada satu wanita pakde.. masa ga jelas sih dari tadi..” ucapku dengan tegas..

“kamu seperti ayahmu ngger.. menambatkan hatinya pada satu wanita.. satu wanita ini, satu wanita itu dan satu wanita disana dan di sana lagi.. hahahaha..”

“maksudnya..? Bunda itu kan cinta pertama Ayah dan Ayah menghabisakan sisa hidupnya dengan cinta pertamanya itu.. berarti hanya Bunda satu – satunya wanita dikehidupan Ayah sampai saat ini..” ucapku yang makin tegas..

“hahahahaha..” pakde jago hanya tertawa..

“kenapa pakde tertawa..? ada yang salah dengan ucapanku..? kan pakde bilang tadi wanita – wanita.. itukan artinya bukan hanya satu, tapi banyak wanita.. dan setauku hanya Bunda dikehidupan ayahku..” ucapku..

“sudahlah.. ga usah dibahas lagi.. aku itu cuman mau mengetes pendirianmu dari tadi.. dan ternyata, kamu memang mencintai wanita bernama Lia itu.. baguslah.. tapi aku ingatkan sekali lagi..” ucap pakde jago dan wajahnya terlihat serius..

“untuk mencintai seorang wanita, kamu hanya perlu takaran yang pas.. jangan dilebihi dan jangan dikurangi.. terus jangan lupa dicicipi, walaupun sedikit.. hahahaha..” ucap pakde jago tertawa lagi lalu berdiri..

“pakde mau kemana..? pembicaraan ini gantung sekali loh..” ucapku sambil melihat kearahnya yang berdiri disebelahku..

“cukup ngger.. jangan banyak – banyak kita ngobrolnya.. nanti kamu ga sanggup mencernanya, terus gila.. hahahahaha..” ucap pakde jago dan lagi – lagi dia tertawa..

“tapi pakde..” ucapku terpotong..

“ngger.. nikmati hidup ini.. ga usah terlalu panik dengan yang namanya cinta, walaupun kamu ga punya pengalaman tentangnya.. kamu hanya perlu ketenangan dalam berpikir untuk menyelesaikan itu.. dan ingat.. cinta ga akan kemana – mana, dia akan selalu ada disekitarmu.. memang sih butuh perjuangan dan proses yang berliku.. namanya juga cinta.. tapi santai aja dan nikmati..”

“dan ingat satu hal juga.. walaupun kamu berjuang untuk Lia.. kamu ga akan menyangka dengan hasil akhirnya nanti.. bisa saja semesta merestui perjuanganmu untuk mendapatkan cinta Lia, tapi bisa juga dengan Bulan, atau dengan Kaila, atau bahkan dengan wanita yang lain.. itulah kenapa aku bilang ‘sewajarnya’ aja.. pahamkan..” ucap pakde jago dengan sangat serius lagi lalu berjalan meninggalkan aku dengan santainya..

Duhhh.. bisa gila beneran kalau ngobrol sama pakde jago ini.. pikiran harus benar – benar terbuka dan harus bisa mencerna setiap perkataannya.. walaupun wajah, pikiran dan perkataannya mesum, tapi inti pembicaraannya itu penuh dengan misteri dan kita dipaksa untuk berpikir.. gilaaaa..

Karena aku ga sanggup lagi untuk melanjutkan obrolan dengan pakde jago.. aku pun tidak bertanya lagi dan membiarkannya pergi dengan senyumnya yang penuh arti.. walaupun sebenarnya dikepalaku ini masih banyak pertaanyaan.. tapi aku ga sanggup.. asli aku ga sanggup.. bisa gila aku..

“ngger..” panggil Bang David yang mengejutkanku..

“oh iya Bang..” ucapku..

“kamu itu ngelamun aja.. sekarang waktunya kamu tampil itu..” ucap Bang david..

“loh kan teman – teman duluan yang tampil Bang..” jawabku..

“kamu ga lihat kah barusan.. teman – temanmu sudah selesai tampil itu..” ucap Bang David sambil menunjuk kearah panggung.. dan terlihat teman – temanku sudah mulai turun satu persatu..

“jadi gimana Bang..?” tanyaku..

“ya kamu naik lah.. sekarang giliranmu..” ucap Bang David dan aku langsung berdiri.. terus aku harus nampilin apa ini..? belum ada kepikiran sedikitpun tentang apa yang aku tampilkan sebentar lagi ini.. gilaaa.. ah sudahlah, naik aja dulu.. masalah mau apa yang ditampilin dipanggung nanti, terserah aja.. lagian aku sudah punya modal botol kosong mineral ini..

Akupun berjalan kearah panggung sambil membawa botol kosong mineral pemberian Bang David….

“ngger..” panggil Bang David dan aku langsung menghentikan langkahku..

“kenapa Bang..?” tanyaku..

“sini botolnya..” ucap Bang David sambil menjulurkan tangannya..

“loh katanya tadi suruh pakai ini, gimana sih abang ini..?” tanyaku..

“gila kamu itu ngger..” ucap Bang David dan langsung merebut botol kosong ditanganku..

“terus aku harus nampilin apa kalau botol ini abang ambil..?” tanyaku..

“terserah kamu.. mau jungkir balik, mau terlentang, mau jongkok, mau telanjang.. pokoknya terserah kamu..” ucap Bang David yang terlihat agak jengkel..

Gila gilaa.. aku dipaksa tampil dan aku harus berpikir sendiri..? wahhh.. beneran gila aku ini..

Aku pun membalikkan tubuhku dan berjalan kearah panggung.. dan aku merasa, tiga pasang mata mengiringi langkahku ini.. sebenarnya sih banyak yang memperhatikan aku.. tapi ketiga pasang mata ini, seperti mempunyai arti tersendiri ketika aku melewati mereka satu persatu tadi..

Dan dengan cueknya aku pun menaiki tangga panggung..

“woi.. mata empat.. mau nampilin apa kamu diatas panggung..?” tanya seseorang kepadaku..

“ga tau Bang.. mungkin aku mati aja dipanggung..hehehehe..” ucapku langsung tersenyum..

“assuuu.. kalau mau nyanyi biar kuiringi sama teman – teman..” ucap orang itu kepadaku..

“serius bang..?” tanyaku..

“ya iyalah..” ucapnya lalu tersenyum..

“ayolah Bang..” ucapku dengan semangatnya..

Akhirnya.. setelah seharian dengan kejengkelan dan aku harus menanganinya sendiri.. ada juga orang yang mau membantuku untuk masalah yang satu ini.. hehehe.. ternyata, masih ada orang yang baik toh denganku..

Kami pun naik kepanggung bersama dan kami berjumlah lima orang.. ternyata mereka ini salah satu bintang tamu yang akan mengisi acara malam keakraban ini..

“mau nyanyi apa kamu..?” tanya gitarisnya..

Akupun membisikinya lalu membisiki yang lain juga..

“oke..” jawab mereka bersama..

Dan setelah semua siap pada posisi masing – masing.. aku pun bersiap lalu memegang mik yang ada dihadapanku..

“selamat malam semua..” ucapku..

“MALAAAMMM..” ucap para penonton yang ada dihadapanku ini..

“malam ini aku akan membawakan lagu tentang seseorang.. seseorang yang entah nanti menjadi kekasihku atau tidak.. yang jelas aku telah mencintainya.. hidup dan cintaku ini hanya untuknya.. dan sekarang terserah apa katanya.. hanya dia yang bisa menjawabnya..” ucapku sambil melirik Lia.. dan entah kenapa aku juga melirik Kaila yang duduk disebelah Lia.. lalu aku melirik Bulan yang berdiri diujung lapangan..

“tu.. wa.. ga.. pat..” teriakku..

“Woooooooo…” teriak penonton lalu mereka semua bertepuk tangan..

PROK.. PROK.. PROK..

PROK.. PROK.. PROK..

Dan setelah aku bersalaman dan mengucapkan terimakasih kepada band yang mengiringiku.. aku turun dari panggung..

Bener juga apa kata pakde jago tadi.. lebih baik aku menikmati hidupku ini.. masih banyak hal yang bisa aku pikirkan selain cintaku ke Lia.. dan sekarang terserah Lia, dia tetap seperti itu atau membuka kembali hatinya untukku.. cintaku ku ga akan kemana.. kalau memang jodoh, aku dan Lia akan bersatu.. kalau tidak bisa bersatu dengan Lia, ya bersatu dengan.. sudahlah.. ga usah terlalu dipikir.. dibawa santai aja..

Pov Gagah

“Gah.. minum yuukk..” ajak seorang temanku ketika aku sudah diatas mexi hitamku..

“lagi malas aku..” ucapku lalu aku menyalakan mexiku..

“tumben.. kenapa emangnya..?” tanya temanku lainnya..

“lagi malas aja..” ucapku lalu aku menjalankan mexiku kearah rumahku..

Ga tau kenapa, biasanya setelah pulang sekolah seperti ini, aku selalu berkumpul dengan teman – temanku.. tapi hari ini aku lagi malas dan kepengen pulang..

Aku pun menarik gas mexiku dengan santainya.. dan ketika aku sampai tidak jauh dari rumahku.. aku melihat ada paklek bakso langgananku duduk diatas motornya..

“paklek..” panggilku ketika didekatnya..

“eh Mas Gagah.. kenapa Mas..?” tanya pakleknya lalu tersenyum kepadaku..

“masih ada baksonya..?” tanyaku..

“masih ada Mas.. emang kenapa..?” tanya pakleknya..

“masih lengkap apa ngga..?” tanyaku lagi..

“masih..” jawab paklek bakso singkat..

“pentol halus..?”

“ada..”

“pentol kasar..?”

“ada..”

“tetelan..?”

“adaa..”

“mie kuning sama mie putih..?”

“ada mas..”

“kerupuk..?”

“ada mas.. lengkap..” jawab paklek bakso dengan sabarnya..

“loh.. paklek jualan jam berapa dari rumah..?” tanyaku lagi..

“jam sepuluh pagi..” jawabnya sambil dengan kata – kata yang sopan..

“sekarang sudah jam tiga sore masih lengkap aja tuh baksonya.. kasihan.. keliling lah paklek.. biar habis..” ucapku dan paklek bakso langsung menggelengkan kepalanya..

“kenapa paklek..?” tanyaku..

“ini juga baru selesai keliling Mas..” ucap paklek bakso sambil menggelengkan kepalanya lagi….

“ooo.. kirain paklek disini aja dari tadi..” ucapku lalu aku menarik gasku mexiku kearah rumah..

Dan ketika aku sampai didepan pagar rumah.. aku lalu membalikkan tubuhku dan berteriak kearah paklek bakso..

“tunggu sebentar ya paklek.. Gagah mau ambil mangkok..” ucapku kepada paklek bakso dan paklek bakso hanya mengangkat jempolnya saja..

Lalu setelah itu, akupun masuk kedalam halaman rumah dan memarkirkan mexiku..

“wawww.. tumben Mas Dede sudah pulang.. kesambet apa Mas..?” tanya Adekku Banyu ketika aku masuk kedalam rumah..

“kesambet setan coli.. ga kuat aku de.. mau coli.. hehehehe..” ucapku lalu aku tertawa..

“jepitin dipintu mas.. biar puas kalau ngecrotnya..” ucap Banyu sambil menggelengkan kepalanya..

“hahahaha.. “ dan aku pun langsung tertawa.. aku dan Banyu ini kalau bercanda memang los ga pake rewel.. hehehehe..

“MAS..” ucap Bening dari pintu kamarnya sambil melotot..

Bening Bramantya Sandi​

“hehehe..” aku dan Banyu hanya tertawa sambil menggaruk kepala bersama – sama..

“ga ada sopannya kalau ngomong.. Bening kasih tau Bunda loh..” ucap Bening sambil melipatkan kedua tangannya didada..

“jangan de..” ucapku barengan dengan Banyu..

“BUNDAAAA..” teriak Bening.. aku pun langsung berlari kearahnya dan menutup mulut adek kesayanganku ini..

“diem..” ucapku sambil terus menutup mulutnya..

“iihhhhh..” ucap Bening sambil melepaskan pegangan tanganku yang tidak begitu kuat dimulutnya..

“wani piro..?” (berani berapa..?) ucap Bening sambil matanya melotot..

“ambil bakso didepan gih.. entar aku yang bayar..” ucapku merayunya..

“males.. masa cuma bakso..” ucap Bening..

“terus maunya apa..?” tanyaku..

“pizza.. american favourite.. yang isinya pepperoni sapi, daging sapi cincang, sama jamur. ” ucapnya sambil memainkan kedua alisnya..

“terus minumnya, green tea shake.. yang isinya bubuk teh hijau, susu, es krim vanilla yang lembut dan ditambah whipped cream..” ucapnya lagi sambil tersenyum..

“kalau aku sih pizza nya samakan aja sama Bening.. tapi kalau minumnya.. cold frappe aja.. es kopi kental, es krim vanilla ditambah whipped cream..” sahut Banyu dengan entengnya..

“sudah itu aja..?” tanyaku dengan santainya..

“iya Mas..” sahut Bening dan Banyu dengan senangnya..

Akupun hanya tersenyum lalu membalikkan tubuhku dan berjalan kearah kamarku..

“Mas.. kok gitu aja..? Bening pesan diaplikasi ya..” ucap Bening..

“pesan aja..” ucapku sambil berdiri didepan pintu kamarku..

“terus siapa yang bayar..?” tanya Banyu..

“kalian lah.. kalian yang kepengen kok..” ucapku lalu tersenyum..

“ihhhhh..” ucap Bening dengan gregetan sambil menghentakan kaki kanannya kelantai..

“kalau mau bakso ya udah.. kalau gak mau ya terserah..” ucapku lalu aku membuka pintu kamarku dan masuk kekamarku dengan cueknya..

“iyaa sudah.. awas ga dibayar..” ucap Bening dan diapun langsung berjalan kearah dapur..

Hehehehe.. itulah kedua adekku.. ketika berbicara masalah pizza, kedua bola matanya berubah seperti toppingnya pizza..

Akupun meletakkan tasku diatas meja.. setelah itu aku membuka pakaianku dan mencuci kedua kakiku.. lalu setelah berganti pakaian.. aku pun merebahkan diri dikasur sambil meraih Hpku..

Enaknya kalau sore gini, video call sama Mita.. siapa tau bisa lihat puttingnya sedikit.. hahahahaha..

Akupun lalu menghubungi Mita lewat video call..

Mita Aurela Queensha​

“halo gah..” ucap Mita menjawab panggilanku dan terlihat wajah manis kekasihku yang kurindu ini..

“halo sayang.. lagi apa..?” tanyaku sambil tetap tiduran dikasurku..

“ini baru pulang kuliah..” jawab Mita lalu tersenyum..

“cieehhh.. anak kuliahan sekarang.. hehehehe..” ucapku menggodanya..

“iya dong.. hari pertama kuliah ini.. hihihihi..” ucap Mita lalu tertawa..

“loh baru hari pertama..? sudah beberapa minggu disana, ini baru pertama kuliah..?” tanyaku..

“iya.. kemarin itu empat hari orientasi dikampus..” ucap Mita lalu memanyunkan bibirnya..

“kok BT gitu sih Mit..” tanyaku ketika melihat perubahan diwajah Mita..

“capek tau orientasi itu.. mulai jam lima subuh sampai jam enam sore..” jawab Mita..

“gilaa.. ngapain aja seharian..?”

“banyak deh kegiatannya.. pokoknya capek pake banget.. tapi seru juga.. banyak pengalaman baru, banyak teman baru, terus..” ucap Mita terpotong..

“banyak cowo baru yang dilihat..?” ucapku menggoda Mita..

“iyalah.. weeee..” ucap Mita lalu mengeluarkan lidahnya..

“uuhhhhh.. jadi pengen dijilat aku..” ucapku menggoda Mita lagi..

“dasar mesum..” ucap Mita lalu matanya melotot kearahku..

“mesumin pacar sendiri ga boleh..?” tanyaku..

“boleh sih.. hihihi..” ucap Mita balas menggodaku..

“kangen yang..” ucapku dengan manjanya..

“kangen aku apa kangen sama..” ucap Mita lalu memainkan kedua bola matanya seperti sedang berpikir..

“kangen kamulah.. sama nenenmu juga sih.. hahahahaha..” ucapku sambil berbisik ke Mita lalu tertawa..

“tuh kan.. ujung – ujungnya pasti mesum..” ucap Mita..

“ya mau gimana lagi Mit.. namanya juga dah lama ga dikeluarin..” ucapku berbohong.. iya aku bohong.. karena seminggu yang lalu aku sudah ngeluarin sama Tante Amel.. hahahaha..

Ehhh.. gimana kabarnya Tante Amel ya..? aku kan tukeran nomor sama Tante Amel sebelum aku pamit.. kelihatannya, setelah ini giliran sama Tante Amel Video Callnya.. siapa tau bisa lihat puttingnya yang merah kecoklatan itu lagi.. hahahahaha.. asssuu..

“kasihannn.. sini yang.. biar Mita keluarin..” ucap Mita lalu memainkan lidahnya dengan membasahi bibir atasnya..

“uuhhhhh.. Mit.. jadi pengen dijilat beneran aku..” ucapku sambil menegakkan jono yang miring kekiri..

“beneran mau dijilat..” ucap Mita lagi lalu giliran bibir bawahnya yang dibasahinya..

“uuhhhh.. Mit.. jadi ngilu aku..” ucapku karena jono sudah berdiri tegak dan menantang..

“yang tau gak Mita pakai Bra warna apa..?” ucap Mita sambil memainkan kedua alisnya kepadaku..

“warna apa yang..?” ucapku dan aku langsung bangun dari tidurku dan duduk bersandar didinding..

“tebak dong..” ucap Mita lalu meletakkan Hpnya dan posisinya sangat pas dengan menampakkan setengah tubuhnya keatas sampai kepalanya..

“apa yang..? jangan goda gitu ah..?” ucapku yang sudah sange..

“warna apa ya..?” ucap Mita sambil mengangkat kaosnya yang berwarna putih dan memperlihatkan perutnya yang rata dan putih itu..

Wawwww… itu kalau aku disana, ga pakai lama.. langsung aku telanjangi kekasihku itu.. bajingannnn..

“yang.. warna apa..?” tanyaku lagi..

“hihihihi.. sudah sange ya..?” ucap Mita sambil memajukan wajahnya dekat ke Hpnya lagi..

“sayang ah..” ucapku dan Mita langsung tertawa sambil menutup mulutnya.. lalu Mita memundurkan tubuhnya lagi.. setelah itu dia mengangkat kaosnya pelan sekali sampai kebatas bawah Branya..

Uhhhh.. pintar banget memancing nafsuku Mita ini.. lalu sambil memegangi ujung kaosnya yang sampai dibawah Branya.. Mita meremas pelan kedua nenennya..

“yang..” ucapku sambil meremas jono pelan..

Lalu Mita pun mengangkat lagi kaosnya, sampai memperlihatkan kedua nenennya yang tertutup Bra berwarna putih juga..

Uuhhhh.. kok tambah seksi sih kekasihku ini..

“yang.. angkat dong branya..” ucapku merayu Mita..

“ihhh.. mau lihat nenenku ya..?” ucap Mita menggodaku lagi..

“iya lah yang.. buka lah.. sebentar juga ga apa – apa kok..” ucapku yang terus merayunya..

“sebentar aja ya..” ucap Mita lalu tersenyum dan aku langsung mengangguk dengan sangenya.. hahahaha.. assuuu..

Mita lalu menahan ujung kaosnya diatas Branya.. setelah itu dia memasukkan kedua tangannya kedalam Branya dan meremasnya dengan lembut..

Bajingaaannn.. sange aku.. sangeeee…

Sambil memasukkan kedua tangannya kedalam Bra dan meremas nenennya, Mita memainkan lidahnya dari bibir atas ke bibir bawahnya.. asssuuuu..

Dan setelah dia memainkan kedua nenennya.. Mita mengeluarkan lagi tangannya dari dalam Branya.. lalu Mita memegang ujung Bra bagian bawah dan bersiap mengangkat Branya itu.. lalu..

TOK.. TOK.. TOK..

“Mit.. ada Mas Purnama cariin kamu..” ucap seseorang setelah mengetuk kamar Mita..

“oh iya..” ucap Mita lalu menurunkan kaosnya lagi dan merapikannya lagi..

Assuuu.. bangsaattt.. gagal deh lihat nenennya Mita.. bajingaannn..

Tapi entar dulu, dia dicariin sama laki – laki bernama Mas Purnama..? siapa laki – laki itu..? apa dia teman kuliahnya Mita..? tapi kok temannya manggilnya Mas, bukan namanya aja..?

“yang entar malam lanjut ya.. ada temanku datang..” ucap Mita terburu – buru..

“tapi Mit.. siapa itu…” ucapku terpotong..

“da da sayang.. muaaacchhh..” ucap Mita mengecup kearahku lalu menutup Hpnya..

Loh.. kok buru – buru sih..? kenapa Mita ini..? kok sepertinya dia semangat sekali didatangi tamu bernama Mas Purnama itu..?

Apa orang itu lebih penting dari aku..? bukannya aku terganggu karena sangeku tertunda.. itu cuman bagian kecil aja sih kecewanya.. tapi bagian lebih besarnya, siapa laki – laki itu..? kenapa kok Mita seperti mengabaikanku setelah beberapa hari ga ada kabar..? baru hari ini loh kami Video call..

Akupun langsung berdiri dari dudukku dikasur dan menuju komputerku dimeja.. setelah itu aku duduk dan menyalakan komputerku..

Lalu aku pun membuka media sosialku.. dan yang pertama kali aku cari, tentu saja media sosialnya Mita.. dan foto – foto Mita beberapa hari terakhirpun langsung terlihat.. Mita terlihat senang dengan kegiatan orientasi yang diuploadnya di media social miliknya..

Ratusan like dan berbagai macam komentar juga terlihat di foto – foto kekasihku ini.. dan yang membuatku makin penasaran.. disetiap foto kekasihku yang diuploadnya, ada seseorang yang selalu memberi jempol.. dan namanya adalah.. Purnama Mahardika Darmawan..

Apa ini Mas Purnama yang datang kekos kekasihku saat ini..? akupun langsung melihat profil Mas Purnama ini.. dan terlihat beberapa foto yang di tag kawan – kawan Mas purnama.. foto – foto itu tentang kegitan orientasi dikampus kuru kalau ga salah.. dan itu kampus kekasihku Mita.. difoto itu mas Purnama berkumpul dengan kawan – kawannya yang terlihat seperti kumpulan preman.. dan tertulis.. ‘panitia keamanan kampus teknik kuru’..

Waw.. mengerikan juga ya Mas Purnama ini..? tatapan matanya tajam dan menyeramkan.. sepertinya dia salah satu preman dikampus itu.. bajingannn.. persetan lah siapa dia.. kalau sampai dia yang datang kekos Mita dan dia merebut kekasihku itu.. aku akan membuat perhitungan buat dia.. orang pertama yang aku cari ketika aku dikota pendidikan, Purnama Mahardika Darmawan.. bajingannn..

Dan dengan hati yang jengkel.. akupun menutup media sosialku.. setelah itu aku membuka situs music dan mendengarkan lagu sambil menyandarkan punggungku dikursi..

Purnama.. kok namanya seperti nama tengah Ayahku..? nama ini juga seperti ga asing ditelingaku.. oh iya.. Tante Amel kan hari itu juga sering memanggilku dengan sebutan Pur.. Purnama.. kenapa bisa kebetulan seperti ini ya..?

“tumben anak Bunda dikamar aja nih..” ucap Bunda yang tiba – tiba datang dan langsung merangkul leherku dari arah belakang.

“iya bun.. dede mau belajar aja buat persiapan kuliah nanti..” ucapku yang terkejut sambil memegang tangan Bunda yang merangkulku ini..

Dan perlahan, semua kejengkelanku pun langsung hilang ketika Bunda merangkulku seperti ini..

“hemmm.. semangat betul ini yang mau persiapan kuliah.. pengen kuliah apa mau ketemu kekasihnya..? hihihhi..” ucap Bunda lalu meletakkan dagunya dipundakku..

“pengen kuliah lah bun.. ketemu kekasih itu cuman bonus.. hehehehe..” ucapku sambil menoleh kearah Bunda dan

CUUPPP..

Aku lalu mengecup pipi Bunda, yang wajah beliau sangat dekat sekali dengan wajahku ini..

“ihhhh.. dede ini.. kangen sama ceweknya kok Bunda yang dicium..?” ucap Bunda lalu mencubit pipi kananku kemudian merangkulku lagi..

“siapa suruh punya wajah cantik bun.. hehehehe..” ucapku lalu tertawa..

“kok malah nggombalin Bunda itu loh.. emang kekasihnya dede kurang cantik gitu..?” ucap Bundaku..

“ga ada yang bisa ngalahin cantiknya Bunda.. siapapun itu..” ucapku sambil mengelus tangan Bunda yang merangkulku..

“heeeemmm.. anak sama ayah sama aja.. tukang gombal..” ucap Bundaku lalu melepaskan pelukannya dan berjalan kearah pintu kamarku..

“Bunda jahat bener sih..? masa dede ga dicium sama sekali..” ucapku yang langsung berdiri dan membalikkan tubuhku lalu menatap Bunda yang berdiri didepan pintu..

“males.. percuma cium orang yang lagi kangen sama kekasihnya.. pasti yang terbayang lagi dicium kekasihnya kan..?” ucap Bunda lalu memanyunkan bibirnya..

“kok Bunda gitu sih..?” ucapku lalu pura – pura bersedih lalu menunduk..

“disedih – sedihin wajahnya.. biar diciumkan..?” ucap Bundaku dan aku langsung mengangkat wajahku.. Bunda pun menatapku sambil tersenyum lalu merentangkan kedua tangannya..

Akupun langsung mendekati Bunda dan langsung memeluk beliau..

“Bundaaaa…” ucapku lalu aku memeluk Bundaku dengan erat dan Bunda membalas pelukanku dengan mengelus punggungku..

Dan entah kenapa dadaku pun langsung terasa sesak ketika memeluk Bunda.. assuuu.. kenapa seperti ini ya..? aku merasa seperti waktu cepat banget berlalu dan aku sudah kelas dua belas aja.. aku sangat sayang dengan Bundaku ini.. apa aku sanggup untuk berpisah dengan beliau..? aku memang bajingan yang suka mabuk dan berkelahi.. tapi kalau dirumah, aku menjadi anak Bunda yang sangat manja..

“ada apa nak..?” ucap Bundaku sambil tetap memelukku dan membelai rambutku..

“ga apa – apa Bun..” ucapku dengan bibir yang bergetar dan aku makin mengeratkan pelukanku ditubuh Bunda..

“heemmm..” ucap Bunda lalu melepaskan pelukannya dan langsung menatapku..

“dede ini sebenarnya anak Bunda yang baik dan manja loh.. tapi..” ucap Bunda terpotong..

“Bunnn..” ucapku dengan manjanya lalu memeluk Bunda lagi.. aku tau, kalau Bunda melanjutkan ucapannya.. pasti akan membahas semua kenakalanku.. dan kalau sudah seperti itu, aku pasti akan merasa bersalah sekali..

“ada apa sih nak..? kenapa kok sepertinya dede sedih sekali..?” ucap Bunda sambil membelai rambutku..

“ga apa – apa bun.. dede ga apa – apa..” ucapku..

“terus kenapa dede seperti ini sih sama Bunda..? tumben banget..” ucap Bundaku..

“dede cuma mau meluk Bunda aja.. ga boleh kah..?” ucapku lalu melepaskan pelukanku ke Bunda dan aku langsung menatap wajah Bunda yang tersenyum kepadaku..

“nak.. hatimu ini yang perlu diperbesarkan, bukan kepala.. egomu ini harus diturunkan, bukannya harga diri.. tekadmu yang diperkuat, bukan alasan.. dan..” ucap Bunda terhenti sambil menatapku..

“dan..?” tanyaku..

“belajar berkata jujur dan jangan menyembunyikan apapun dari Bunda..” ucap Bunda sambil terus menatapku..

“dede ga bohong kok Bun..” ucapku lalu menunduk sebentar, setelah itu menatap wajah Bunda lagi..

“dede cuman mau meluk Bunda aja terus, sebelum nanti dede berangkat kuliah kekota pendidikan..” ucapku pelan lalu menunduk..

Bunda pun langsung memegang daguku dan mengangkatnya sampai mata kami bertatapan..

“Bunda tau kok kalau dede itu berat untuk berpisah sama Bunda.. tapi ada hal lain kan yang membuat hati anak Bunda ini galau..” ucap Bundaku lalu menatap penuh selidik kearahku dan aku hanya tersenyum..

“nak.. hubungan jarak jauh itu memang berat.. butuh saling percaya, mendukung, dan kesetiaan dari masing – masing hati.. disitulah ujian cinta yang sebenarnya.. kalau kalian sanggup mempertahankannya.. kalian akan menikmati hasilnya ketika kalian akan bertemu dan bersama..” ucap Bundaku dengan lembutnya..

“iya Bun..” ucapku pelan..

“tapi.. ketika jarak justru membuka sisi lain dari salah satu pemilik hati, ikhlaskan dia.. karena setia itu tak ternilai dan tidak mudah melakukan hal yang namanya setia.. ”

“oh iya satu lagi.. setia itu bukan hanya tentang seberapa lama mampu bertahan, tapi setia itu juga tentang seberapa tulus hati untuk memiliki dari semua kekurangan yang ada.. ” ucap Bunda lalu tersenyum dan..

CUUPPP..

Bunda lalu mengecup keningku dengan lembutnya..

“bunda harap.. anak bunda ini setia dan tidak mudah mengumbar janji pada setiap wanita yang ditemui..” ucap Bunda sambil mengelus rambutku.. setelah itu Bunda meninggalkan aku dan keluar dari kamar..

Bajingaann.. kalau sudah bicara masalah setia ini berat.. aku aja berkali – kali bermain dibelakang Mita, masa aku harus menuntut kesetiaan dari Mita..? bangsaaatt.. egois juga ya aku..? tapi itulah aku.. kalau kamu menerima aku dengan segala kekuranganku ini, maka aku akan menjagamu dengan hatiku.. tapi kalau enggak.. ya udah.. kita jalan masing – masing..

Dan satu hal tentang aku dan keegosianku yang harus diketahui pasanganku.. aku itu paling ga suka kalau diselingkuhi.. kalau sudah bosan, lebih baik jujur dan putus.. dari pada aku tau dibelakang hari.. aku buat selesai selingkuhan pasanganku itu.. persetan lah ada yang bilang aku egois.. selagi tanganku terkepal.. siapapun orangnya, aku akan membantainya..

“DEDE.. TUKANG BAKSONYA NUNGGUUU..” teriak Bunda dari ruang tengah..

Astagaaaaa… sekarang sudah jam lima.. dua jam tukang bakso itu nunggu aku.. bajingaannn..

“iya Bun..” ucapku lalu aku membuka pintu kamarku dan berlari keluar rumah..

#cuukkk.. kesetiaan itu mahal dan tidak bisa dilakukan oleh orang yang murahan.. assuuu.. berarti aku murahan dong..? bajingaannn..

(Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 10)Sebelumnya | Selanjutnya(Perjalanan Cintaku di Kehidupan Selanjutnya Part 12)

Banyak Film lain di Banyak Film Indoxxi

Banyak Game lain di Banyak Game