Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
Poker Online Domino QQ

Lembaran Yang Hilang Season 2 Part 7

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14END
SEASON 2
S2 Part 1S2 Part 2S2 Part 3S2 Part 4S2 Part 5S2 Part 6S2 Part 7

Cerita Dewasa Lembaran Yang Hilang Season 2 Part 7

Cerita Dewasa Lembaran Yang Hilang Season 2 Part 7

THE MISSION

—-POV REGA—-

“Aku keluar dulu cari makan,, kamu pasti juga lapar kan?. Nanti kubawakan sekalian buat kamu” Ucapku kepada Angel tanpa melihtanya lalu keluar kamar.

Kemudian Aku turun satu lantai di lantai dua, tempat dimana Restoran hotel berada untuk sarapan. Namun sesampainya di Restoran, ternyata aku telah melewatkan waktu sarapan gratis di Hotel. Petugas restoran mengatakan kalau waktu breakfast di Hotel ini hanya sampai dengan jam sembilan pagi. Dan karena restoran ditutup sampai dengan jam makan siang, petugas restoran memberi saran agar aku memesan makanan melalui room service di masing-masing kamar.

Gagal mengisi perut di restoran Hotel, Aku kembali lagi ke kamar agar bisa segera memesan makanan. Perutku sudah teramat sangat lapar karena sejak kemarin sore aku belum makan sama sekali. Dan karena kutinggalkan dompetku di rumah kost seperti perintah Angel, aku jadi tidak bisa mencari makan di luar Hotel.

Aku langsung membuka pintu kamar dengan kartu akses yang kubawa lalu masuk begitu saja ke dalam kamar. Kemudian aku berdiri terpaku, tubuhku menegang, mataku terbuka lebar menatap ke dalam kamar dengan pandangan yang takjub. Aku kaget mendapati Angel sedang berdiri di depan cermin tanpa memakai sehelai kain apapun menutupi tubuhnya.

Meskipun hanya sepersekian detik, kedua mataku liar memandang cermin yang memantulkan bayangan bagian depan tubuh Angel yang sempurna. Payudara yang besaaaaaar dengan ujung payudara yang menonjol sempurna berwarna pink tua. Aku sudah tau dari dulu kalau Angel punya perut yang sangat rata seperti Rein. Angel mempunyai pinggul yang seksi meskipun tidak sepenuh pinggul dan bokongnya Rein. Namun yang paling membuatku sesak adalah bagian diantara pangkal kedua pahanya. Rambut-rambut halus kehitaman tumbuh dengan subur di bawah perutnya. Meskipun cukup lebat, aku bisa melihat belahan indah bibir memeknya.

Ini bukan mimpi atau hanya hayalanku saja. Yang aku lihat ini benar-benar nyata. Angel sedang berdiri telanjang di depanku. Tubuh telanjang yang semalam ingin sekali kulihat dan kujamah ketika dia tertidur di pelukanku. Semalam aku hanya bisa merasakan kulit lengannya itu di tanganku. Ternyata tubuhnya lebih indah dari bayanganku selama ini. Memandang tubuh telanjangnya Angel membuat penisku cenat-cenut.

Sedetik berikutnya Angel menoleh ke arahku.

Seperti adegan dalam sinetron-sinetron, kami berdua saling berpandangan. Kemudian dia tampak terkejut menatapku. Dia reflek menutupi bagian-bagian aset tubuhnya yang berharga dengan tangan dan lengannya. Aku langsung tersadar lalu cepat-cepat berbalik badan ke arah pintu.

Dan sudah pasti yang terjadi selanjutnya adalah Angel berteriak mengeluarkan segala makian, semua umpatan yang ada di Dunia dan segala ancamannya kepadaku. Angel sangat murka. Aku segera mengambil langkah seribu. Kabur dan bergegas Keluar dari dalam kamar sambil menutup telingaku. Meskipun begitu, Teriakan Angel masih bisa kudengar dengan jelas dari luar kamar. Beberapa pintu kamar di sepanjang joridor terbuka. Pengunjung hotel yang menginap di samping kamar kami keluar kamar dan tampak kebingungan dengan suara teriakan Angel yang sangat keras melampaui kerasnya suara petir semalam. Aku terus berlari di sepanjang koridor menuju lift. Faak, Fakk, fakkkkkkk.

Setelah keluar dari lift. Aku berjalan ke arah sofa-sofa di lobby yang disediakan untuk para tamu hotel. Nafasku masih tidak beraturan. Aku duduk di salah satu sofa yang tersedia. Tubuhku berkeringat walaupun udara terasa dingin karena hujan. Aku sama sekali tidak menyangka jika Angel akan semurka itu. Bukankah itu salahnya sendiri? Siapa suruh dia telanjang di dalam kamar. Aku gak salah kan? Faaaaaakk.

Beberapa menit berlalu, Aku duduk terpaku di sofa sambil memikirkan apa yang baru saja terjadi antara aku dan Angel. Tubuh telanjangnya Angel masih terngiang di kepalaku. Membuat tubuhku memanas di pagi yang dingin ini. Kemudian aku tidak sengaja mendapati seorang cewek yang juga sedang duduk di salah satu sofa sedang menatapku.

Cewek itu sangat cantik dengan bulu mata yang lentik. Rambut panjangnya bergelung indah di dadanya. Tubuhnya kecil dengan dengan payudara yang tidak seberapa terlihat menggelembung, tapi tubuhnya lumayan tinggi. Cewek dengan bentuk tubuh seperti dia adalah tipeku banget, oh wait,, aku gak punya tipe, aku suka semua cewek cantik, hahaha. Kurasa cewek itu seumuran denganku.

Tiba-tiba cewek itu berdiri, lalu menghampiriku. Dia duduk tepat disebelahku dengan menyilangkan kakinya. Kaki jenjang putih nan mulus itu terlihat mengagumkan. Dia menatapku dari ujung rambut hingga ujung kaki. Cewek itu tersenyum tipis dan terus menatapku dengan sorot mata yang seakan bisa menghipnotisku. Dia seperti sedang mengunyah sesuatu. Ternyata sebuah permen karet yang baru saja dia ledakkan setelah meniupnya. Siapa cewek ini? Kenapa dia terus-terusan menatapku seolah kenal denganku?

“hai..” Sapaku “apa kita pernah bertemu sebelumnya?”. Rasanya seperti dejavu.

“Pernah” Jawabnya dengan suara yang terdengar merdu “tapi mungkin kamu tidak pernah melihatku” Ucapnya sok misterius.

“hah?? Lalu kenapa kamu melihatku sambil senyum-senyum?”

“Aku tersenyum karena sedang membayangkan apa yang ingin kulakukan denganmu” Ucapnya dengan tata bahasa sedikit baku. Whatt?? Apa maksudnya?. Apa yang sedang dia pikirkan?. Sumpah cewek ini aneh banget.

“semalam.. kulihat kamu datang bersama seorang cewek, pacarmu?” Tanya dia. Jadi Dia melihatku datang ke Hotel ini bersama seorang cewek. Itu sebabnya dia tadi bilang pernah bertemu denganku.

“bukan,,” jawabku singkat.

“hmm cowok selalu ngaku single jika jauh dari ceweknya..”Ucapnya “ tapi aku ga peduli dengan itu,, Anyway. tadi pagi saat aku terbangun sendirian di kamar, aku berjanji pada diriku sendiri untuk mendatangi lobby hotel dimana ada banyak orang, dan saat aku menemukan seorang cowok yang aku ajak bicara, aku akan ML dengan cowok itu, bahkan tanpa bertanya siapa namanya.” Ucapnya.

Kenapa dia berkata seperti itu kepadaku? Apakah dia sedang mencoba menggodaku? Kemudian dia semakin mendekatkan tubuhnya kepadaku.

“Banyak cowok menarik disini, tapi pada akhirnya aku datang kepadamu, kamu cowok pertama yang kuajak bicara. So, maukah kamu sekarang juga ikut ke kamarku?” Tanya dia dengan suara pelan dan terdengar sangat erotis ditelingaku lalu meletakkan telapak tangannya di atas pahaku.

Damn. Dia mengajakku bercinta? Sepagi ini? Padahal aku sama sekali tidak mengenalnya. Ternyata Mesum juga nih cewek cantik. Aku tidak tau harus berkata apa mendapatkan tawaran yang sangat menggiurkan darinya. Haruskah kuterima ajakannya? Atau harus kutolak? Shit, inilah yang selalu menjadi sebuah prolem bagiku. Aku masih kesusahan menahan gairah dalam diriku yang sudah meledak-ledak setelah melihat tubuh indahnya Angel. Aku butuh pelampiasan. Cewek ini menawarkan pendingin gairah tubuhku yang sedang memanas sejak semalam karena Angel. Atau dia ingin membuatku semakin panas di udara pagi yang dingin ini?

Dia masih menatapku dengan senyum tipis di bibirnya yang sensual. Bibir sensual yang sangat mengundang untuk dirasakan oleh bibirku. Atau aku bisa memasukkan penisku ke dalam mulut cewek ini. Mungkin tidak akan muat seutuhnya tapi pasti terasa sangat hangat dan nyaman jika penisku berada di dalam mulutnya. Aku semakin tidak tahan saat membayangkannya.

“Kamu jadi sangat gugup., mikirin apa? takut ketahuan cewekkmu? Jangan takut. !! Kita bisa melakukannya dengan cepat” Ucapnya.

“OK” Ucapku tanpa ragu sambil menatapnya.

Aku sering berada di dalam posisi seperti ini. Aku sudah terbiasa bercinta dengan orang asing yang tidak kukenal atau baru pertama kali bertemu. Kebiasaan yang seharusnya ingin aku hentikan. Tapi Cewek berparas cantik di depanku ini ingin bercinta denganku. Dia menawarkan kehangatan tubuhnya kepadaku. Aura seksualnya sudah merengkuh sisi liar dalam diriku. Dan aku sudah tidak bisa menahannya lagi.

Dia tersenyum kemudian berdiri sambil menjulurkan tangannya kepadaku agar aku ikut berdiri. Dengan mantap kusambut tangannya yang terasa halus di tanganku, lalu aku berdiri. Kemudian dia menggandeng tanganku erat dan membawaku berjalan menuju lift. Dia terlihat begitu manis memperlakukanku seperti pasangannya. Bahkan di dalam lift sampai dengan keluar lift pun dia tidak melepaskan tanganku. Hmm aku jadi sedikit baper. Atau memang sudah saatnya aku mencari seseorang untuk mengisi hati yang kosong ini setelah gagal dengan Luna.

Saat Kami berdua keluar dari lift, aku baru menyadari jika kami sedang berada di lantai tiga. Lantai yang sama dengan kamarku dan Angel. Bahkan cewek ini membawaku di lorong koridor yang sama dimana kamarku dan Angel berada. Aku hanya berharap tidak bertemu dengan Angel yang pasti masih sangat marah denganku.

Tapi betapa terkejutnya aku saat cewek ini mengajakku berhenti di depan kamar yang terletak di paling ujung koridor. Kamar nomor 317 yang merupakan kamarku dan Angel.

“Ini kamarku,,” Ucapnya sambil menatapku.

“Kamu pasti salah, ini bukan kamarmu,, sebaiknya kita segera pergi dari sini” Ucapku dengan suara pelan agar Ratu Iblis yang ada di dalam kamar tidak mendengar suaraku.

“Bener kok ini kamarku..” Ucapnya yang masih merasa yakin kalau kamar di depan kami ini adalah kamarnya. Padahal bukan. Aneh. Bagaimana dia bisa salah dan lupa dengan kamarnya sendiri?

Tiba-tiba pintu kamar di depan kami terbuka dari dalam. Aku melihat Angel di balik pintu kamar yang terbuka. Oh Shit.

“AANNGGEEELLLL..”

WTF??. Cewek yang tadi bersamaku langsung berteriak riang memanggil Angel lalu berusaha memeluknya seperti dua orang yang sudah lama tidak saling bertemu. Namun Angel merasa agak risih dipeluk cewek itu meskipun sama-sama cewek. Angel berusaha melepaskan pelukan cewek itu. Kenapa cewek itu mengenal Angel? Mereka berteman? Jangan-jangan cewek itu sudah tau siapa Aku dari Angel? Dan tadi itu dia hanya ingin menggodaku?

“Kamu jadi cute dengan rambut Pendek,, hihi..” Seru Cewek itu.

“Kamu pasti sengaja memesan cuman satu kamar? Ya kan?” Seru Angel pada cewek itu.

“Emang !!” Jawab cewek itu sambil nyengir “Biar kalian berdua bisa lebih deket hahaha,,, sedekat apa kalian semalam? Hmm? Apa kalian sudah,,,,” Tanya cewek itu kepada Angel sambil senyum-senyum.

“Fuck You.” Umpat Angel. Cewek itu malah tertawa puas.

Kemudian cewek itu nyelonong masuk ke dalam kamar. Angel masih berdiri di belakang pintu. Dia menatapku dengan sorot mata yang serasa seperti ingin membunuhku. Begitu menyeramkan. Dia pasti sangat kesal kepadaku karena telah melihat tubuh polosnya. I’m Dead. I’m Fucking Dead. Lalu Angel masuk ke dalam kamar tanpa bicara apapun kepadaku. Aku mengikutinya dan menutup pintu kamar.

Di dalam kamar, temannya Angel itu sedang membuka selimut tempat tidur lalu mengendus endus dengan hidungnya lalu dia melihat ke dalam tempat sampah di dalam kamar. Apa yang sebenarnya sedang dia cari?.

“Kamu ngapain sih?” Tanya angel heran pada temannya yang seakan sedang memeriksa ruangan ini. Angel duduk di sofa mini dekat meja. Sedangkan aku masih berdiri dekat kamar mandi.

“Aku kecewa dengan kalian berdua..” Ucap Cewek itu lalu dia menatapku.

“Hai Rega.. Angel sudah cerita banyak tentang kamu, dan ternyata yang dikatakan Angel itu benar,,,” Ucapnya. Dugaanku ternyata benar, Dia sudah tau tentang aku. Ahhhhhhh dasar cewek ular.

Kemudian cewek itu mendekati Angel dan membisikkan sesuatu padanya sambil sesekali menatapku dan tertawa cekikikan. Sedangkan Angel hanya diam menatapku masih dengan sorot matanya yang menyeramkan. Aku yakin cewek itu menceritakan kepada Angel tentang bagaimana dengan mudahnya tergoda olehnya. Angel akan semakin yakin kalau aku ini pada dasarnya cowok cabul. Pasti sudah jelek banget aku dimatanya. Kemudian Cewek itu mendatangiku sambil membuka resleting jaketnya. Tidak ada pakaian apa-apa di balik jaket itu, hanya sebuah sport bra menutupi payudaranya yang gak seberapa.

“sorry.. tadi aku cuman bercanda..” Ucapnya sambil menaha tawa. “Aku Kirana. temannya Angel, kamu bisa memanggilku ‘Key’.. Senang akhirnya bisa bertemu dengan hadiah taruhanku..” Ucapnya. Membuatku heran mendengar perkataannya.

“Hah?? Hadiah? Apa maksudmu??” Tanyaku.

“Alasan kehadiranmu disini itu adalah karena aku,, aku yang minta Angel mengajakmu dalam misi ini karena dia tidak bisa menyelesaikan tantanganku..!” Ucapnya.

“Whatt? Maksudmu seperti taruhan?” Tanyaku. Kirana mengangguk cepat.

“jadi sebenarnya dia tidak benar-benar membutuhkan bantuanku,,?” Tanyaku lagi. Kali ini Kirana menggelengkan kepalanya. Kupandang Angel, dia mengalihkan pandangannya ke jendela kamar Hotel.

Aku terhenyak menyandarkan tubuhku ke tembok dekat kamar mandi. Yang diucapkan Kirana membuatku sangat terkejut. Apa yang menjadi keherananku akhirnya terjawab. Aku sempat heran kenapa Angel begitu bersikeras membutuhkan bantuanku padahal aku tidak tidak paham dunia peretasan. Ternyata aku hanya dijadikan hadiah karena dia kalah taruhan dengan temannya. Sial. Aku merasa bodoh, aku merasa tidak berharga.

“Kalian bertaruh tentang apa..?” Tanyaku lemas. Sebelum menjawabku, Kirana menatap Angel, dibalas dengan tatapan tajam oleh Angel kepada temannya ini. Lalu Kirana menatapku lagi.

“Girl-Things.. ga begitu penting kok” Jawabnya sambil senyum-senyum. Aku langsung melangkahkan kakiku menuju pintu kamar Hotel.

“ehh ehh mau kemana?” Tanya Kirana

“Pulang !! gak ada gunanya aku disini” Jawabku.

“emang kamu bawa uang?” Tanya Angel sebelum aku membuka pintu kamar.

FUCK. Aku terdiam di depan pintu. Bagaimana aku bisa pulang sedangkan aku tidak membawa dompet dan uang sepeserpun.

“hmmmm gitu aja baperrr.. kayak cewe..” Seru Kirana sambil menarik tanganku dan membawaku kembali ke dalam. Dia mengajakku duduk di tempat tidur. Angel menatapku. Kupasang wajah kesal kepadanya. Aku berada disini hanya karena taruhan gak penting mereka, melewatkan waktuku untuk bertemu dengan Bu Fiona. Faaaaakkkkkkk.

“Kami memang butuh bantuanmu kok, awalnya sih, tapi….” Ucap Kirana “Angel !! aku dapet kabar yang gak akan kamu sukai ! kita gak bisa melanjutkan misi ini” Ucap Kirana kepada Angel.

“Kenapa?” Tanya Angel. Dia nampak terkejut.

“Aku dapet kabar kalau tempat itu sedang dijaga satgas cyber crime, intelejen juga menempatkan beberapa anggotanya disana. kamu tau apa artinya?” Tanya Kirana.

“mereka sudah tau kalau akan terjadi serangan kedua,,! Fuck”. Umpat Angel. Dia terlihat kesal lalu terdiam beberapa saat. “Mereka membatalkan pertemuannya hari ini?” Tanya Angel.

“Enggak sih, gak ada perubahan jadwal, mereka tetap menerima klien..” Jawab Kirana “Tapi…..”

“kita gak bisa mundur, tetap lakukan sesuai rencana” Potong Angel. Dia tampak sangat serius sekarang.

“kamu sudah gila? Terlalu beresiko” Sanggah Kirana.

“Cuma ini satu-satunya kesempatan kita.. Meskipun ribuan orang menjaga tempat itu, serangan itu akan tetap terjadi pada hari minggu nanti..” Ujar Angel.

“Iya aku tau.. tapi.. kamu pikir siapa yang memberitahu mereka akan terjadi serangan kedua? Hah?” Tanya Kirana. “Pasti dia. Dia sengaja ingin menjebakmu, menjebak kita. Karena dia tau tentang misi kita.. Sudah kubilang jangan terlalu percaya dengan dia. Sampai sekarang Aku masih gak yakin kalau data nasabah uni-bank masih tersimpan disana. Apa kamu gak menyadari semua pola ini? dia hanya akan menjadikanmu kambing hitam serangan kedua nanti” Ucap Kirana sedikit tegas.

Suasana langsung berubah menjadi tegang antara Angel dan Kirana. Dia? Sebenarnya siapa yang dimaksud dengan Kirana?

“Negara ini diambang krisis ekonomi jika serangan kedua benar-benar terjadi. Memang tidak ada jaminan data keuangan nasabah uni-bank masih tersimpan disana. Tapi… selama masih ada harapan, apapun bisa terjadi. Seperti mereka para nasabah yang menjadi korban, sampai sekarang mereka tidak berhenti berharap agar uang mereka bisa kembali. Aku gak akan menyerah, aku tetap akan melakukannya meski tanpa bantuamu..” Ucap Angel. Dia masih tetap yakin untuk melanjutkan rencananya meskipun Kirana sudah berusaha menjelaskan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi.

Aku jadi teringat dengan ucapan Angel beberapa minggu yang lalu ‘hidup adalah selalu tentang sebuah pilihan.. mengetahui adanya serangan itu, pilihanku adalah melawan atau diam saja. Aku memilih untuk melawan’. Dia masih tidak ingin menyerah memperjuangkan nasib para nasabah Uni-Bank yang menjadi korban.

Kirana yang duduk disebelahku kemudian berdiri. “jangan sok keren sendirian,, aku gak mau jadi angka ‘nol’ “ Ucapnya kepada Angel. Disambut senyum tipis di wajah Angel.

“kamu juga akan membantu kami kan?” Tanya Kirana menolehku.

“hahh? AA..Aku harus ngapain?” Tanyaku ragu-ragu.

“Seperti rencana awal, kamu akan menemani Angel datang ke tempat itu..” Serunya

“Whatt? Gak Mau.. aku disini aja..” Jawabku. “Dia tadi bilang tentang kemungkinan data nasabah uni-bank masih tersimpan disana, kenapa kalian gak bilang aja ke polisi, intel atau satgas apa itu namanya tadi.. biar mereka yang mencarinya” Ucapku kepada Kirana.

“Sekarang, Hacker sedang menjadi target, kami sedang diburu. Jika kamu mengatakan informasi seperti ini kepada mereka, hal pertama yang akan mereka lakukan adalah memborgol tanganmu” Ujar Kirana “lagipula, kita tidak boleh melibatkan mereka” Ucap Kirana sambil menatap Angel.

“Lihat kan? Sudah kubilang dia itu cowok pengecut dan gak bisa apa-apa, dia hanya akan menyusahkan, biar aku sendiri yang kesana..” Ucap Angel kepada Kirana.

Shit. Aku menatap Angel dengan muka kesal. Aku benci dia selalu meremehkanku. Tapi ucapannya yang mengatakan aku tidak bisa apa-apa itu membuatku sedih. Karena apa yang dia ucapkan itu benar. Aku memang tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan Alexa.

“kamu ga bisa kesana sendirian Angel,,” Seru Kirana.

“Kamu meragukanku? aku bisa melakukannya sendiri, seperti biasanya” Ucap Angel.

“tidak kali ini,,” Sanggah Kirana.

“aku akan melakukannya..” Ucapku pelan. Mereka berdua langsung menatapku.

“Nah gitu dong, daritadi kek..” Ucap Kirana. Lalu dia menarik tanganku agar aku berdiri “Sekarang ikut aku ambil barang-barang di mobil” Ucapnya sambil menarik tubuhku menuju keluar kamar. Aku menatap Angel yang juga sedang menatapku. Sebenarnya apa yang akan aku lakukan bersama Angel? Lalu apa tugas Kirana?

Kemudian aku dan Kirana keluar dari dalam kamar, berjalan di koridor lantai tiga menuju lift. Dia merangkul lenganku. Aku berusaha melepaskan tangannya, namun dia tetap tidak mau melepaskan tanganku.

“Kamu masih marah soal tadi?” Tanya Kirana sambil berjalan. Aku tidak menjawabnya “Ishh, kamu kayak cewek yang lagi pms.. Senyum dong !! nanti aku kasih beneran deh,,,”. Ucapnya. Aku tidak akan pernah percaya dengan ucapannya lagi. Ujung-ujungnya dia hanya akan menggodaku. Kemudian kami berdua masuk ke dalam lift.

“Sebenernya Ada apa dengan kalian berdua?” Tanya dia lagi. “Aku lihat, kamu kayak takut gitu menatap Angel”

Aku masih diam saja. Karena Angel itu nyeremin kalau lagi marah. Sebenarnya dalam dua hari ini banyak yang sudah terjadi antara aku dan Angel. Dia selalu terlihat benci denganku. Aku yakin kejadian tadi pagi semakin membuat dia kesal denganku.

“Kamu tidak tertarik dengannya?? Kecantikan wajahnya? Keindahan tubuhnya?” Tanya dia lagi “aku sih yakin sudah ribuan kali kamu membayangkan bercinta dengannya setiap malam. Haha. Angel memang cewek yang menarik. Aku sangat envy dengannya. Wajah yang mempesona, tubuh yang proporsional, Dia terlalu segala-galanya, dia bagaikan kekuatan alam yang dahsyat yang bisa menaklukan hati cowok manapun.” Ujar Kirana.

“Mungkin maksudmu bisa menghancurkan setiap cowok manapun.. karena dia itu sangat benci dengan cowok” Ucapku. “Apa dia pernah bermasalah dengan cowok sebelumnya?” Tanyaku.

Pintu lift terbuka. Kirana menahanku untuk keluar dari dalam lift kemudan menatapku.

“Rega.. Rega.. kamu benar-benar tidak tau apa-apa tentang cewek ya?” Ucapnya kemudian meletuskan lagi permen karetnya di hadapanku.

Pertanyaan atau seruan yang sering kali ditunjukkan padaku. Aku memang selalu kesulitan memahami tentang makhluk halus bernama cewek. Tapi Aku yakin kalau bukan hanya aku yang kesulitan mengerti tentang mereka. Karena cewek adalah makhluk yang rumit untuk dipahami. Lebih susah daripada soal-soal ujian kuliah.

Kami berdua tiba di Halaman depan Hotel yang juga dijadikan sebagai parkiran mobil. Aku membantu Kirana menurunkan koper besar yang ada di dalam mobil berjenis City Car berwana merah. Total ada tiga koper besar yang kami turunkan.

“Siapa ‘Dia’ yang tadi kamu maksud?” Tanyaku.

Kirana menatapku “Dia? Dia bisa jadi siapa saja. Aku, kamu, atau salah satu diantara mereka” Ucapnya sambil melihat orang-orang sekeliling kami. “Trust No One !!! Karena identitas bisa dipalsukan” Bisiknya.

“Tapi sepertinya Angel mempercayainya… Apa benar firasatmu tentang dia yang hanya akan menjebak Angel?” Ucapku, raut muka Kirana berubah kesal.

“aku juga ga ngerti sama Angel, huffff..pokoknya kalian harus kompak, lakukan seperti sebuah tim. kalau kalian berdua tidak bisa bekerja sama dengan baik, kita semua akan dalam bahaya” Ucapnya.

“bekerja sama dengan Angel kamu bilang? Impossible !.. kenapa kalian tidak meminta bantuan orang lain aja sih?” Tanyaku.

“Angel punya masalah kepercayaan dengan orang lain.. tapi di satu sisi, kami memang membutuhkan seseorang untuk membantu kami dalam misi ini., Aku terpaksa menyuruhnya mengajakmu dalam misi ini karena dia sudah percaya sama kamu..” Ucapnya

“Apaan? Tadi kamu ngomong yang sebaliknya. Ahh Kamu Cuma asal ngomong kan biar aku mau membantu kalian? Ga mungkin Angel berpikir seperti itu..” Ucapku.

“Bodoh !! Kamu sudah tau bagaimana Angel,, dia akan marah kalau aku bicara seperti itu didepannya.. Kamu pengen tau kenapa dia percaya sama kamu dan dia setuju mengajakmu dalam misi ini? Itu karena sampai sekarang kamu tidak mengatakan tentang Angel dan apa yang pernah terjadi di rumah kalian kepada siapapun. ” Ucapnya. Aku tidak bisa membedakan mana ucapan Kirana yang benar atau dia hanya ingin memperdayaiku seperti tadi pagi. Tapi dari ucapannya itu, aku tahu satu hal.

“Kamu juga takut dengan Angel?” Tanyaku. Dia menatapku.

“Hanya orang gila yang tidak takut dengan ‘Hantu’.. semua orang pasti takut jika tau siapa Angel yang sebenarnya”

Hantu? Siapa Angel yang sebenarnya?. Selain fakta tentang dia adalah seorang hacker dan kuliah di tempat yang sama denganku, aku tidak tau apa-apa lagi tentang Angel. Dan kenapa aku harus takut dengannya? Selama ini aku takut dengan Angel itu hanya karena dia itu galak.

“Tapi Key,, kami sedikit tidak akur, aku dan Angel itu seperti saling bersebrangan..” Ucapku.

“Cari cara untuk menyatukannya !!” Bentaknya.

Sial. “Kamu juga tau kan Angel itu cewek seperti apa? Galak kalau berurusan dengan cowok. Dia selalu marah-marah kalau bicara denganku, dia malah seperti ingin bermusuhan denganku.,, bagaimana aku bisa bekerja sama dengannya jika dia seperti itu terus?” Ucapku.

Kirana terdiam beberapa saat. “jika kamu ingin menaklukan singa betina, kamu harus tau kapan waktunya memainkan peran sebagai anak kucing yang penurut atau sebagai singa jantan yang disegani.” Ucapnya “Kamu harus bisa menaklukan Angel !!”

Kemudian dia berjalan meninggalkanku bergitu saja. Menaklukan Angel dia bilang? Dia pikir segampang itu? Yang ada, Angel akan memangsaku duluan sebelum aku bisa menaklukannya.

Saat aku akan menyusul Kirana, Kulihat tiga koper besar disekitarku. Sialan, Kirana meninggalkanku bersama tiga koper besar. Aku harus meminta bantuas petugas hotel untuk membawa koper-koper besar itu ke kamar.

Setelah kembali ke dalam kamar, Angel dan Kirana dengan sigap membuka satu-persatu koper besar yang ternyata isinya adalah berbagai perangkat komputer seperti CPU, kabel-kabel, keyboard, layar monitor dan lain-lain. Hanya dalam waktu singkat mereka berdua telah berhasil merubah kamar hotel ini menjadi sebuah ruangan monitoring dengan beberapa layar monitor di atas meja serta kabel-kabel yang saling terhubung dengan perangkat-perangkat yang lain. Aku hanya terdiam duduk di atas tempat tidur melihat mereka berdua yang lihai dalam merakit satu-persatu komponen-komponen perangkat keras. Bagi cowok yang setiap hari bergelut dengan hardware komputer, mereka pasti akan kagum melihat dua bidadari cantik di dalam kamar yang begitu pandai pandai dan cekatan merangkai PC. Mereka berdua terlihat begitu sexy. Sepertinya mereka tidak membutuhkan bantuanku.

Aku melihat Angel yang sedang serius dengan layar monitor di depannya. Aku masih terbayang betapa indahnya pesona tubuh telanjang Angel. Aku masih ingat setiap inchi bagian-bagian tubuhnya yang polos. Serta reaksinya saat dia melihatku sedang menatap tubuh telanjangnya. Wajahnya memerah entah karena malu atau marah, atau keduanya. Yang jelas aku tidak akan bisa melupakan apa yang kulihat tadi pagi dalam jangka waktu yang lama apalagi aku akan bersama Angel dalam beberapa hari kedepan. Bayangan itu pasti akan terlintas liar dikepalaku. Dan sejujurnya, aku tidak ingin kehilangan ingatan yang indah itu. Ahhh betapa mesumnya aku ini.

“Uhm kalian belum mengatakan apa yang harus aku lakukan disana.” Seruku. Mereka berdua menatapku.

“Jelaskan padanya..” Perintah Angel pada Kirana “Aku males..!!” Imbuhnya, kemudian dia kembali menatap layar monitor di depannya.

Aku memang mengharapkan Kirana yang menjelaskan rencana mereka kepadaku. Karena sepertinya Kirana lebih enak diajak bicara daripada Angel. Kirana mendatangiku kemudian duduk di sebelahku menatapku dengan senyum di wajah manisnya.

“Dengarkan aku baik-baik” Serunya kepadaku “Kamu dan Angel akan mendatangi salah satu tempat yang menyediakan penyimpanan server terbesar di negara ini. SS, atau StackSolution. Uni-Bank menyimpan back-up data nasabah Bank disana sebelum akhirnya kelompok Hacker paling berbahaya di Dunia, D4RKS1DE mengenkripsi dan menghacurkan semua data Uni-Bank sehingga semua data nasabah Uni-Bank lenyap dan tidak bisa diakses. Beberapa Bank lain di negara ini juga menyimpan datanya disana, termasuk Bank yang akan diserang hari minggu besok”

Darkside? Aku pernah mendengar berita tentang kelompok Hacker itu sebelumnya. Aku gak menyangka jika mereka akan beroperasi disini dan menyerang Uni-Bank.

Kirana melanjutkan penjelasannya. “Kamu dan Angel akan datang kesana sebagai Database Administration & Security Engineer sebuah perusahaan telekomunikasi yang akan menyewa server disana. Aku sudah membuat jadwal kunjungan untuk kalian berdua siang ini dengan nama samaran. Ingat baik-baik !! namamu adalah Nizar dan Irene adalah nama samaran Angel.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan disana?” Tanyaku.

“Sederhana !!” Serunya sambil merogoh saku celana pendeknya kemudian menunjukkan sebuah alat seperti sebuah FlashDisk kepadaku “yang harus kamu lakukan hanyalah menancapkan ini ke port usb tanpa ketahuan. Sederhana kan?“

“kalau sampai ketahuan?” Tanyaku.

“JANGAN SAMPAI KETAHUAN!!” Bentaknya. “Tempat itu sekarang dijaga Satgas Cyber Crime dan Intelijen. Kamu dan Angel gak akan selamat keluar dari sana jika sampai ketahuan, kalian berdua akan disangka sebagai pelaku peretasan. Meskipun kamu berkata yang sebenarnya, mereka akan memaksamu untuk mengakuinya..” Ujar Kirana. Angel menatapku.

Aku menelan ludahku sendiri mendengar penjelasan Kirana. Apa yang akan aku lakukan sangat membuatku ketakutan.

“heii,,!!” Kirana memegang lenganku “abaikan semua ketakutanmu, kamu pasti bisa melakukannya karena ini nggak sulit, kamu Cuma harus memastikan jangan sampai gagal !!” Ucapnya.

“Shit. Ucapanmu sama sekali gak membantu menghilangkan ketakutanku,,” Ucapku “Kenapa harus aku yang kebagian tugas itu? Kenapa bukan Angel?” Tanyaku.

“Angel akan mengalihkan perhatian staff SS yang akan mendampingi kalian masuk ke dalam ruangan server., mereka akan curiga jika kamu ditanya, tapi kamu gatau apa-apa tentang server,,”. Benar juga yang dia katakan. Tidak ada tugas yang mudah.

“lalu kamu ngapain?” Tanyaku.

“Aku akan mengontrol dan mengawasi dari sini. Aku akan menjadi mata ketiga untuk kalian berdua melalui CCTV tempat itu setelah kamu berhasil menancapkan alat ini” Ucapnya, lagi-lagi sambil menunjukkan alat kecil yang dia pegang.

“itu apa?” Tanyaku. Dia tersenyum tipis.

“Sebenarnya Ada berbagai teknik meretas sebuah sistem. Akan kujelaskan sedikit dasar-dasarnya dengan bahasa yang bisa kamu mengerti. Pertama, Mengenali target. Sudah hampir enam bulan ini aku dan Angel mengumpulkan informasi mengenai tempat itu, sistem keamanannya, termasuk lokasi ruang server dan apa saja yang ada di dalamnya. Langkah kedua, menyiapkan virus. Angel sudah berhasil membuat dan menyempurnakannya…” Ucapnya sambil memberikan alat berbentuk flashdisk itu kepadaku. Berarti alat ini adalah semacam virus?

“Langkah ketiga adalah menyusupkan virus itu ke dalam sistem mereka. Kamu sudah tau kalau Angel pernah mencoba menyusupkan virus itu dari luar tapi gagal karena tempat itu sedang diawasi oleh D4RKS1DE. Sampai membuat dia diburu dan harus sembunyi berbulan-bulan. Untuk itu kita akan mencoba menyusupkan virus itu dari dalam. Dan Itu nanti yang akan kamu lakukan.. saat virus sudah berhasil terinstall di dalam sistem mereka, itu artinya kita telah berkuasa atas sistem mereka, kita sudah memegang kendali penuh. Langkah terakhir dalam meretas sebuah sistem adalah meluncurkan serangan, hanya sekedar ingin melihat-lihat sistem mereka atau bahkan berniat untuk merusaknya. Dalam kasus ini, kita akan menggunakan virus itu untuk mencari dan meng-copy data ter-enkripsi yang ‘katanya’ masih tersimpan di database mereka.” Jelasnya. Kali ini Kirana menatap Angel.

“Tapi alat itu belum pernah diuji coba sebelumnya… aku tidak tau berapa lama waktu yang dibutuhkan virus itu untuk bisa menembus sistem keamanan mereka, apalagi mereka sudah tau akan ada serangan kedua. Mereka pasti sudah meningkatkan dan menguatkan sistem keamanan mereka secara berlapis-lapis” Ujar Kirana.

“Tidak ada yang tidak bisa ditembus selama itu buatan manusia” Seru Angel tiba-tiba.

“Aku gak akan meragukan kehebatanmu soal itu” Ucap Kirana lalu berdiri “tapi ada satu lapisan yang sampai sekarang tidak bisa kamu tembus sendirian Angel, kamu butuh partner..” Imbuhnya sambil tersenyum penuh arti ke arah Angel. Dibalas tatapan tajam oleh Angel. Aku tidak tau apa yang mereka maksud.

Kirana mengambil sesuatu di dalam koper. Sebuah pakaian yang masih berada di dalam kantong plastik transparan lalu dia lemparkan pelan kepadaku.

“Bersiaplah !!” Perintahnya “Satu jam lagi kalian harus sudah berada disana..”

Aku masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaianku dengan pakaian yang diberikan Kirana. Sebuah seragam kerja berwarna merah mirip dengan seragam salah satu perusahaan telekomunisi lengkap dengan bordir logo perusahaannya di bagian dada dan punggung. Angel bergantian menggunakan kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sama.

Setelah itu Kirana memberikan sedikit penjelasan lanjutan kepadaku tentang tata letak ruang server dan dimana aku harus menanamkan alat yang berisi virus tadi. Kemudian dia membawakanku sebuah kotak kecil mirip kotak cincin. Setelah dibuka ternyata isinya adalah dua buah benda yang sangat kecil dengan bentuk seperti ujung peluru pistol yang meruncing. Kirana mengambil satu benda itu dan diberikannya kepadaku. Dan satu lagi diberkan kepada Angel.

“Apa ini?” Tanyaku sambil memegang benda kecil yang bagian luarnya terbuat dari bahan semacam plastik.

“Masukin ke telingamu !! biar kamu masih bisa denger suaraku meski kita jauh,,” Ucapnya sambil tersenyum. “Kamu gak akan bisa membelinya secara bebas di pasaran, harganya mahal banget..”

Kuamati dengan seksama alat benda kecil tanganku. Jadi benda ini semacam earpiece?. Tapi tanpa kabel dan bentuknya sangat kecil. Kukira alat-alat seperti ini hanya ada didalam film bertema spionase. Kumasukkan alat itu di dalam telingaku. Kemudian tiba-tiba Kirana melepaskan kacamata minusku.

“Lebih baik kamu melepasnya, daripada mereka mengenalimu suatu saat nanti” Ucapnya. “Kamu lebih tampan tanpa kacamata..”. Angel yang sedang memakai sepatunya menatap kami berdua.

“tapi aku tidak bisa melihat dengan jelas..” Ucapku.

“Jangan bawel, semua butuh pengorbanan,., kamu pikir kenapa Angel sampai harus memotong pendek rambutnya?” Tanya dia. “kamu akan terbiasa” Serunya.

Kemudian kedua tangannya memegang masing-masing lenganku “Kamu sudah siap. Tapi sebelum itu,, Congratulations, And welcome to the club.. kamu sudah resmi menjadi bagian dari kami” Ucapnya sambil tersenyum

“Hahh? Maksudmu kelompok atau komunitas hacker?”

“Iya semacam itu, kami adalah The Bubble.” Jawabnya sambil nyengir.

“Nama apaan itu? ga keren banget… “ Seruku. Kirana terlihat kesal mendengar ejekanku “lalu dimana anggota kalian yang lain?” Tanyaku

“Kamu adalah member ketiga setelah Angel dan aku, uhmmm kami sedang membuka pendaftaran anggota,,,, hehe”

“Aku gak setuju dengan nama itu..” Celetuk Angel sambil berjalan ke arah pintu kamar. “Lagipula dia cuma akan membantu dalam misi ini, ”

“Aku juga ga mau berurusan dengan kalian lagi,,” Ucapku kesal sebelum akhirnya Angel keluar kamar. Sumpah nyebelin banget tuh cewek satu.

“Heran, kenapa moodnya buruk banget pagi ini,” Seru Kirana “Serius Tanya, sebenarnya ada apa diantara kalian berdua?”

“Dari dulu dia memang seperti itu kalau bicara denganku.” Ucapku lalu berjalan menyusul Angel. Namun Kirana menahanku sebelum aku keluar kamar.

“Waitt… Aku harus jujur denganmu,,” Serunya. Kirana mendekatkan tubuhnya padaku sampai tubuh depannya menempel di bagian depan tubuhku. “Aku serius dengan ajakanku tadi pagi. Tapi dari awal Angel sudah memperingatkan agar aku tidak menyentuhmu.. Dia tau kalau aku suka ga tahan dengan cowok seksi seperti kamu,. Your body is so hot, makes me so thirsty.., pertama kali ngelihat kamu, Satu-satunya yang ingin kulakukan sama kamu itu naked berdua di atas tempat tidur dan ngerasain setiap bagian tubuhmu dengan bibirku” Jelasnya. Kirana memang mempunyai suara yang sensual.

“Maybe Later !!” Serunya “Jika semua berjalan dengan semestinya, kita akan bertemu lagi dan me-reschedule apa yang akan kita lakukan tadi pagi tanpa ketahuan Angel. I Know you want me too, jadi lakukan yang terbaik dan bantu Angel menyelesaikan misi ini. Karena jika terjadi sesuatu,, maka ini terkahir kalinya kita bertemu..” Jelasnya lalu mengecup pipiku sekali dengan bibirnya yang basah.

.

.

.

Aku keluar kamar hotel. Aku tidak begitu memperdulikan apa yang dikatakan Kirana sebab ucapannya yang selalu berubah-ubah. Dia itu tipe cewek yang licik. Dia sudah berhasil menjeratku sebelumnya dengan memanfaatkan kelemahan sebagian besar cowok di dunia, yaitu nafsu. Takkan kubiarkan dia menjeratku lagi untuk kedua kalinya.

Meskipun begitu, Aku tetap akan melakukan yang terbaik dan membantu Angel dalam misi ini. Tapi bukan untuk bisa enak-enak dengan Kirana, bukan juga seperti niat mulia Angel yang berusaha mati-matian mengembalikan data para nasabah Uni-Bank sekaligus mencegah serangan kedua terjadi agar tidak terjadi krisis. Aku melakukan misi ini untuk diriku sendiri. Aku terlanjur terjebak dalam situasi ini dan tidak ada pilihan lain selain menjalaninya agar bisa terbebas dalam keadaan yang serba membingungkan ini dan agar bisa segera pulang. Banyak yang masih harus aku lakukan termasuk menemui Bu Fiona, Melly dan … Winry? Kenapa tiba-tiba aku merasa ingin bertemu dengannya?

Kemudian aku sudah tiba di Loby, aku melihat Angel berdiri dekat pintu utama Hotel. Aku masih ingat, saat itu langit terlihat begitu gelap meski hari masih siang. Lampu-lampu penerangan jalan pun menyala seiring tidak adanya cahaya matahari yang mengenai sensor otomatis. Angel menatap mendung tebal yang bergelayut di angkasa. Sedikit kutangkap raut keresahan di wajah cantiknya.

“kamu yakin melakukannya dalam suasana seperti ini?” Tanyaku disampingnya.

Dia menatapku. “Aku yakin,,, kalau kamu ga ikut campur !!” Ucapnya Sambil menatapku lalu berjalan ke arah motornya yang terparkir di halaman Hotel sejak semalam.

Sial. Sok hebat banget sih. Apa dia masih tidak ingat betapa sangat ketakutannya dia semalam dengan suara petir?. Aku harus bisa lebih bersabar menghadapi Angel yang sedingin dan sekeras es batu itu. Mungkin aku dan Angel tidak akan bisa bekerja sama dengan baik, mungkin aku tidak akan pernah bisa melelehkan ataupun menaklukannya. Tetapi, aku akan berusaha untuk tidak membuatnya marah agar misi ini berjalan dengan baik.

Kemudian Aku dan Angel sudah bersiap diri diatas motor. Mesin motor sudah kunyalakan. Lalu tiba-tiba aku mendengar suara Kirana di telingaku. Suaranya terdengar dari earpiece yang terpasang di telingaku.

“Check. Check.. kalian mendengar suaraku?” Tanya Kirana.

“Ya. Aku bisa mendengarmu..” Jawabku.

“Angel?” Ucap Kirana.

“Loud and Clear !!” Seru Angel.

Suara Angel juga terdengar melalui earpiece. Gokil emang, alat komunikasi ini sangat canggih biarpun bentuknya kecil. Tidak hanya menghasilkan output yang terdengar begitu jelas. Tetapi juga bisa digunakan sebagai input suara.

“Great.” Kata Kirana “You guys can go now !! Angel akan menunjukkan jalan menuju tempat itu Rega..” Jelas Kirana.

.

.

.

BERSAMBUNG

(Lembaran Yang Hilang Season 2 Part 6)Sebelumnya | Selanjutnya(Lembaran Yang Hilang Season 2 Part 8)

Banyak Film lain di Lapak Film

Banyak Game lain di Banyak Game