Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
LAPAKDEWA LAPAKPOKER

Berbagi Itu Indah Part 3

Part 1Part 2Part 3 

Berbagi Itu Indah Part 3

Berbagi Itu Indah Part 3

Chapter 3 : Jadilah binal Echa

*tit tit* suara notif WA handphoneku terdengar pagi ini. Menyadarkanku dari pikiran kotor membinalkan pacarku sendiri, tentunya sambil ngurut2 penisku yang tegang dan mengeras setiap pagi.

“Selamat pagi bro, mana nih update foto cewek lu yang hot itu?”, bunyi pesan WA dari Andre di grup “Tugas Biologi”

“belum ada sih bro, oiya kapan hari pas gw selesai petting gw foto doi”, kataku sambil mengirimkan foto wajah Echa yang berlumuran sperma pada bagian mulutnya

“Fakkk.. dipejuin dia. Hahaha”, kata Andre

“Wah ini pagi2 bikin konak nih. Liat Echa lu pejuin. wkwkwkw”, kata Wawan tiba2 ikut komen

“Ayo kapan cewek lu kita bukkake? biar mandi peju tu muka cantiknya”, imbuh Wawan

“Hahaha…. ngawur lu, belum kepikiran kesana lah gw. Masih tahap membuat doi binal bro, pelan2 aja jangan buru2, pokoknya bakal gw racunin terus si Echa biar makin binal”, jawabku

Sementara si Anto belum komen kayaknya masih molor.

“Yoi bro, latih aja terus Echa, dia kan lugu kayaknya bisa lah lu sugesti yang aneh2”, kata Andre

“Ada ide? oiya kemarin juga doi gw kerjain”, kataku

“kerjain gimana maksud lu?”, tanya Wawan

“Yaa.. ada bapak ojol datang ke rumah, doi terima pesanannya cuma pakai handuk aja soalnya kamarnya gw kunci jadi ngga bisa ganti baju setelah mandi. wkwkw”, jawabku

“Wah.. Parah lu.. terus?”, kata Wawan

“ini penampakannya.”, sambil kukirim foto Echa yang hanya memakai handuk kecil dengan pantat yang hampir terekspos keseluruhan

“Jadi doi, nunjukin pantatnya ke bapak ojol itu, katanya doi gak nyadar kalau ternyata pantatnya kebuka selebar itu, si bapak ojol kayak nelanjangin dia katanya. wkwkw”, sambungku

“Anjirrr… Sarap lu, rejeki nomplok buat bapaknya, kalau diperkosa gimana cewek lu?”, kata Anto tiba2 setelah dari tadi no komen

“Eh, udah bangun lu?”, kataku

“udah, bangun2 ngaceng kontol gw lu kasih liat pemandangan indah”, jawab anto

“Lu emang top bro! salut gw!”, kata Andre

“Next lu kasih aturan aja si Echa bro”, kata Wawan tiba2

“aturan kayak gimana?”, tanyaku bingung

“misalnya baju maksimal 2 lembar, selebih itu ngga boleh. Jadi kalau mau keluar cuma pakai 1 lembar baju, dan 1 lembar rok / celana aja, BH dan CD gak boleh pakai. Atau 1 lembar dress terusan, 1 buah CD.. pokoknya lu batasin maksimal 2 lembar”, usul Wawan

“Wah gila ide bagus itu”, kataku menyetujui usulan Wawan

“Ya Bro, dengan gitu doi bakalan punya keterbatasan dalam berpakaian dan itu akan mempengaruhi gaya hidupnya, sudah pasti kalau terus dilatih doi bakalan semakin biasa dan makin binal”, kata Andre menyetujui rencana tsb

“idem”, imbuh Anto

“Ok, thankyou my bro my bro… kalian the best lah pokoknya!”, jawabku

“Ya pokoknya lu update terus Echa di sini aja bro. wkwkw”, kata Wawan

“Pasti bro”, jawabku

***

Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Aku segera meninggalkan kampus karena sudah janjian akan menjemput Echa disekolahnya. Perjalanan kulalui kurang lebih 45 menit dari kampus menuju sekolah Echa.

Situasi disekolahnya sudah cukup sepi, hanya terlihat beberapa siswa siswi saja yang masih duduk duduk didepan sekolah, termasuk Echa, aku lihat dia duduk berdua disebelah seorang cowok. Setelah melihat kedatanganku, kulihat Echa berpamitan dengan cowok tsb.

“Nunggu lama ya yank? maaf agak macet td jalanan”, kataku sambil menyerahkan helm

“Ngga kok nggapapa mas. Yukk…”, jawab Echa sambil memakai helm yang kuberikan.

“Mas, beli makan dulu yuk, aku laper”, kata Echa.

“Ohh.. Ok, mau makan dimana?”, tanyaku

“Terserah”, jawabnya

“makan bakso?”, tanyaku lagi

“Ngga ah, ngga kenyang”, jawab Echa

“makan soto?”, tanyaku lagi

“jangan, kalau kena baju, jadi noda kuning”, jawab Echa

“Ooohh.. makan mie ayam?”, tanyaku lagi

“pingin makan nasi mas”, jawab Echa

“terus mau makan dimana??”, tanyaku mulai kesel

“terserah mas, aku ngikut”, jawab Echa tidak merasa bersalah

“gw gangbang lu lama2!”, batinku dalam hati kesel dengan jawaban terserahnya

****
Selama diperjalanan aku sengaja tidak tancap gas dan hanya mengendarai motor perlahan saja agar bisa ngobrol dengan pacarku.

“Yank, tadi siapa cowok yang duduk disampingmu?”, tanyaku membuka obrolan

“Tadi namanya Bayu, teman sekelasku. Kenapa mas?”, tanya Echa balik

“Ngga sih, kok kayaknya kamu deket sama dia”, kataku

“Deket sih iya, karena aku sama Bayu emang sering 1 kelompok kalau lagi ada tugas jadi ya sering ngobrol”, jawab Echa

“Kok kamu ngga pernah cerita?”, tanyaku kemudian

“Ya ngga cerita orang ngga penting buat aku critakan mas. Kenapa? jeles ya?”, tanyanya

“Ngga lah. Justru aku malah sange”, jawabku mantap

“hah? maksudnya?”, tanyanya bingung

“bayangin kamu godain Bayu sapa tau dia tergoda. hahaha”, jawabku kemudian

“Gila kamu mas”, kata Echa sambil mencubit bahuku

“Hahaha.. Oiya yank, mampir pom bensin dulu ya, bensin habis nih”, kataku kemudian

Kebetulan beberapa meter di depan ada pom bensin dan akupun membelokkan motor menuju pom bensin tersebut. Ternyata antriannya cukup panjang. Dengan terpaksa akupun mengantri karena memang bensin motor ku yang sudah hampir habis sehingga tidak memungkinkan untuk cari pom yang lain.

“Yank, boleh request ngga?”, kataku

“request apa? kamu kira aku penyiar radio”, jawabnya buatku gemas.

“hahaha… ngga bukan gt.. Lepas BH dan CD kamu dong”, kataku kemudian

“Hah? ngapain yank?”, tanyanya bingung

“Kan kamu tau aku suka cewekku terlihat sexy, sekaligus biar kamu bisa lebih nakal ngalahin Anya. Hehehe”, kataku membujuknya

“Tapi nanti kalau ada orang yang nyadar aku ngga pakai daleman gimana?”, tanya pacarku

“ngga akan ada yang tau. percaya sama aku. Kan ketutupan kerudungmu”, jawabku meyakinkannya

“Hmmm… Ya udah, demi nurutin permintaan sayangku yang aneh ini, aku mau deh”, jawab Echa

“Gitu dong, kan aku jadi makin sayang sama kamu”, kataku merayunha

“gombal”, jawab Echa

Echa kemudian turun dari motor dan berjalan menuju toilet pom bensin, sedangkan aku masih tetap mengantri di antrian yang sudah mengular ini.

Beberapa menit kemudian, kulihat Echa sudah berjalan keluar dari toilet dan menuju ke arahku yang sudah selesai mengisi bensin.

“sudah dilepas?”, tanyaku

“sudah”, jawabnya

“coba liat, singkap kerudungmu?”, kataku memastikan

“Hah? disini?”, tanya Echa

“Iya lah masak di rumah Bayu”, jawabku

*Plak* sebuah tamparan mendarat di bahuku

“Jangan mulai mas”, jawab Echa

“Yaudah ayo liatin sini ke aku”, kataku

Echa lalu melihat sekeliling, memastikan tidak akan ada yang melihat, kemudian dia mulai menyingkap kerudungnya dan terlihatlah bagian payudaranya terlihat lebih “soft”, tidak terlihat adanya pelindung tambahan disitu. Kuamati juga puting payudaranya sedikit tercetak di bagian dada seragamnya karena warnanya yang memang sangat kontras.

“bagus bagus… terus bawahnya?”, kataku kemudian, lalu Echa kembali membetulkan posisi kerdungnya untuk menutupi tonjolan payudaranya yang tercetak di seragam putihnya.

“Hah? masak aku harus angkat rokku juga disini?”, tanya Echa

“memang kenapa yank?”, tanyaku

“Ya malu lah mas pasti diliatin orang2. Mana lagi rame ni pom bensin. Nih liat kalau kamu ngga percaya”, jawab Echa sambil menunjukkan isi dalam tasnya yang memang terlihat ada CD dan BH disitu.

“Hmmm… ok deh aku percaya. good girl”, pujiku

“Dasar.. Ya udah ayo jalan, udah laper nih”, kata Echa kemudian

***

Akhirnya aku putuskan untuk mengajaknya ke sebuah restoran fastfood di pinggir jalan raya. Sekumpulan pemuda2 chinese berseragam sekolah tampak terpana ketika melihat pacarku Echa membuka pintu restoran. Memang pakaian seragam pacarku ini cukup ketat, walaupun berkerdung, tetapi potongan baju seragamnya sangat presisi dengan tubuhnya. Ditambah lagi dengan rok panjangnya yang juga dibuat ketat sehingga menonjolkan bagian pantatnya.

Kemudian aku dan Echa duduk dimeja yang terletak dekat dengan sekumpulan pemuda2 SMA tadi. Kulihat mereka sedang curi2 pandang ke arah pacarku itu. Akupun pura2 ngga tau dan beranjak menuju kasir sekalian mau pesan makan dan minum.

“Kamu tunggu sini ya, biar aku yang pesan.”, kataku

“Aku ikut”, kata Echa

“Jangan, nanti kalau kamu ikut meja ini malah dipakai orang ntar”, jawabku

“Oiya, yasudah aku pesen ayam dada sama nasi, minumnya lemon tea aja mas”, kata Echa

“Ok”, jawabku sembari langsung berjalan menuju kasir.

Aku pesan makanan sesuai permintaan Echa dan kutambahkan hotdog ukuran jumbo biar makin kenyang.

Tak lama akupun kembali menuju meja dan kulihat pemuda2 sekolah tadi senyum2 ke arah Echa, kulihat pula Echa hanya membalas senyuman mereka dengan malu malu.

Sadar akan kedatanganku, mereka lalu menyudahi main mata ke arah pacarku Echa. akupun segera duduk ke kursi dan memberikan makanan pesanan Echa kepadanya

“Nih aku pesenin hot dog kalau kurang kenyang”, kataku

“Wah besar sekali hot dognya..”, kata Echa.

“kamu kan suka ukuran yang besar”, kataku agak keras dengan maksud dapat terdengar oleh pemuda2 sekolah tadi.

*Kletak…* bunyi piring dari meja pemuda2 tadi tiba2 jatuh setelah aku berkata demikian dan satu orang diantara mereka buru2 mengambil piring yang jatuh tadi.

“hahaha…”, tawaku dalam hati

Lalu kamipun segera makan dan menghabiskan seporsi ayam + nasi yang aku pesan tadi, kulihat Echa makan dengan sangat lahap sampai berkeringat deras.

“panas ya yank? kayaknya ACnya ada trouble ya”, kataku

“Iya mas, ga tau kok panas banget gini, sampai makan aja keringatan.”, jawab Echa

“Untungnya kamu ngga pakai BH”, kataku sedikit kencang sambil melirik ke arah pemuda2 disebelahku. Kulihat mereka sampai melongo mendengar perkataanku

“jangan kenceng2 mas”, kata Echa sambil memukul lenganku

“Gapapa lah, biar seru”, jawabku

“Hmmmm…”, jawab Echa

“Lepas aja Yank kerudungmu kalau panas”, kataku dengan volume yang sama seperti tadi

“ngga lah mas, ngga papa kok”, jawab Echa

“Ohhh.. kasian kamunya sampai kegerahan gitu”, kataku

“Iya gapapa kok mas”, jawabnya

*tulilut tulilut* suara ringtone hp ku berbunyi

“Yank bentar ya ada telepon dari temen kampus, kayaknya mau bahas tugas kuliah. Bentar ya”, kataku sambil segera keluar menuju kedepan restoran.

Aku jawab telepon temanku sambil sesekali menengok ke dalam. Kulihat ternyata para pemuda sekolahan itu sudah mengerubungi Echa dan satu persatu bersalaman dengan pacarku itu seperti sedang berkenalan. Kemudian Echa dengan cuek menikmati hotdog jumbonya dikelilingi cowok2 sekolahan tsb. Mereka memandangi dengan penuh kemesuman, melihat Echa memasukkan roti sosis jumbo itu ke dalam mulutnya dan sangat menikmatinya.

“Lho kok pake menyingkap kerudung segala? sambil membusungkan dada lagi jadi keliatan makin montok itu tetek”, batinku saat kulihat Echa menyingkap kerudungnya

“Lho kok pakai jilatin hotdog segala?”, batinku dalam hati ketika melihat Echa memakan hot dog sambil sesekali menjilati sosisnya dari bawah ke atas, sementara itu pemuda2 itu nampak begitu mupeng melihat perilaku pacarku itu.

Kulihat juga salah satu dari mereka bahkan dengan tanpa ragu meletakkan tangannya ke paha dan pantat Echa, dan kulihat tidak ada penolakan sama sekali dari Echa yang terus melahap dan menikmati hotdognya hingga habis.

Kemudian kulihat Echa tidak menghabiskan hotdognya, kurasa dia sudah kenyang. Yang bikin aku kaget, salah satu cowok chinese itu mengambil sisa hot dog yang digigit bekas mulut Echa, menjilatinya pula dan menghabiskanya!

Lalu Echa berdiri dan menuju toilet, sepertinya mau cuci tangan, dan para cowok itu kembali ke bangkunya masing-masing menyudahi obrolan.

Akupun segera kembali masuk ke dalam restoran setelah melihat Echa kembali duduk di mejanya.

“Sory yank agak lama, ada masalah dikit sama tugas kuliah. hehehe”, kataku

“iyaaa mas, makannya udah selesai? kalau sudah ayo pulang mas”, jawab Echa

Kemudian kita bangkit dan kulihat sekilas Echa melempar senyum ke arah pemuda2 sekolahan yang ada meja sebelah tadi, kupandangi dari belakang pantat Echa begitu sexy ketika berjalanan, bergoyang ke kiri dan ke kanan seirama dengan langkah kakinya.

“Pantas saja banyak yang tertarik dengannya tadi. hehehe…”, pikirku

***

20 menit kemudian, kami sudah sampai di rumah Echa, jam sudah menunjukkan pukul 18.35. Dijam segini entah kenapa komplek perumahan Echa sudah sepi tidak ada tanda2 kehadiran manusia.

“mampir ngga mas? kosong nih rumahku, mama sama papa seperti biasa ada acara”, kata Echa

Kulihat kondisi jalanan depan rumah Echa sepi, karena daritadi sudah sange melihat tingkah polah Echa dengan cowok2 sekolahan tadi, timbul ide jahatku

Aku parkirkan motorku di depan rumah Echa dan masuk ke teras rumah. Echa pun menutup pagar rumahnya perlahan. Diteras rumahnya yang tidak begitu luas itu, terdapat kursi dan meja untuk menjamu tamu.

“Yank, mumpung keadaan sekitar lagi sepi, lepas semua baju seragammu disini sekarang”, perintahku

“Kenapa tiba2 minta gt mas? mupeng yaa.. hihi”, kataku kemudian

“Ya karena Baju yang paling tepat buat lonte berjilbab kayak kamu itu cuma kerudung aja. Bagian bawahnya lebih baik dibiarkan telanjang”, kataku

“Mas, kenapa sih? kok tiba2 gitu… Sperem….”, kata Echa

“Ayo buruan atau aku buka paksa nih. hehehe”, lanjutku

“iya iya sayangku yang napsuan.. Kalau ada yang liat aku, ga tau lagi deh mesti gimana”, kata Echa sambil menoleh ke kiri dan kanan melihat keadaan sekeliling.

Perlahan dilucutinya kancing baju seragamnya hingga terlepas semua dan ditanggalkannya sefagam putih itu. Kemudian dibukanya sabuk dan resleting rok abu abu yang dia kenakan dan dibiarkan terlepas melorot membuka pahanya yang mulus, lalu terpampanglah pemandangan favoritku. Tubuh telanjang Echa sudah terbuka sempurna, hanya kerudungnya saja yang masih bertahan menutup auratnya. Selebihnya, pacarku sudah telanjang di teras rumah. Untungnya pagar rumahnya dilapisi dengan polycarbonat sehingga tidak kelihatan dari arah luar. Dua buah gunung kembar berukuran 36B dengan putingnya yang kecil beserta lubang vaginanya yang dihiasi2 bulu2 jembut yang cukup rapi sudah terlihat tanpa tertutup apa2. Membuatku menelan ludah walau aku sudah sering melihat keindahan lekuk tubuh Echa.

“Cantik.. Sexy sekali kamu sayang, pantas sekali kalau gaya berpakaianmu seperti ini”, kataku sambil meremas dua buah payudara Echa yang sudah tergantung bebas itu.

“Sekarang kamu duduk di kursi itu”, kataku sambil menunjuk kursi terasnya.

Echa langsung mematuhi permintaanku dan duduk di kursi yang dimaksud.

“angkat kakimu dan ngangkang”, perintahku

“kayak gini mas?”, kata Echa sambil menuruti permintaan yang kumau

“Sekarang kamu masturbasi”, perintahku

“Hah? disini? aku malu mas..”, kata Echa

“Malu? Lonte ku masih punya malu ya? hahaha.. cepet masturbasi dan buat memekmu basah!”, perintahku lagi

“Ihh.. kamu serem yank kalau kayak gini”, kata Echa tetapi menuruti kemauanku

Mulai Echa memperkosa dirinya sendiri, jemarinya dengan nakal menggosok2 bagian dalam lubang kewanitaannya. aku yang melihatnya kembali sampai harus menelan ludah berkali kali. kubuka tas Echa dan kuabadikan momen indah tersebut dengan ponselnya. kuambil beberapa foto saat Echa begitu menikmati masturbasinya

“uuuuhhh… yank kok difoto?”, tanya Echa sambil terus mengocok2 lubang mekinya sendiri

“Buat dikirim ke Anya lah, biar dia tahu kamu ga akan kalah soal kebinalan”, kataku

Diam diam langsung kukirimkan foto tersebut ke WA Anya, tanpa sepengetahuan Echa. Ku lampirkan foto Echa ngangkang dan masturbasi itu dengan tulisan kata2 “Nakal itu kayak gini, ngga ada orang dirumah, aku masturbasi di teras rumah. Kalau ada yang liat, silakan pake tubuhku sepuasnya” ketikku dan ku sent ke Anya.

“Ini hukuman buat kamu…”, kataku kemudian

“Hukuman apa mas….?”, tanya Echa lalu menghentikan masturbasinya.

“Tadi ngapain kamu menyingkap kerudung di depan mereka?” selidikku

“Oh itu.. jujur ya mas, tadi mereka mau memastikan apa benar kata2mu kalau aku ngga pakai BH? mereka minta ijin untuk meremas dadaku apa bener ngga pake. Ya aku ngga mau mas, aku buktikan aja dengan cara menyibak kerudungku dan mereka percaya karena keliatan samar2 putingku, terus aku juga ceritain ke mereka kalau aku juga ngga pakai celana dalam, mereka ngga langsung percaya”, jelas Echa

“Bagus bagus… pinter kamu godain mereka… Terus aku lihat tadi ada juga yang menggerayangi pantatmu. Mereka juga ngecek apa kamu ngga pakai CD juga?”, lanjut selidikku

“iya mas, itu juga, mereka ngecek, kan biasanya keliatan ada garis celana dalam di roknya, mereka raba2 itu dan ngga ketemu. Maaf ya mas..”, kata Echa

“Ngapain minta maaf? Itu yang aku mau dari kamu. Yang penting kamu lama2 bs enjoy dan terbiasa”, kataku kemudian

“Terus Tadi ngapain kamu makan sosis pakai dijilat2? kayak lagi makan kontol kamu, nakal banget kamu yank sampek cowok2 tadi liat kamu sangat mupeng”, kataku

“Ohh.. itu… Iya mas, tadi mereka ngajakin aku kenalan, terus ya kita mulai ngobrol basa basi gitu sih…. Dan endingnya itu tadi..pingin liat aku makan sosis sambil jilatin saosnya. Katanya keliatan nikmat banget hotdognya. cuma liat aku gitu kata mereka bikin kenyang. Yasudah aku lakuin. hehehe…lagian aku tahu kan pacarku ini suka kalau ceweknya ini bisa percaya diri ngga malu2 lagi nunjukin keseksian?”, jawab Echa

“Nah gitu donk mulai pinter kamu, harus dibiasakan aja itu binalnya.. Keliatan binal banget kamu yank tadi sumpah. bakat banget kamu godain cowok2, kalau gini aku jadi makin sayang sama kamu”, kataku sambil kubuka resleting celanaku dan ku keluarkan batagg penisku.

“Ayo makan kontolku ini dengan lahap. kamu kayaknya demen banget sama kontol”, kataku sambil menempelkan penisku ke bibir Echa yang tipis

“Iya sini aku nikmatin penismu mas…”, kata Echa sambil mulai melahap batang kemaluanku. diurutnya perlahan maju mundur dengan mulutnya yang hangat, sangat terasa nikmat. Air Liur Echa terasa melapisi kulit penisku.

“Ahhhh.. Yaa.. lanjut lonte… kamu sangat cocok dikasih kontol”, kataku membuat Echa semakin mempercepat kulumannya.

dijilati pula buah zakarku dari bawah dan terua naik keatas hingga berhenti dilubang pipisku. lalu diulang kembali teknik tersebut membuat batang penisku mulai terasa berkedut kedut

“Stop stop… jangan dilanjutin. Aku ngga mau pejuku keluar. Nanti imajinasi liarku ilang semua”, kataku sambil mencabut batang kontolku dari rongga mulut Echa dan kembali kumasukkan kedalam celanaku

“Nanggung mas.. mumpung aku masih mau…”, kata Echa

“Ya, cewek lonte kayak kamu pasti mau kalau dikasih kontol yank. hahaha”, kataku

“Iiihhhh mas…”, kata Echa sambil menepuk perutku

“Yasudah intinya, Mulai sekarang kamu wajib cuma pakai baju maksimal 2 lembar aja, ngga boleh lebih.. Kalau aku tau kamu pakai baju lebih dari 2 lembar. akan ada hukuman buat kamu”, perintahku

“iya mas, aku lakuin yang penting kamu ngga ninggalin aku yaa setelah nyuruh aku aneh2”, kata Echa memelas

“Yaa selama kamu mau menuruti fantasyku, dijamin aku akan semakin sayang dan ngga ada maksud ninggalin kamu, kan kamu sudah cukup memenuhi hasrat liarku”, kataku menjelaskan

“iya mas, aku penuhi permintaanmu, karena aku bener2 sayang kamu”, pungkas Echa malam itu

Spoiler:

POV Echa

“Maafkan aku mas ngga semuanya aku ceritakan, mungkin kamu juga ngga liat. Sebenarnya tadi mereka menyingkap rok dan menyelinap dibalik rokku meraba vaginaku buat cek apa bener aku ngga pakai celana dalam, akunya malah ngangkang dan ngebiarin dia gosokin tangannya ke punya aku sampai punyaku becek. Lalu sebelum pisah, salah satu diantara mereka pun minta nomor hapeku dan entah kenapa aku langsung kasih aja. habis mereka ganteng ganteng sih mas.. Naluri aku kali ya… Kamu jangan marah ya mas, kan kamu yang pingin aku lebih terbuka?”, batinku

Bersambung…